Girimu.com — Upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif sejak usia dini terus dilakukan. Sebanyak 18 peserta dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik mengikuti pembukaan program Simetal terPAUD+ (Siap Melayani Totalitas) yang digelar di Aula UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT LPABK), Jumat (3/7/2026). Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam melakukan deteksi dini terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) agar memperoleh layanan yang sesuai sejak usia emas perkembangan.
Peserta berasal dari SD Muhammadiyah Manyar, KB Tunas Aisyiyah, TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI), TKIT Al Ibrah, Al Ummah Primary School, serta Komunitas IGTKI Wringinanom.
Program Simetal terPAUD+ dibuka secara langsung oleh Ketua UPT LPABK, Renyta Yuniarti Ningtyas, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa program magang tersebut bertujuan membekali pendidik dengan kemampuan mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus sejak jenjang pendidikan anak usia dini.
“Tujuan program magang Simetal terPAUD+ adalah mengakomodasi anak-anak berkebutuhan khusus pada jenjang PAUD agar dapat terdeteksi sejak dini. Dengan demikian, ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya, mereka dapat memperoleh layanan dan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.
Program magang yang dirancang untuk memfasilitasi perwakilan setiap kecamatan di Kabupaten Gresik ini akan berlangsung selama tujuh hari di UPT LPABK.
Pada hari pertama, peserta memperoleh pendampingan langsung dari Akfina Faizah Hikmah, S.Pd., Izza Ulya Masyitah, S.Psi., dan Dinda Puspa Amalia, S.Pd. Materi disampaikan secara interaktif dengan membuka ruang diskusi dan tanya jawab berdasarkan berbagai kasus yang sering dijumpai pendidik di lapangan.
Pembahasan difokuskan pada pentingnya deteksi dini melalui proses identifikasi terhadap anak usia prasekolah maupun usia sekolah dasar sebagai langkah awal sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga profesional.
Akfina Faizah Hikmah menjelaskan bahwa hasil identifikasi yang dilakukan guru bukanlah diagnosis medis, melainkan menjadi dasar awal untuk memberikan rekomendasi kepada orang tua.
“Bentuk identifikasi ini merupakan alat bukti dan praduga sementara yang dapat disampaikan kepada orang tua. Selanjutnya, orang tua diharapkan berkonsultasi dengan dokter deteksi dini tumbuh kembang anak untuk penegakan diagnosis,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Simetal terPAUD+, Izza Ulya Masyitah, menekankan pentingnya periode golden age atau usia satu hingga enam tahun sebagai masa paling menentukan dalam perkembangan anak.
Menurutnya, intervensi dan stimulasi yang tepat pada usia tersebut akan memberikan peluang lebih besar bagi anak untuk mengejar ketertinggalan sesuai tahapan perkembangannya.
“Mari kita buat komitmen untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus,” ajaknya saat menutup kegiatan hari pertama.
Program Simetal terPAUD+ akan berlangsung hingga 11 Juli 2026 dengan melibatkan seluruh peserta secara aktif setiap harinya.
Keikutsertaan Kelompok Bermain Tunas Aisyiyah, TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah, dan SD Muhammadiyah Manyar menjadi wujud kepedulian lembaga pendidikan di bawah Pimpinan Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah Perumahan Pongangan Indah terhadap penguatan pendidikan inklusif. Melalui program ini, para pendidik diharapkan semakin siap memberikan layanan yang tepat, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan setiap anak sejak usia dini.
