Home Muhammadiyah or id Kontribusi ‘Aisyiyah Menegakkan Kedaulatan Pangan di Indonesia

Kontribusi ‘Aisyiyah Menegakkan Kedaulatan Pangan di Indonesia

by Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Latifah Iskandar, Ketua PP ‘Aisyiyah yang membidangi MEK menyampaikan bahwa Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) yang dilakukan ini adalah berdasar pokok pikiran ‘Aisyiyah Abad Kedua. GLHA disebut Latifah merupakan salah satu cara yang dilakukan ‘Aisyiyah juga sebagai alat mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamin. 

“Kita juga yakin bahwa ibu-ibu melakukan GLHA berangkat dari usaha untuk menjadikan Islam Rahmatan lil Alamin, ini memang tidak lepas dari perintah di Qur’an, surat ar Rahman ayat 10 bahwa Allah membentangkan bumi untuk kehidupan kita semua dan Allah menjanjikan umat manusia melangsungkan kehidupan melalui apa yang diberikannya bagi manusia,” tuturnya dalam webinar GLHA, Sabtu (9/4). 

Menurut Latifah GLHA ini memang harus terus digiatkan sebagai upaya kontribusi ‘Aisyiyah menegakkan kedaulatan pangan di Indonesia. Sehingga ia berharap kader-kader ‘Aisyiyah dapat menjadi motor atau tokoh sentral dari gerakan GLHA. 

“Kita harus terus melakukan GLHA dengan teratur, rapi, dan direncanakan sehingga akan menjadi hal besar dan membawa perubahan mindset serta perilaku masyarakat terkait lingkungan dan pangan juga dapat menjawab pesan-pesan al-Qur’an,” kata Latifah. 

Gunawan Budiyanto, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang hadir sebagai pembicara mengakui potensi dan kontribusi perempuan dalam ketahanan pangan. Menyampaikan materi dengan tema ‘Peran dan kontribusi Perempuan / Ormas dalam mewujudkan Ketahanan Pangan,’ Gunawan mengisahkan pengalamannya dalam kegiatan disaster management yang selalu mendapat bantuan dari para ibu-ibu.

“Pengalaman panjang saya di disaster management adalah selalu mengandalkan para ibu, yang bergerak duluan ibu-ibu bukan bapak-bapak hingga sampai melakukan recovery juga kita mulai dari kelompok kecil ibu-ibu, itu pengalaman berulang yang saya dapatkan di mana-mana,” tuturnya. 

Hal ini menurutnya menjadi suatu hal yang patut dipertimbangkan bahwa para perempuan harus ditempatkan di garda paling depan jika berbincang tentang ketahanan pangan. 

Potensi ‘Aisyiyah dengan kader yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia hingga tingkat ranting menurut Gunawan juga dapat menjadi tonggak bagi ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia. 

“Potensi ‘Aisyah yang luar biasa berdasarkan pengalaman saya, sudah menjadi bukti bahwa ibu-ibu dapat menjadi tonggak negara dan bahwa benar bahwa perempuan adalah pilar suatu negara,” terang gunawan. 

klik sumber berita ini

Related Articles

Leave a Comment