Home Kabar Era Disrupsi, SD Almadany Upgrade Potensi Gurunya lewat Pembelajaran Berbasis Literasi

Era Disrupsi, SD Almadany Upgrade Potensi Gurunya lewat Pembelajaran Berbasis Literasi

by Hartoko

GIRImu.com – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang atau lebih dikenal dengan sebutan SD Almadany melakukan upgrade terhadap kemampuan guru-gurunya untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Itu dilakukan dengan menggelar pelatihan LMS (Literacy Management System), Sabtu (20/3/2021).

Menghadirkan dua nara sumber, yakni Ahmad Faizin dan Wardikin, pelatihan menyuguhkan tema “Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Literasi di Era Disrupsi” yang diikuti oleh para guru. Hadir dalam acara ini, Majelis Dikdasmen Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedanyang.

Saat membuka pelatihan, Ketua Majlis Dikdasmen PRM Kedanyang, Hilmi Azis, menegaskan,,pelatihan ini diadakan sebagai bentuk komitmen untuk terus mengembangkan kemampuan tenaga pendidik di SD Almadany agar SD Almadany. Hal ini sebagai antisipsi terus berkembangnya tantangan dunia pendidikan yang terus mengalami perubahan.

“Karena itu, tenaga pendidikan juga perlu terus meningkatkan kemampuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Kalau tidak, bisa ketinggalan zaman, yang pada gilirannya berpengaruh pada kualitas pendidikan,” ujarnya.

Sementara Kepala SD Almadany, A.H. Nurhasan Anwar, minta tim pengajar SD Almadany semangat dalam berliterasi, tidak saja ketika berlangsung kegiatan literasi, tetapi juga di masa-masa mendatang. Hal ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam mendidik siswa-siswi di SD Almadany.

Sementara Wardikin, dalam pengantar meterinya menjelaskan, seorang tenaga pendidik zaman sekarang harus membekali diri dengan beberap skill sesuai dengan tuntutan yang berkembang. Dikatakan, ada beberapa keterampilan (skils) yang harus di miliki oleh seorang tenaga pendidik untuk bisa sukses di abad ke-21 yang berada pada era disrupsi.

Di antaranya adalah bagaimana bisa menciptakan kurikulum yang dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran sesuai tuntutan zaman. Karena itu, perlu penerapan beberaa strategi, misalnya 4C (Creativity, Crictical Thinking, Communication, Colaboration) Longlife Learning (pembelajaran seumur hidup) dan kemampuan literasi.

“Tantangan kedua adalah menyiapkan guru-guru yang meiliki pola pikir TPACK (Technological Pedagogical Content and Knowledge) yang bisa mendesain model pembelajaran yang menggabungkan tiga aspek utama yaitu teknologi, pedagogi, dan konten atau materi pengetahuan.

Pemateri lainnya, Ahmad Faizin, menjelaskan bagaimana menjawab tantangan pendidikan zaman now dengan pemanfaatan LMS (Literacy Management Sytem). Ia menekankan, sebagai pendidik, jangan sampai “memenjarakan” pikiran anak dengan tugas-tugas yang monoton. Melalui LMS, lanjut Faizin, guru bisa memberikan proyek/tugas berdasarkan masalah yang ada di sekilingnya.

“Melaui peningkatan kemampuan literasi, diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup kita,” katanya.

Di akhir acara, peserta pelatihan diputarkan video kegiatan pembelajaran yang menggunakan konsep pendekatan alam, sesuai dengan jargon SD Almadany: School of experience’s. (eli)

Kontributor: Eli Syarifah

Related Articles

Leave a Comment