Home Gerak Tangis Devi Terhenti Saat Relawan MDMC Memberi Balon Tangan

Tangis Devi Terhenti Saat Relawan MDMC Memberi Balon Tangan

by Akhmad Sutikhon

Sedih Karena kehilangan tempat dan alat bermain, bagi anak usia 5 tahun merupakan pengalaman yang bisa membekas, apalagi rumah yang dia huni kini tak lagi bisa ditempati kembali. Rumah yang dulunya sebagai tempat dia belajar dan bermain kini tinggal kenangan, tertimbun lahar.

Itulah yang dirasakan Devi Huda Eva (5) gadis yang tinggal di curah koboan kecamatan pronojiwo Lumajang.

Gadis kecil ini sekarang bersama ibu dan neneknya mengungsi di SDN 1 Penanggal Candipuro Lumajang.

Devi tampak murung saat relawan Muhammadiyah Disaster management center (MDMC) mengunjugi pengungsi di SDN 1 Penanggal Candipuro.

Salah satu relawan ternyata memperhatikan Devi. Relawan asal rumah sakit Muhammadiyah Lamongan ini akhirnya mengajak bermain dan bernyanyi Devi.

Devi sebenarnya anak periang, terbukti setelah relawan menghampiri dan mengajaknya bernyanyi, Devi langsung respon. Bahkan mainan gamelan plastik yang ada disampingnya dia ketuk-ketuk sebagai pengiring lagu balonku ada Lima.

Namun tak berselang lama, karena ketukannya terlalu keras, stik yang dia pegang patah. Alhasil Devi langsung menangis.

Melihat Devi menangis, Karsim relawan yang mengajaknya bermain langsung mencoba menenangkan.
Dia berjanji aka memperbaiki stik yang patah tersebut.

“Sebentar, sabar ya, coba saya sambung kembali” ucap Karsim bersimpati.

Selang beberapa menit, Karsim menyambung stik yang terbuat dari plastik dengan plaster yang dia bawah bersama tim medis.

“Nah stiknya sudah sambung kembali” ujar Karsim.

Devi pun akhirnya berhenti menangis dan berucap lirih “terima kasih” kata Devi.

Karsim kembali menghibur Devi dengan membuatkan balon mainan dari sarung tangan latek yang dia bawah.

Devi tersenyum dan balon dari sarung tangan latek tersebut dia buat mainan keliling ruangan

Sementara itu BNPB memperbarui data korban terdampak erupsi Gunung Semeru Lumajang. Korban meninggal karena erupsi Gunung Semeru bertambah menjadi 34 orang.

“Data korban jiwa tercatat warga luka-luka 56 jiwa, hilang 17 jiwa, dan meninggal dunia 34 jiwa, sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang dan luka, posko masih melakukan pemutakhiran data dan validasi,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Per pukul 12.00 WIB, jumlah warga mengungsi mengalami peningkatan menjadi 3.697 jiwa. Warga yang mengungsi sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sedangkan di Kabupaten Malang hanya terdapat 24 jiwa.

Sebaran titik pengungsian di Kabupaten Lumajang berada di Kecamatan Pronojiwo dengan 9 titik berjumlah 382 jiwa, Kecamatan Candipuro 6 titik 1.136 jiwa, Kecamatan Pasirian 4 titik 563 jiwa, Kecamatan Lumajang 188 jiwa, Kecamatan Tempeh 290 jiwa, Kecamatan Sumberseko 67 jiwa, Kecamatan Sukodono 45 jiwa,” ujar Muhari.

Erupsi Gunung Semeru mengakibatkan 2.970 unit rumah terkena dampak.

Related Articles

Leave a Comment