Home Gerak Ini Alasan Jabatan Dokter Corona Digeser Dari MCCC

Ini Alasan Jabatan Dokter Corona Digeser Dari MCCC

by Akhmad Sutikhon

Posisi Ketua Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), dokter Corona Rintawan saat ini digantikan Agus Samsudin Ketua MPKU PP Muhammadiyah. Pergeseran posisi ini dimaksudkan agar dokter Corona Rintawan bisa konsentrasi membantu Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemerintah RI.

Selanjutnya dokter Corona masih ada di struktur sebagai wakil ketua Bidang Kerja Sama dan Advokasi sekaligus ditugaskan oleh PP Muhammadiyah membantu Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemerintah RI yang berkedudukan di Kantor BNPB sebagai Tenaga Ahli Kesehatan Bidang Perencanaan dan Analisis Situasi.

Sejak dibentuk tanggal 05 Maret 2020 hingga per tanggal 14 April 2020 Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) telah mencapai berbagai pencapaian, diantaranya terbentuk MCCC di 23 Propinsi di Indonesia dari Aceh hingga Papua Barat.

“Jumlah RSMA yang sudah melayani pasien Covid-19 mencapai 65 rumah sakit tersebar di 9 provinsi, yakni di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat masing-masing 1 rumah sakit, DKI Jakarta 5 dan DIY 6 rumah sakit, Jawa Tengah 20 rumah sakit, dan Jawa Timur 29 rumah sakit,” terang Agus Samsudin dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (15/4) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Sementara jumlah pasien terkait Covid-19 yang dirawat di RSMA total 2398 orang dengan rincian ODP 1838, PDP 525, terkonfirmasi positif 35.

“Selain itu MCCC juga melakukan penyemprotan disinfektan di 14628 titik di seluruh Indonesia yang meliputi pemukiman warga, tempat ibadah baik Islam maupun agama lain, fasilitas publik dan aset Persyarikatan Muhammadiyah,” jelas Agus.

Hingga saat ini, penghimpunan dana melalui Lazismu telah mencapai total angka Rp. 5.487.900.935 melalui kantor lazismu di seluruh Indonesia.

“Sebanyak 6952 orang juga sudah menggunakan aplikasi Safarimu yaitu aplikasi untuk memeriksa diri sendiri terkait risiko penularan Covid-19, juga berisi konten edukasi yang cukup lengkap mengenai Covid-19,” jelas Agus.

Dan sebanyak 51 orang dari berbagai latar belakang profesi seperti ASN, petani, tenaga kesehatan hingga ibu rumah tangga telah melakukan konsultasi psikologi dengan tim Layanan Dukungan Psikologi (LDP) psikolog.

“Kami juga membuka layanan konsultasi agama Islam yang dikelola oleh personil Majelis Tarjih PP Muhammadiyah bagi masyarakat yang ingin bertanya seputar permasalahan Covid-19 dan agama,” terang Agus.

Diskusi online seputar Covid-19 berkala setiap minggunya dengan tajuk “Covid Talk” dengan tema yang berbeda setiap sesi melalui aplikasi telekonference dengan menghadirkan nara sumber baik dari internal Muhammadiyah maupun eksternal.

“Selain itu semua, kegiatan lain yang masih terus berlangsung yaitu pendirian lumbung pangan, produksi konten sosialisasi melalui berbagai media, pembagian sembako dan makanan siap saji, pembagian masker dan handsanitizer sampai pembentukan tim pemakaman jenazah pasien Covid-19. Semua kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan oleh MCCC di berbagai level, namun juga organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah seperti sekolah dan perguruan tinggi baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah,” pungkas Agus.

Related Articles

Leave a Comment