108 Siswa ICP Spemdalas Ikuti IPT 2026

Reporter: Dina Hanif Mufidah

Berita Sekolah1326 Dilihat
banner 468x60

Sebanyak 108 siswa kelas VII dan VIII International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) mengikuti International Progression Test (IPT) 2026 pada 10–12 Juni 2026.

IPT merupakan asesmen bertaraf internasional yang mengukur perkembangan kompetensi akademik siswa. Sekolah juga menggunakan hasil tes ini untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran yang berjalan di kelas internasional.

Koordinator ICP Spemdalas, Wiwik Indrawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan IPT tahun ini berjalan lancar dan sesuai standar.

“Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan IPT tahun ini berlangsung dengan baik, tertib, dan kondusif. Mulai dari persiapan teknis, koordinasi dengan pengawas, hingga pelaksanaan ujian selama tiga hari dapat berjalan sesuai rencana. Siswa juga menunjukkan kesiapan yang baik,” ujarnya.
Menurut Wiwik, IPT tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan akademik. Tes ini juga menjadi cermin keberhasilan proses pembelajaran di kelas internasional.

“IPT menjadi salah satu cermin bagi kami untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran di ICP mampu membekali siswa dengan kompetensi yang sesuai dengan standar internasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekolah menjadikan hasil IPT tahun sebelumnya sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, sekolah tidak hanya mengejar capaian skor.
“Target kami bukan hanya angka atau skor yang lebih tinggi, tetapi juga lahirnya siswa-siswa yang memiliki daya saing global, percaya diri menghadapi tantangan, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di tingkat internasional,” tambahnya.

Salah satu pengawas IPT sekaligus Wali Kelas VII ICP 1, Khotimatul Khusnah, menilai pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan kondusif. Para peserta datang tepat waktu, mengikuti ujian dengan disiplin, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku.

“Sebagian besar siswa tampak siap menghadapi IPT karena mereka menjalani persiapan secara rutin melalui program IC setiap minggu sejak awal tahun,” ungkapnya.

Menurut Khotimatul, keseriusan siswa saat mengerjakan soal menjadi hal paling menarik selama pengawasan. Tampilan hitung mundur waktu ujian di layar televisi juga membantu peserta lebih fokus mengatur waktu pengerjaan.

Ia juga terkesan melihat semangat siswa yang terus berusaha menyelesaikan soal hingga waktu ujian berakhir, meskipun tingkat kesulitannya cukup menantang.

Senada dengan itu, pengawas IPT lainnya, Octaria Wahyuningtiyas, menilai kesiapan siswa tidak datang secara instan. Para siswa telah berlatih melalui Intensive Course, latihan soal, dan pembelajaran menggunakan buku Cambridge.

Octaria melihat disiplin dan tanggung jawab menjadi karakter paling menonjol selama ujian. Salah satu momen paling berkesan terjadi ketika seorang siswa rela meminjam kalkulator merah muda milik kerabatnya demi mematuhi aturan ujian.

“Dia sebenarnya sudah memiliki scientific calculator, tetapi jenis itu tidak diperbolehkan. Akhirnya dia mencari kalkulator lain yang sesuai aturan meskipun berwarna pink. Itu menunjukkan tanggung jawab dan kesungguhannya mengikuti ketentuan ujian,” tuturnya.

Pengalaman mengikuti IPT untuk pertama kali juga dirasakan Nabila Sauqiya Azarine atau Bela, siswi kelas VII ICP 1. Ia mengaku sempat gugup karena menghadapi ujian bertaraf internasional di jenjang SMP.

Saat SD, Bela pernah mengikuti tes serupa berbasis kurikulum Cambridge. Namun, ia tetap merasakan tantangan berbeda saat menjalani IPT di Spemdalas.

“Perasaan saya agak deg-degan. Apalagi ini pertama kali mengikuti IPT di jenjang SMP,” katanya.

Bagi Bela, bagian paling menantang adalah tes listening Bahasa Inggris karena membutuhkan konsentrasi penuh. Untuk mempersiapkan diri, ia mengulas kembali materi yang telah dipelajari saat program persiapan SAT.

Meski sempat tegang, Bela menilai IPT menjadi pengalaman baru yang berkesan.
“Awalnya nervous, tetapi setelah dijalani ternyata tidak seseram itu selama sudah belajar. Menarik juga merasakan ujian yang dibuat oleh Cambridge dan kita bisa memahaminya,” ungkapnya.

Bela pun berpesan kepada adik kelas yang akan mengikuti IPT pada tahun-tahun mendatang agar rajin belajar, tidak mudah menyerah, dan selalu memohon doa orang tua.

Editor