Home Gerak Ini Alasan LazisMu Gelontor Tablet Pendidikan Selama 5 Tahun

Ini Alasan LazisMu Gelontor Tablet Pendidikan Selama 5 Tahun

by Akhmad Sutikhon

Kwalitas pendidikan menjadi tanggungjawab bersama, apalagi saat pandemi Covid 19 seperti sekarang ini. Dibutuhkan kreatifitas dalam proses belajar mengajar. Untuk itulah Lazismu bekerjasama dengan beberapa lembaga berikhtiar membangun kwalitas pendidikan walaupun saat pandemi. EduTabMu sebagai solusi.

Untuk itulah, Lazismu PP Muhammadiyah bersinergi dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah dan Aisyiyah serta Enuma Inc., menawarkan program EduTabMu.

EduTabMu adalah program pemberian 5000 unit tablet dengan program Sekolah Enuma Indonesia yang bisa diakses tanpa jaringan internet kepada siswa-siswi di daerah terpencil di Indonesia. Program Sekolah Enuma Indonesia dikembangkan oleh Enuma.

Upaya Lazismu menggandeng Enuma bukan tanpa alasan.  Enuma adalah sebuah start up dan perusahana teknologi yang berkedudukan di Berkeley, California dan Korea Selatan. Sejak 2012, Enuma menciptakan aplikasi pembelajaran untuk anak-anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dan pembelajaran mandiri.

Enuma adalah pemenang Global Learning XPRIZE, sebuah kompetisi aplikasi pembelajaran mandiri yang bertujuan untuk membantu anak belajar literasi dasar dan Matematika. Aplikasi ini dapat digunakan tanpa jaringan internet yang diperuntukan bagi pembelajar Usia Dini hingga Siswa SD Kelas 2.

Sebagai mitra strategis Lazismu dalam program EduTabMu, Enuma berperan aktif dalam menyediakan aplikasi Sekolah Enuma, melatih para guru tentang penggunaan aplikasi dan Sistem Manajemen pembelajarannya serta dukungan teknis dan implementasi di seluruh program.

EduTabMu berisikan ratusan buku, gambar, cerita, dan permainan mengenai literasi, numerasi dan bahasa dengan prinsip pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, mengasyikkan dan mencerahkan. 

EduTabMu saat ini menargetkan siswa di jenjang Pendidikan Dasar Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar Kelas 1 dan 2. Selain berisikan materi-materi yang interaktif dan menyenangkan, EduTabMu tidak memerlukan jaringan internet untuk menggunakannya. Oleh karenanya, EduTabMu merupakan stau bentuk inovasi dan solusi  untuk menjawab kesenjangan digital dan penguatan mutu pembelajaran di Indonesia. 

Hilman latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa EduTabMu merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi proses pembelajaran untuk anak-anak yang bersekolah di daerah yang memiliki keterbatasan internet, termasuk di wilayah kepulauan dan daerah-derah terpencil. 

“Melalui EduTabMu ini langkah-langkah kecil dengan semangat besar untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan mengakeselerasi pembelajaran dalam hal literasi, numerasi dan bahasa,” ujar Hilman.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan selamat atas launching program EduTabMu. Dengan program tersebut, Haedar berharap agar Majelis Dikdasmen sebagai leading sector pendidikan tingkat dasar dan menengah mampu menghadirkan proses pembelajaran yang efisien, efektif, dan berkemajuan. Dengan menggunakan teknologi yang canggih, ia yakin bahwa Majelis Dikdasmen bersama Lazismu mampu melakukan akselerasi proses pembelajaran. 

“Majelis Dikdasmen akan mampu meyelenggarakan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berjaringan kuat, unggul, dan berkemajuan. Program tersebut juga harus didukung oleh tenaga pendidikan yang melek IT dan mampu melakukan akselerasi inovasi, sehingga terjadi perpaduan antara keacanggihan teknologi dengan kecerdasan inovasi dari para tenaga didik. Semoga semua diberikan kelancaran,” harap Haedar.

Sooinn Lee, CEO Enuma, berharap aplikasi ini akan membantu anak-anak belajar lebih baik di sekolah, mengeksplorasi kesenangan belajar, dan membangun keterampilan masa depan yang penting dengan cara yang menyenangkan. 

Dr. Kasiyarno sebagai Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah yang juga penanggung jawab program EduTabMu menyatakan bahwa program Inovatif ini akan dilaksanakan selama 5 Tahun ke depan. Hingga Tahun 2025, ditargetkan 12.000 Tablet untuk 1.200 Sekolah TK ABA dan SD Muhammadiyah seluruh Indonesia. Program EdutabMu tidak hanya menyentuh siswa dan sekolah semata, akan tetapi penguatan dan peningkatam kapasitas 2.400 Guru TK ABA dan SD Muhammadiyah di bidang pengajaran literasi, numerasi dan bahasa. 

Peluncuran program EduTabMu yang bertepatan dengan Peringatan Hari kemerdekaan RI ke-76 diharapkan menjadi kado Muhammadiyah kepada Bangsa dalam memberikan solusi pembelajaran di Era Pandemi maupun dalam rangka mengurangi kesenjangan penggunaan teknologi digital dalam proses belajar mengajar di Indonesia.  

EduTabMu adalah program pembagian 5000 unit tablet dengan program Sekolah Enuma Indonesia kepada siswa-siswi di seluruh pelosok Indonesia. Program Sekolah Enuma Indonesia yang tertanam dalam 5000 tablet tersebut bisa diakses tanpa internet.

Program tersebut mendapatkan perhatian dari banyak pihak. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengucapkan selamat atas diluncurkannya program EduTabMu. Ia berharap EduTabMu dapat membantu meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran di masa pademi serta mampu mengakselerasi pendidikan digital terutama di daerah-aderah yang terpencil..

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan H. E. Umar Hadi menyampaikan bahwa program EduTabMu akan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia. Ia percaya bahwa Muhammadiyah mampu menjalankan program kemitraan dengan baik, sehingga akan menghasilkan kontribusi yang baik.

“Saya sangat senang ketika mendengar bahwa Lazismu akan menjalankan program tersebut bersama Enuma. Saya juga sangat senang ketika dalam berbagai rapat, saya mendapatkan laporan bahwa perkembangan program berjalan dengan sangat baik,” ujar Dubes Umar Hadi.

Coorporate Affairs Director PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart Solihin menyebut bahwa Alfamart mendukung penuh program EduTabMu. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi akselerator pendidikan yang diinisiasi oleh Muhammadiyah. Ia berharap bantuan di bidang pendidikan tersebut bermanfaat bagi generasi muda di Indonesia.

Direktur KOTRA Indonesia Junhan Kim,  menyebut bahwa kolaborasi antara Muhammadiyah sebagai organisasi Islam tertua di Indonesia yang konsen pada bidang pendidikan dan Enuma sebagai perusahaan yang juga konsen di bidang pendidikan akan menghasilkan program yang baik. Ia mengaku banyak mendengar cerita guru-guru di pelosok Indonesia yang gigih berjuang di tengah-tengah badai PJJ.

“Mereka berjalan kaki ke pelosok-pelosok desa, mendatangi rumah murid yang sedang PJJ, kemudian mengajari mereka. Maka, EduTabMu akan dapat menjawab tantangan-tantangan seperti ini. Selamat untuk peluncuran EduTabMu, ini sangat spesial,” ujar Junhan Kim.

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Dr. Kasiyarno yang juga penanggung jawab program EduTabMu menyatakan bahwa program Inovatif ini akan dilaksanakan selama 5 Tahun ke depan. 

Hingga Tahun 2025, ditargetkan 12.000 Tablet untuk 1.200 Sekolah TK ABA dan SD Muhammadiyah seluruh Indonesia. Program EdutabMu tidak hanya menyentuh siswa dan sekolah semata, akan tetapi penguatan dan peningkatam kapasitas 2.400 Guru TK ABA dan SD Muhammadiyah di bidang pengajaran literasi, numerasi dan bahasa. (Tik)

Related Articles

Leave a Comment