Menu

Mode Gelap
Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur Kembangkan Program Orangtua Asuh, Muhammadiyah Gresik Tanggung Seluruh Biaya Sekolah Anak Yatim

Gerak WIB

Kajian Perdana Pasca-Pandemi, Jadi Penebus Rindu Jamaah Muhammadiyah


 Suasanya Kajian Ahad Pagi di GDM Gresik. (Foto: Suhartoko) Perbesar

Suasanya Kajian Ahad Pagi di GDM Gresik. (Foto: Suhartoko)

GIRImu.com — Sudah dua tahun –sejak pandemi Covid-19 berlangsung– Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) di kawasan Perumahan Bunder Asri, Kebomas, Gresik vakum. Dengan pertimbangan keselamatan jamaah, Kajian Ahad Pagi yang rutin diadakan tiap bulan, diliburkan.

#

Maka, ketika kajian itu dibuka kembali, Minggu (2/1/2022), jamaah yang hadir pun berjubel. Mereka seakan melepas kerinduan setelah dua tahun tak berkumpul dalam kajian langsung (tatap muka). Hadir sebagai penceramah atau penyampai tausyiyah dalam kajian itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Suharyo A.P.

Seperti disampaikan Ketua PDM Gresik, Dr Taufiqullah Ahmady, MPdI saat memberikan sambutan selamat datang, pengajian umum kali ini merupakan pengajian perdana setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Semula, ketika pengajian akan dimulai kembali, Taufiq mengaku dirinya sempat ragu, apakah ada yang hadir.

“Ternyata, Alhamdulillah yang datang banyak,” ujarnya.

Sesuai tema yang ditetapkan Majelis Tabligh, Suharyo diminta untuk mengaitkan materi tausyiyahnya dengan bencana erupsi Gunung Semeru yang masih hangat di benak publik. Oleh Suharyo yang Ketua PDM Lumajang periode 2010- 2021 ini, materi tentang erupsi Semeru dikutip hanya sebagian saja. Selebihnya dijelaskan tentang kedalaman makna syukur dan cara menyuburkan iman.

“Kita harus bersyukur karena, pertama, Allah ciptakan kita sebaik-baik ciptaan. Kedua, Allah memberikan petunjuk hidup bernama kitab suci al Qur’an. Dan ketiga, Allah mengirim rule model langsung diangkat dari manusia yang tidak pernah salah dan dosa yaitu Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Menyuburkan Iman
Terkait dengan upaya menyuburkan iman, Suharyo yang juga Ketua MUI Kab. Lumajang ini menawarkan beberapa langkah yaitu pertama, mendalami, menghayati, dan mengamalkan kalimat toyibah. Kedua, menghayati kalimat innalillahi wainna ilaihi roji’un. ini, lanjut Suharyo, kalimat penyadaran. Kita datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

“Dengan kalimat ini kita bisa memiliki kemantapan hati dan iman kita terus tumbuh subur”, katanya.

Ketiga, biasakan melakukan sesuatu dengan atas nama Allah. Mengawali setiap kegiatan yang baik dengan membaca basmalah. Keempat, biasakan berterima kasih kepada Pencipta kita dengan mengucap hamdalah kepadanya. Kelima kita kita memperbanyak istighfar kepada Allah dari kesalahan-kesalahan baik kecil maupun besar.

“Dengan demikian kita merasa dekat kepada-Nya dan merasa selalu dipantau dan kelak kita akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita,” tandasnya. (*/sto)

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur

5 December 2022 - 17:54 WIB

MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru

4 December 2022 - 16:06 WIB

PRA Bolon Colomadu Bikinkan Sarapan Penggembira Muktamar 48

17 November 2022 - 13:35 WIB

PCIM Pakistan Dan LazisMu Salurkan Bantuan Untuk Penyintas Banjir

11 October 2022 - 22:15 WIB

Digitalisasi Dakwah, LDK Jatim Gelar Bimtek Dai Komunitas

27 August 2022 - 22:50 WIB

Sekolah Non Muslim Di Solo Siap Tampung Penggembira Muktamar 48

24 August 2022 - 06:05 WIB

Trending di Gerak