Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah or id WIB

Kiat Pembentukan Pribadi Islami dalam Keluarga


 Kiat Pembentukan Pribadi Islami dalam Keluarga Perbesar

#

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Susilaningsih, Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menyampaikan bahwa dalam pembentukan pribadi islami perlu adanya peran dan kontribusi keluarga di dalamnya. 

Disampaikan Susilaningsih dalam Pengajian Ramadan 1443H PP Muhammadiyah, bahwasannya setidaknya keluarga memiliki tiga peran penting.  

Pertama, keluarga memiliki peran sentral dalam proses pembentukan dan pengembangan pribadi Islami yang mencerahkan. Kedua, keluarga perlu memiliki pemahaman tentang esensi dari kepribadian Islam yang mencerahkan, proses dan karakter perkembangan usia anak dan remaja, strategi yang tepat. Ketiga, keluarga harus mampu memahami dan mengantisipasi terhadap adanya penghambat perkembangan pribadi Islami bagi anak dan keluarga, serta mampu menemukan jalan keluarnya.

Era disrupsi yang terjadi sekarang ini menurut Susilaningsih selain memberikan manfaat tapi juga menyisakan dampak negatif dan pekerjaan rumah sendiri bagi perkembangan anak dan remaja. Maka diperlukan peran orang tua dalam memperhatikan dan memilih konten yang cocok untuk dinikmati dan masuk dalam pembelajaran anak agar tidak menghambat perkembangan dan menimbulkan masalah lainnya. 

Dalam Al-Quran, telah eksplisit tertuliskan dasar teologis peran orangtua dalam konteks ini. Yakni QS at-Tahrim [66]: 6, Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Sedangkan dalam hadis Nabi Muhammad Saw disampaikan “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (potensi berislam). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. (HR Bukhari dari Abu Hurairah R.A.).

“Dasar-dasar kepribadian Islam harus beriman (bertauhid) dan beribadah kepada Allah. Kemudian sensitivitas sosial dan kasih sayang pada sesama dan kemampuan mengelola kebutuhan biologis/material dan mengendalikan dorongan ketamakan (greediness & egoistic). Ketamakan adalah sumber dari sifat dan sikap ingin menang sendiri, merasa benar sendiri, dan suka mendiskreditkan orang lain,” jelas Susi. 

Maka dalam membentuk pribadi Islam dalam konteks keluarga, Susilaningsih memberikan beberapa saran. 

Pertama, pemberian nilai-nilai Islam yang benar/lurus (bersumber dari Al-Quran dan Hadis Shahih atau Hasan), tepat usia. Kedua, sikap dan perilaku kedua orang tua sebagai model/contoh. Ketiga, pendekatan kasih sayang dalam proses mendidik. Keempat, proses pengasuhan yang tepat. Kelima, pendampingan ayah/ibu pada waktu-waktu tertentu baik untuk usia anak maupun remaja. Keenam, suasana keluarga yang harmonis. Ketujuh, pemilihan lembaga pendidikan yang tepat. Kedelapan, pemilihan kawan sebaya dalam pergaulan. Kesembilan, terhindar dari pengaruh negatif dari lingkungan dan media sosial.

Tidak hanya itu, Susilaningsih juga mengimbau para orang tua untuk menghindari pola asuh permisif dan banyak bersosialisasi dengan kegiatan memberi dan berbagi. 

“Biasakan memuji dan menghargai orang lain. Biasakan meminta maaf kalau bersalah. Kembangkan rasa empati dan kasih sayang antar teman. Memberikan pujian kepada anak sekedarnya saja, dan tidak membanding-bandingkan. Sikap dan perilaku orangtua sebagai model,”paparnya. 

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Komitmen Seorang Muslim Dapat Dilihat dari Kebiasaan Datang ke Masjid sampai Adil dalam Politik

10 December 2022 - 12:15 WIB

Sukses Muktamar 48 sebagai Energi Baru bagi Semua

10 December 2022 - 10:15 WIB

PCIM Pakistan adakan Gerakan Jumat Berkah bersama PPMI & PCINU

10 December 2022 - 00:16 WIB

SD Muhammadiyah Ini Terima Apresiasi Pendidikan Anti Korupsi dari KPK

9 December 2022 - 18:37 WIB

Sebelum Melanjutkan Pendidikan Tinggi di Luar Negeri, Peserta MSPP Dibekali AIK melalui Baitul Arqam

9 December 2022 - 15:28 WIB

Selain Perlu Konstruksi Teologis, Moderasi Beragama Butuh Lebih Banyak Ruang Dialog

9 December 2022 - 12:00 WIB

Trending di Muhammadiyah or id