Home Gerak Pesantren Covid Jalan Baru Muhammadiyah Kudus Tangani Pandemi

Pesantren Covid Jalan Baru Muhammadiyah Kudus Tangani Pandemi

by Akhmad Sutikhon

Mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus akibat ditemukannya varian baru Covid-19, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus bekerjasama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), LAZISMU, Universitas Muhammadiyah Kudus, dan Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus menyiapkan dukungan tempat penampungan sementara (Shelter) untuk isolasi mandiri di Asrama Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Shelter Covid-19 yang dinamai “Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKU” ini berlokasi di Jl. Ganesha 1 Purwosari Kudus. Shelter tersebut memiliki kapasitas untuk menampung 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala ringan.

Ketua Pengelola Shelter Covid-19 UMKU Rizka Himawan menegaskan bahwa pihak pengelola Shelter tidak bisa menerima secara langsung warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk isolasi mandiri di Shelter. “Kami hanya menerima pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala ringan dari RS ‘Aisyiyah Kudus, setelah pasien tersebut di-screening dan direkomendasi oleh tim kesehatan dari RS ‘Aisyiyah Kudus.” ungkapnya. Terkait SDM pengelola Shelter ini, ia menjelaskan, selain didukung oleh UMKU dan RSA, juga akan dibantu relawan Muhammadiyah dari berbagai Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Kudus.

“Adanya varian baru yang masuk ini menjadikan penanganan yang dilakukan dari hulu ke hilir rasanya jalan ditempat, angkanya terus meningkat, ini yang membuat kita prihatin. Maka mau tidak mau, siap tidak siap, ini adalah kewajiban kita bersama berperan melawan pandemi.” ungkap dr. Hilal Ariadi Direktur Rumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Kudus (15/6).

Selama di Shelter, ia menambahkan, tim kesehatan dari RSA akan memantau perkembangan pasien melalui visit dokter setiap hari. Jika ditemukan ada gejala yang berat, maka akan disediakan ambulance untuk mengantar ke IGD RS, untuk dilanjutkan pemeriksaan. Jika setelah diperiksa ternyata harus isolasi mandiri, maka pasien dikembalikan ke shelter, dan jika kondisinya gawat maka akan dirawat inapkan di RS.

Rusnoto selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus menyampaikan bahwa selama proses perencanaan pembukaan Shelter ini, tim Shelter Covid-19 Muhammadiyah telah berkoordinasi dengan Bupati Kudus, Satgas Covid-19, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.

“Bupati Kudus dan jajarannya menyambut baik pembentukan Shelter Covid-19 di Universitas Muhammadiyah Kudus ini, dan beliau (Bupati) berkenan hadir untuk meresmikan pembukaan Shelter Covid-19 hari Rabu (16/6) di Universitas Muhammadiyah Kudus.” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Hartopo menyambut baik inisiatif dari Muhammadiyah melalui Universitas Muhammadiyah Kudus membuat shelter bagi penderita Covid.

“Ini adalah inisiatif yang baik dari UMKu yang berkolaborasi dengan lembaga Muhammadiyah lainnya untuk membantu Pemerintah dalam penanganan Covid, Pemerintah Kudus sangat berterima kasih” Ujar Hartopo dalam sambutannya.

Hartopo juga senang adanya Shelter COVID di UMKU karena tidak membebani anggaran Pemerintah.

Adapun Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKU akan  beroperasi pada Kamis (17/6) mendatang. (Tik)

Related Articles

Leave a Comment