Menu

Mode Gelap
Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur Kembangkan Program Orangtua Asuh, Muhammadiyah Gresik Tanggung Seluruh Biaya Sekolah Anak Yatim

Gerak WIB

Mundur dari Ketua PDM Gresik, Ini Pesan Dr Taufiqullah


 Musyawarah Pimpinan Muhammadiyah di Gedung Dakwah Gresik. (Foto: Ahmad Faizin) Perbesar

Musyawarah Pimpinan Muhammadiyah di Gedung Dakwah Gresik. (Foto: Ahmad Faizin)

GIRImu.com — Dr H Taufiqullah Ahmady, MPdI akhirnya benar-benar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Mundurnya Taufiqullah disetujui dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda), Senin (7/2/2022) di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik.

#

Posisinya kini digantikan oleh Drs KH Moh. In’am, MPdI yang sebelumnya salah satu wakil ketua PDM Gresik. Sementara Taufiqullah selanjutnya memilih fokus sebagai pengasuh pondok pesantren di Bantul, Yogyakarta.

Sebelumnya, pengunduran diri doktor lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu telah disetujui oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur melalui surat nomor 2516/II.0/D/2022 tertanggal 31 Januari 2022 dan rapat pleno pimpinan PDM Gresik tanggal 1 Februari 2022.

Alasan pengunduran diri Taufiqullah adalah karena ia pindah domisili dan menjadi pengasuh sebuah pesantren di Bantul,, Yogyakarta. “Sebenarnya periode kepemimpinan PDM saat ini sudah selesai (2015-2020), namun diperpanjang karena pandemi Covid-19,” terangnya.

Namun aktivitas barunya sebagai pengasuh pesantren di Bantul, Yogyakarta tidak memungkinkannya sebagai ketua PDM. “Akan ada kesulitan dalam penandatanganan surat penting dan urgen jika saya tetap sebagai ketua,” lanjutnya.

Kepada peserta Musypimda yang berasal dari unsur pimpinan PDM, UPP dan Ortom tingkat daerah, serta PCM, Taufiqullah berpesan tentang penjabaran visi kepemimpinannya yang merupakan turunan dari Muktamar, yakni “Gerakan Pencerahan untuk Gresik Berkemajuan”.

Menurutnya, ada empat aspek sebuah gerakan bisa disebut berkemajuan. Keempatnya adalah menghargai waktu, meningkatkan kompetensi kader, berpikir proyektif (masa depan), dan selalu melakukan perbaikan.

Menghargai waktu, sambung pendakwah yang juga dikenal sebagai qari’ tersebut, artinya sebagai pengurus Muhammadiyah harus benar-benar memperhatikan program kerja yang disusun untuk dijalankan selama periode yang diamanahkan.

Sementara meningkatkan kompetensi kader berarti Muhammadiyah perlu melakukan kapasitas intelektual, variasi skill, dan diaspora kemanfaatan publik. Berpikir proyektif berarti pimpinan tidak boleh terjebak pada capaian masa lalu dan membuat gebrakan yang sesuai kebutuhan masa depan. Terakhir, adalah terus berupaya melakukan perubahan menuju perbaikan. (zin)

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur

5 December 2022 - 17:54 WIB

MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru

4 December 2022 - 16:06 WIB

PRA Bolon Colomadu Bikinkan Sarapan Penggembira Muktamar 48

17 November 2022 - 13:35 WIB

PCIM Pakistan Dan LazisMu Salurkan Bantuan Untuk Penyintas Banjir

11 October 2022 - 22:15 WIB

Digitalisasi Dakwah, LDK Jatim Gelar Bimtek Dai Komunitas

27 August 2022 - 22:50 WIB

Sekolah Non Muslim Di Solo Siap Tampung Penggembira Muktamar 48

24 August 2022 - 06:05 WIB

Trending di Gerak