Menu

Mode Gelap
Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus Rekomendasi Jasa Pembuatan Hardbox di Bandung Talkshow PAI UM Bandung Beri Tips Seputar Pembentukan Karakter Siswa dan Guru

Muhammadiyah News Network WIB

Pendeta yang Hina Islam Kini Dikecam Pendeta Lain


 Pendeta yang Hina Islam Kini Dikecam Pendeta Lain Perbesar

Jakarta, InfoMu.co – Posisi pendeta Saifuddin kini makin tersudutkan. Setelah berminggu-minggu menjadi buron lantaran menghina agama Islam, Saifuddin kini malah dapat kecaman dari pendeta di Indonesia.

Pendeta yang juga Ketua Sekolah Tinggi Alkitab Kalam Kristus Jakarta, Joshua Tewuh, mengecam keras ujaran pendeta Saifuddin. Ia menegaskan Saifuddin telah menghina agama Islam karena menyebut 300 ayat dalam Alquran harus dihapus lantaran dinilai memicu paham radikalisme.

Pendeta Joshua mengatakan perbuatan Saifuddin bisa memantik konflik umat beragama di Indonesia. Lebih jauh tindakannya itu bakal menimbulkan keretakan hubungan antar umat beragama.

Untuk itu, dia meminta polisi mencari keberadaan Saifuddin dan menangkapnya hidup-hidup.

“Tindakannya meminta 300 ayat Alquran dihapus itu menurut saya memang penistaan agama,” kata pendeta Joshua Tewuh, dikutip dari Channel YouTube Kalam Kudus, Sabtu (8/4/2022).

Pendeta Joshua meminta masyarakat tak menyimpulkan pernyataan Saifuddin sebagai ajaran Kristen. Pasalnya, semua ujaran Saifuddin adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili prinsip ajaran Kristiani.

“Dia tidak mewakili kekristenan di Indonesia, dia mewakili pribadinya,” kata Pendeta Joshua.

Joshua menegaskan Saifuddin tak layak disebut pendeta. Semua tindak tanduknya yang gemar menyudutkan agama lain bukanlah perbuatan yang diajarkan kepada pendeta.

Justru, kata Joshua, ajaran pendeta diwajibkan mengedepankan sikap lembut dan tidak mencemooh keyakinan di luar Kristen.

“Tidak sama lho penginjilan dengan menjelekkan agama lamanya. Menjelek-jelekkan agama lain itu bukan penginjilan. Penginjilan itu memberikan kabar baik, dengan cara yang baik, dengan materi yang terbaik dalam penyajiannya. Bagi saya apa yang dilakukan Saifuddin Ibrahim ini bukan penginjilan,” jelasnya. (poskota)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tiga Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Resmi Dilantik

29 February 2024 - 01:24 WIB

Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai

28 February 2024 - 22:42 WIB

Ketua PWM Ajak Warga Muhammadiyah se-Jawa Barat Untuk Sukseskan OlympicAD VII di Bandung

28 February 2024 - 21:23 WIB

Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli

28 February 2024 - 18:40 WIB

Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus

28 February 2024 - 14:38 WIB

PWM Jawa Barat Komitmen Menjadikan Muhammadiyah Sebagai Organisasi Bermarwah, Berkemajuan, dan Berorientasi Masa Depan

28 February 2024 - 13:21 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network