Menu

Mode Gelap
Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur Kembangkan Program Orangtua Asuh, Muhammadiyah Gresik Tanggung Seluruh Biaya Sekolah Anak Yatim

Muhammadiyah or id WIB

PP Muhammadiyah Terima Silaturahim Gubernur Anies Baswedan


 PP Muhammadiyah Terima Silaturahim Gubernur Anies Baswedan Perbesar

#

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jum’at (8/4) silaturahim ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan diterima langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto.

Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung santai serta saling tukar pandangan.

Dalam pertemuan yang mendiskusikan masalah keindonesiaan secara rileks tersebut, Haedar menyampaikan tantangan masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti globalisasi, era disrupsi, dan posmodern.

Menghadapinya memerlukan pemikiran berkemajuan yang dilandasi nilai dan pijakan konstitusi yang kokoh agar tidak salah arah. Disertai sikap optimis dan spirit Bhineka Tunggal Ika yang autentik agar Indonesia bisa menghadapi tantangan ke depan.

“Indonesia punya modal rohani, politik, budaya, dan sosial yang mencukupi. Nantinya, Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar. Untuk mewujudkannya, perlu kekuatan bersama dengan mengerahkan segala kemampuan yang memadukan karakter, persatuan, dan etos kemajuan” tutur Haedar.

Demokrasi harus dijalankan dengan nilai dasar Pancasila yang diaktualisasikan secara nyata dan jiwa kenegarawanan para elite yang tinggi, bukan demokrasi prosedural yang berjalan pragmatis dan orientasi politik praktis semata.

“Di luar aspek persatuan dan demokrasi, potensi yang dimiliki bangsa ini hebat-hebat, tetapi secara kolektif dan sistem demokrasi harus kuat serta kebijakan strategis ke depan perlu rancang-bangun yang utuh agar mampu membawa Indonesia menjadi negara yang maju,” jelas Haedar.

Haedar juga menyampaikan bahwa kondisi kehidupan kebangsaan masih ada di dalam koridor demokrasi dan konstitusi, tetapi juga menghadapi sejumlah masalah dalam kehidupan berdemokrasi seperti demokrasi transaksional dan prosedural yang berorientasi kekuasaan semata dan dibayang-bayangi praktik oligarkis.

Ujian dan tantangan demokrasi akan terus dihadapi, termasuk di masa pandemi ini.

Jadi, harapannya ke depan seluruh kekuatan bangsa dapat sama-sama merawat demokrasi dalam semangat berpijak pada nilai kebangsaan yang luhur, etos kemajuan, dan konstitusi yang berlaku.

“Jaga konstitusi dan jangan disiasati untuk kepentingan-kepentingan pragmatis jangka pendek yang membuat ketidakpastian dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan”, pungkas Haedar.

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Muhadjir Effendy : Nasyiatul Aisyiyah Organisasi Strategis dengan Perempuanya yang Produktif

5 December 2022 - 20:15 WIB

Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah!

5 December 2022 - 18:24 WIB

50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur

5 December 2022 - 16:38 WIB

Lima Budaya Organisasi Islami dalam Muhammadiyah

5 December 2022 - 13:40 WIB

Mengapa Muhammadiyah Tidak Berhenti Membangun Amal Usaha? Ini Jawabannya

5 December 2022 - 12:50 WIB

Eco Bhinneka Berlatih Software Akuntasi Keuangan Berbasis Web

5 December 2022 - 11:06 WIB

Trending di Muhammadiyah or id