Home Gerak Prihatin Pandemi, PCM Kebomas Gelar Diskusi ‘Apa Kabarmu Covid-19)’

Prihatin Pandemi, PCM Kebomas Gelar Diskusi ‘Apa Kabarmu Covid-19)’

by Hartoko

GIRImu.com – Belum meredanya pandemi virus corona (Covid-19), mengundang keprihatinan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kec. Kebomas, Gresik. Karena itu, persyarikatan bermarkas di kawasan Giri ini menggelar diskusi terbatas dengan menghadirkan Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum  (MPKU) PWM Jatim, dr Sholihul Absor, sebagai narasumber, Minggu (13/12/2020).

Diskusi diikuti oleh pengurus harian PCM, Ketua dan Sekretaris Aisyiyah dan MPKU Cabang Kebomas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Diskusi berlangsung santai namun bermakna. Tema yang diangkat adalah “Apa Kabarmu (Sekarang) Covid-19”.

Sholihul Absor memaparkan, jumlah kasus Covid-19 di Indonesiia belum melandai. Bahkan per hari capaiannya pernah menembus 6.000 kasus. Ia menambahkan, persebarannya pun kian meluas, bahkan sudah mendekati area rumah permukiman penduduk.

“Tercatat November 2019 Corona menyerang Wuhan, China, lalu Maret 2020 masuk pertama kali di Indonesia. Virus ini terus meluas hingga masuk Jawa Timur melalui cluster pelatihan di Asrama Haji Surabaya. Bahkan kini di sekitar tempat praktik saya di Giri, Kebomas, virus ini telah memakan korban jiwa,” ungkap dokter yang juga Wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini.

Mengapa sedemikian parah virus corona melanda negeri ini, menurut Absor, salah satu faktornya karena ketidaksiapan dan kesalahan dalam mengambil kebijakan bangsa dalam menghadapi Covid-19 ini. Ia mencontohkan, saat Covid-19 menyerang Wuhan, pemerintah Tiongkok langsung mengambil kebijakan lockdown wilayah. Tentara dikerahkan untuk membangun fasilitas kesehatan, tenaga ahli, dokter, tenaga kesehatan diperbantukan di Wuhan untuk memulihkan kondisi warganya. Dan, hasilnya secara perlahan Wuhan bisa bangkit kembali.

Penyebab kedua, lanjut, Absor, ketidakdisiplinan masyarakat yang ditunjukkan dengan rendahnya kesadaran akan bahaya virus ini. Hal ini diperparah oleh berbagai pernyataan pejabat negara yang cenderung berbeda dan membingungkan masyarakat.

Ia menambahkan, persoalan kian parah ketika puluhan dokter dan tenaga kesehatan bertumbangan, bahkan banyak yang meninggal. Belum lagi keterbatasan alat pelindung diri (APD) yang melengkapi tugas para dokter dan tenaga kesehatan yang diterjunkan.

Selain itu, anggaran Covid-19 yang tidak turun tepat waktu ke rumah sakit yang menangani pasien Covid –sampai ada yang nunggak— juga menjadi masalah. Ditambah stigma sebagian masyarakat yang beranggapan, ada permainan dari pihak rumah sakit terhadap pasien dengan istilah “dicovidkan”. Ini berdampak pada turunnya jumlah pasien rawat inap maupun rawat jalan di rumah sakit.

Putra dari Tokoh Muhammadiyah, Almarhum H. Sholihin Adjib, ini lalu memberikan tips sehat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Di antara yang terpenting adalah hindari pertemuan dengan banyak orang (kerumunan), memakai masker dengan benar.

Sirkulasi udara di ruangan juga mesti menjadi perhatian. Caranya, bukalah jendela. Jika memakai AC, tambahlah dengan memasang exhause. Sealin itu, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun/handsanitazer, sebab tangan bisa jadi tempat virus bersarang, lalu tanpa sadar menyentuh wajah, mulut, mata dan hidung yang riskan menularnya Covid-19 ini. (fud)

Kontributor: Mahfudz Efendi, Sekretaris PC Muhammadiyah Kebomas, Gresik.

Bertempat di Rumah Makan Handayani, komplek Ruko Green Garden Regency Bunder, acara ini diikuti secara terbatas Pimpinan Harian PCM, Ketua dan Sekretaris ‘Aisyiyah dan MPKU cabang Kebomas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seusai dr. Absor memaparkan asal muasal dan perkembangan terkini covid-19 ini. Peserta diskusi memberikan responnya.

Diawali ketua PC ‘Aisyiyah Kebomas, Hj. Nur Fadhilah, S.Pd.I yang menanyakan sebab banyaknya kematian dokter dan nakes, kategori masker yang baik dan shaf sholat saat pandemi.

Menanggapi pertanyaan itu, dr. Absor memberikan tanggapan nya. Tentang banyaknya kematian dokter dan nakes , menurutnya, selain merekalah garda terdepan penangganan covid-19, sehingga restan tertular/ terpapar, sebagai penyakit jenis baru, covid-19 masih belum ditemukan kelemahannya. Banyak kasus pula saat rehat / Mamin mereka melepas masker, menurutnya disanalah virus itu menyerang. Selain itu bisa pula penularan terjadi di poli umum / jalan dari pasien OTG.

Tentang masker yang baik untuk dipakai, dr. Absor menyampaikan pemakaian masker harus benar menutup hidung mulut dan dagu, bisa masker medis maupun kain 3 lapis. ” Tidak nyaman (saat pakai masker) ya, namun akan lebih tidak nyaman lagi saat kita divonis kena covid-19″ tandas wakil ketua MCCC PWM Jawa Timur ini.

Jawaban dr. Absor tentang shaf sholat berjamaah tetap mengacuh pada keputusan Majelis Tarjih PP dan itu yang benar (secara medis).

Berikutnya Dimas Ashiddiqi menanyakan perbedaan pendapat dan paradigma tentang Covid-19, dr. Absor menjawabnya bahwa ilmu dalam penafsiranya terus perkembangan, termasuk ilmu kedokteran, sehingga tidak menutup kemungkinan perbedaan pandangan itu muncul. Patokannya pendapat / pandangan itu telah teruji melalui penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional terindeks.

dr. Absor kemudian menjawab pertanyaan wakil ketua PCM Samudera Ghozuwan tentang tips bugar saat pandemi melanda, “yang pertama hindari stress, pikiran harus bahagia, lalu tidur yang cukup, dan makan dengan teratur dan bijak” tandasnya.

Tentang efektivitas minyak kayu putih seperti yang ditanyakan wakil ketua PCM H. Awaluddin, dr Absor menjawab hingga saat ini belum teruji keefektifannya.

Istri Ketua PCM Kebomas, silfia bertanya tentang vaksin yang direncanakan akan diberikan secara bertahap. dr. Absor menjawab meskipun telah melewati uji klinis di laboratorium tetap akan diuji oleh BPOM layak tidaknya beredar, tentang kehalalan vaksin tersebut kabarnya person MUI turut diterbangkan ke China sebagai negara produsen vaksin sinovac ini.

Sekretaris PC ‘Aisyiyah, Erna Hidayati melanjutkan pertanyaan tentang aturan pemberian vaksin ini, ” vaksin rencananya akan diberikan 2 kali untuk sasaran prioritas yang diberikan secara gratis, jika dibeli, harga 1 dosis vaksin ini 900 ribu” tandasnya.

Terakhir pertanyaan dari Sekretaris PC Muhammadiyah Kebomas, Mahfudz Efendi tentang gejala org, pasien comorbit dan kebijakan PTM (pembelajaran tatap muka) sekolah.

” Gejalanya pasien terpapar Corona bermacam macam, tapi yg paling sering panas kedinginan, badan sakit semua, batuk kering, mual tdk selera makan, lidah pahit atau tdk terasa, hidung tdk bau” ujarnya

Tentang comorbit, dr. Absor menjelaskan Comorbit adalah penyakit penyerta yg bisa memperparah sakitnya, spt darah tinggi, kencingmanis, jantung, kegemukan.

Terakhir tentang rencana dibukanya sekolah di awal Januari 2021, MCCC pusat tetap tdk merekomendasikan PTM

Related Articles

Leave a Comment