Menu

Mode Gelap
PKM Center UM Bandung Gelar Dikusi Kiat Sukses Pendanaan PPK Ormawa Ruang Tanpa Nama, Buku yang Membawamu pada Kondisi Suwung Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dorong Umat Islam Terlibat Aktif Membangun Peradaban Atasi Minimnya Informasi dari Lapangan, Relawan Kebencanaan Muhammadiyah Dibekali Keterampilan Jurnalistik Meriahnya MOTEKART Prodi PIAUD UM Bandung Suguhkan Berbagai Tampilan Mahasiswa Dengan Kostum Unik

Gerak WIB

Gelar Bimtek SIMAM, Muhammadiyah Jatim Bereskan Data Aset


 Suasana pembukaan Bimtek di UMM. (Foto: Ahmad Faizin Karimi) Perbesar

Suasana pembukaan Bimtek di UMM. (Foto: Ahmad Faizin Karimi)

GIRImu.com — Majelis Wakaf dan Kehartabendaan (MWK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Input Data Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM). Melalui Bimtek ini pendataan aset Muhammadiyah di Jawa Timur ditarget bisa segera tuntas.

“Terus terang saya deg-degan ini. Biasanya acara wakaf itu sepi peserta. Ini membludak sampai ada yang tidak kebagian tempat duduk,” Ketua MWK Jatim, Budi Pahlawan, saat membuka acara di Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (29/1/2022).

Bimtek diagendakan selama dua hari (29-30/1/2022, diikuti oleh unsur PDM, MWK, serta perwakilan Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah se-Jatim.

Budi Pahlawan mengaku, saat ini progres pendataan aset di Jawa Timur masih belum maksimal. Namun ia yakin, dengan Bimtek capaian pendataan bisa dimaksimalkan.

“Kita masih urutan 12 dari daftar kuantitas inputan. Tapi saya yakin, dengan pelatihan ini, Jawa Timur akan segera naik. Matahari selalu terbit dari timur,” ujar notaris yang berkantor di Jalan Ambengan Surabaya itu.

Data di MWK Jatim menunjukkan, hingga kini data aset Muhammadiyah Jatim masih minim. Tanah yang masuk data base tercatat baru 1.124 bidang (1.777.885 m²), bangunan 161 titik, barang 1.714 item, dan kendaraan 21 unit.

Dalam Bimtek ini para peserta diajari tahap demi tahap mengentri data di SIMAM. Di antaranya, mulai pengaturan pengguna (user), input data tanah, bangunan, hingga kendaraan, dan aset barang.

Sekretaris MWK PWM, Budi Masruri, menambahkan, salah satu kendala pendataan selama ini adalah soal personalia MWK Daerah. Umumnya, lanjut Budi, Majelis Wakaf diisi tenaga senior. Padahal, untuk pendataan perlu juga dukungan kader muda dengan kemampuan mobilitas yang memadai.

“Apalagi memanfaatkan teknologi informasi seperti SIMAM ini, kehadiran pengurus majelis dari kader muda sangat diharapkan,” ujarnya.

Dengan pendataan melalui SIMAM ini, pihaknya berharap akan semakin mempercepat tabulasi aset Muhammadiyah. “Salah satu strateginya adalah dengan sinergi antarmajelis. Majelis dengan AUM banyak akan dilibatkan lebih intens,” pungkas Budi Masruri yang juga menjabat Ketua MWK PDM Gresik tersebut. (fiz)

Artikel ini telah dibaca 141 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Muhammadiyah Serahkan Alat Medis kepada Rumah Sakit Palestina di Mesir

31 January 2024 - 16:49 WIB

Beribadah Berkelanjutan Kajian Anjangsana PCM Benjeng

30 January 2024 - 12:16 WIB

EMT Muhammadiyah Buat Peta Jalan Masuk Palestina

28 January 2024 - 14:39 WIB

Hypnoheart Jadikan Siswa SD Muhammadiyah Benjeng Klepek-klepek

18 January 2024 - 20:27 WIB

Caleg Kadermu Lintas Partai Komitmen Besarkan Muhammadiyah

14 January 2024 - 23:39 WIB

Sholat Dhuha Jadi Menu Pagi SDM Benjeng

9 January 2024 - 11:12 WIB

Trending di Gerak