Home Opini Tips Merancang Konten Pembelajaran Daring Efektif

Tips Merancang Konten Pembelajaran Daring Efektif

by Ahmad Faizin Karimi

Dimulainya tahun pelajaran baru di tengah Pandemi membuat sekolah-sekolah menerapkan pola “Pembelajaran Berjarak”. Guru-guru pun menyiapkan konten pembelajaran digital yang bisa dikirim kepada siswa. Namun tidak sedikit yang kurang memahami bagaimana membuat konten efektif. Berikut ini tips membuat konten pembelajaran daring yang efektif dari Ahmad Faizin Karimi, master trainer di Sekolah Menulis Inspirasi.

1. Sebisa mungkin buat konten sendiri. Tampilkan guru sebagai komponen visual utama pembuka konten. Tujuannya menciptakan atensi personal.

2. Kalau pun menggunakan konten orang lain, usahakan visual pembukaannya adalah guru yang bersangkutan. Jika pakai konten orang lain, pastikan mencantumkan sumber dan benar-benar legal.

3. Selalu sertakan penjelasan berupa teks, bukan hanya video atau gambar. Tujuannya Jika kuota jaringan internet lambat maka siswa atau orang tua bisa menggunakan alternatif materi pembelajaran yang teks karena lebih ringan untuk dilihat.

4. Hindari mengirim konten langsung berupa file, lebih baik berupa link. Tujuannya menghindari pelambatan kinerja gadget akibat terlalu banyak mendownload konten, juga kesulitan mencari konten yang sudah didownload akibat penumpukan file.

5. Hindari durasi video panjang. Jangan lebih dari 2 menit. Kalau memang butuh panjang, pisahkan dalam beberapa bagian pendek.

6. Pilih penugasan jenis proyek sederhana. Gunakan kalimat instruksional yang jelas, efektif, dan memaparkan tahapan (step by step).

7. Selalu berikan feedback pada hasil belajar siswa. Tujuannya untuk agar siswa yakin bahwa belajarnya benar-benar diperhatikan dan akhirnya atensinya juga terjaga.

8. Idealnya sekolah memiliki “ruang belajar virtual” khusus, baik berupa website atau aplikasi smartphone yang mengorganisir keseluruhan proses di atas.

Terkait “ruang belajar khusus” pada poin 8 tersebut, bersama Institut Faqih Usman (IFU) sedang dikembangkan aplikasi Sekolah Virtual berparadigma Literasi (SVBL) INSPIRASI. Aplikasi ini bisa digunakan secara gratis, tapi sekolah tetap perlu menyediakan hosting. Targetnya pada akhir Agustus ini bisa dirilis.

Related Articles

Leave a Comment