Home Kabar Waow, Masjid At-Taqwa Kedanyang Ciptakan Bilik Perebah Sapi, Hasilnya Efektif dan Percepat Penyembelihan Hewan Kurban

Waow, Masjid At-Taqwa Kedanyang Ciptakan Bilik Perebah Sapi, Hasilnya Efektif dan Percepat Penyembelihan Hewan Kurban

by Hartoko

GIRImu.com – Panitia Idul Adha 1441 Hijriyah (2020 Masehi), bentukan Takmir Masjid At-Taqwa Kedanyang, Kec. Kebomas, Kab. Gresik, melakukan inovasi dengan membuat bilik perebah sapi. Sarana ini sangat efektif dan mempercepat proses penyembelihan hewan kurban.

Hasil inovasi baru ini diujicobakan pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di komplek perguruan Muhammadiyah Kedanyang, Sabtu (1/8/2020). Hasilnya, luar biasa, sangat efektif. Selain menghemat tenaga dan relative tidak ada risiko, proses penyembelihan hewan kurban (sapi) pun bisa berjalan jauh lebih cepat dibanding cara manual yang telah puluhan tahun diterapkan.  

“Tahun-tahun sebelumnya, untuk bisa menyembelih sapi, kami harus menyediakan personel  yang punya keahlian khusus dalam menaklukkan atau menjinakkan sapi. Sekarang bisa dengan muda kita lakukan, tanpa banyak tenaga yang harus dikeluarkan,” ujar Abdul Muntholib, Ketua Panitia Idul Kurban Masjid At-Taqwa, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedanyang, yang juga perancang bilik perebah sapi,  seusai penyembelihan.

Dikatakan, setiap pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada hari raya Idul  Adha, panitia selalu direpotkan oleh masalah menjinakkan hewan kurban, khususnya sapi. Karena itu, panitia terus berpikir bagaimana menemukan cara yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Sebab, selain berbagai upaya telah dilakukan, untuk menjinakkan sapi yang akan disembelih –apalagi jika sapinya liar—selalu mendatangkan personel khusus yang memiliki kemampuan menjinakkan sapi.

“Kami berpikir, iya kalau pas orangnya ada. Kalau tidak ada, kan jadi repot. Dan, itu selalu jadi masalah ketika proses penyembelihan berlangsung. Akhirnya, dari berbagai masukan yang kami himpun,lalu kami rancang alat alat berupa bilik untuk merebahkan sapi sebelum disembelih,” papar Muntholib.

Pria berperawakan jangkung ini mengaku, bilik perebah sapi ini dirancang dan dibuat sendiri oleh panitia kurban. Bahannya dari besi bulat yang dirangkai, sehingga membentuk dua lingkaran (seperti tabung). Di bagian tengah disambung dan diperkuat dengan plat besi/baja sebagai alas pijakan sapi saat masuk ke bilik ini. Disamping kiri lingkaran terdapat plat besi/baja sebagai tempat sapi rebahan. Sedangkan di salah satu ujung alat ini terdapat tempat khusus untuk posisi kepala sapi .

Sekretaris Takmir Masjid At-Taqwa Kedanyang, Indra Hermawan, menambahkan,  adanya prasarana ini, tenaga yang dibutuhkan untuk menggiring sapi ke tempat penyembelihan jadi berkurang. Waktu yang dibutuhkan untuk proses penyembelihan  pun jauh lebih singkat disbanding cara-cara manual sebelumnya.

Cara kerja alat ini, lanjutnya, sapi digiring memasuki bilik perebah. Setelah dipastikan masuk, pintu yang berbentuk palang besi segera dikunci. Kepala, kaki, dan badan sapi diikat kuat-kuat, dikaitkan pada kerangka dinding bilik perebah. Sesudah dipastikan terikat kuat, bilik perebah beserta sapinya segera digulingkan hingga posisi badan sapi benar-benar merebah di atas plat besi/baja dan siap disembelih. Praktis, tidak ada “pemberontakan” dari sapi yang disembelih karena kaki, badan, serta bagian kepala telah diikat pada kerangka besi bilik perebah.

Seperti  tahun-tahun sebelumnya, masjid At -Taqwa sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah (AUM) PRM Kedanyang selalu menyelenggarakan penyembelihan  hewan kurban sebagai amanah dari masyarakat dan warga Muhammadiyah. Tahun ini,  panitia menyembelih tujuh ekor sapi  yang dilaksanakan Sabtu (1/8/2020).

Saat kunjungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas ke lokasi penyembelihan, penasihat PCM Kebomas , Wahyani Ahmad, mengatakan, bilik perebah sapi  hasil inovasi PRM Kedanyang sangat efektif dan bisa diadopsi oleh ranting lain di Gresik atau daerah lain.

“Wah,luar biasa. Ini sangat bagus, bisa itu dicontoh, bisa juga untuk disewakan,” ujarnya.

Ketua PRM Kedanyang  Sutrisno A.F, menambahkan, pelaksanaan rangkaian penyembelihan hewan kurban di masa pandemi ini tetap mematuhi  protokol kesehatan. Di antaranya mewajibkan seluruh panitia dan siapa pun yang memasuki area penyembelihan  menggunakan masker. Panitia juga melakukan  penyemprotan hand sanitizer, juga pengukuran suhu dengan thermogun.

Di Muhammadiyah Cabang Kebomas, sebagaimana disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebomas, Slamet Dalhar, penyembelihan hewan kurban dilakukan di tiga ranting, sedangkan satu ranting lainnya tidak menyelenggarakan.

“Dari tiga PRM yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 Hijriyah ini, terkumpul 18 sapi dan 22 kambing dengan sasaran 4.000 keluarga,” ujar pria asli Cilacap ini. (fud/sto)

Related Articles

Leave a Comment