Home Wawasan Kang Jalal, Mantan Aktivis Persyarikatan itu Telah Berpulang

Kang Jalal, Mantan Aktivis Persyarikatan itu Telah Berpulang

by Hartoko



(Catatan Ringan atas Meninggalnya Cendekiawan Muslim Jalaluddin Rakhmat)

Oleh NURBANI YUSUF

Saya mengenangnya sebagai salah seorang kader dan aktivis persyarikatan (Muhammadiyah, Red) dan penulis dua buah buku laris: Islam Aktual dan Islam Alternatif. Dua buah buku itu masih saya simpan di perpustakaan hingga sekarang. Buku lainnya yang ia tulis saya tidak punya.

Jalaluddin Rakhmat atau akrab disapa Kang Jalal yang juga dikenal sebagai cendekiawan Muslim berpulang ke rahmtullah, Senin, 15 Februari 2021 sore. Almarhum meninggal dunia dalam usia 71 tahun setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Santosa Bandung, Jawa Barat.

Dua kali perjumpaan dengannya dalam acara bedah buku di masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Buah pikirnya memikat. Bukunya laris manis dan kerap menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan aktivis mahasiswa saat itu.

Tutur katanya halus, juga rendah hati. Bicaranya pelan, tak meledak-ledak dan murah senyum. Ia juga suka memberi. Waktu itu saya mengundangnya. Tidur di tempat kos dan besuknya sarapan nasi pecel di warung sebelah. Kang Jalal adalah sosok ringan kaki di kalangan aktivis dakwah kampus. Ia nyaris tak pernah menolak bila diundang.

Ya, Dr H Jalaluddin Rahmat, MSc yang akrab disapa Kang Jalal itu enak di ajak ngobrol, suka mendengar, antusias sekali ketika membahas pendidikan di Muhammadiyah. Belakangan Kang Jalal berkisah, bahwa dirinya adalah alumni Darul Arqam Muhammadiyah Bandung, sebalum akhirnya memilih jalur lain, sebagai penganut Syiah.

Meski pendiam dan ramah, tokoh ini kerap mengundang kontroversi. Dua bukunya: Islam Aktual dan Islam Alternatif adalah bukti otentik, betapa Kang Jalal punya pikiran maju, progresif, dan dinamis melampaui zamannya, khas intelek kampus seperti halnya Bang Imad (Dr Ir Imaddudin Abdurahim, ITB Bandung) yang fenomenal dengan gagasan kuliah Dhuha pada setiap Ahad pagi di Masdjid Salman.

Setidaknja Kang Jalal dan Bang Imad pernah menggores pikiran dan menanamkan daya nalar dan intelektual. Ia adalah guru, sosok idola di kala mahasiwa dan teman baca di kamar kos. Satu hal yang masih saya ingat darinya adalah kecenderungan mengedepankan akhlak ketimbang fiqih.

Saya hanya mengenang kebaikan, sepanjang yang saya tahu dan tuliskan dan yang saya dengar darinya. Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai”.

Insya Allah Kang Jalal mencintai Nabi Muhammad SAW, Sayyidah Fatimah Az Zahra, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Sayyidina Hasan, Sayyidina Husen dan para ahli bait lainnya. Semoga Kang Jalal bersama dengan orang-orang yang dicintainya di akhirat kelak, Aamiin.

Kepada keduanya saya pernah mendapatkan budi. Semoga itu menjadi jariyah amal salih yang meringankan, sebagai washilah diampunkannya segala dosa dan dimaafkan segala khilaf. (*)

*) Penulis adalah dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Penggerak Komunitas Padhang Makhsyar di Kota Batu.



Related Articles

Leave a Comment