Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah kirim Dokter Spesialis Orthopedi Bantu Gempa Cianjur Akhirnya Mbah Nurlina Pulang Muktamar Naik Pesawat Ini Lima Poin Keputusan Ini Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta 7 Terpilih Siti Noordjannah Teratas 13 Besar Haedar Nashir Teratas

Muhammadiyah News Network WIB

Puisi Taufik Ismail Dibaca Siswa Spemdalas saat Lomba PKDA | PWMU.CO


 Puisi Taufik Ismail Dibaca Siswa Spemdalas saat Lomba PKDA | PWMU.CO Perbesar

Puisi Taufik Ismail Dibaca Siswa Spemdalas Saat Lomba PKDA, liputan Ichwan Arif kontributor PWMU.CO Gresik
Aretha Zizi Verina Iransyah saat membacakan puisi (Wulan/PWMU.CO)

Puisi Taufik Ismail Dibaca Siswa Spemdalas Saat Lomba PKDA, liputan Ichwan Arif kontributor PWMU.CO Gresik

#

PWMU.CO – Puisi Taufik Ismail berjudul Puisi Islami Ramadhan menjadi bacaan wajib dalam lomba baca puisi di Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (7/4/22).

Juri lomba pembacaa puisi Fitri Wulandari SS mengatakan sebanyak 15 peserta yang mengikuti lomba ini. Mereka adalah perwakilan dari siswa kelas VII-VIII.

“Peserta datang ontime. Mereka sangat antusias dan menunjukkan semangat berprestasi. Mereka dengan kepercayaan tinggi dalam mewakili kelas masing-masing. Meskipun tidak sampai satu pekan, mereka mampu membaca dengan intonasi, suara, dan penghayatan yang bagus,” ujar guru bahasa Indonesia ini, Jumat (8/4/22).

Secara keseluruhan, lanjutnya, tiap peserta menampilkan penampilan terbaiknya.

Muhammad Jaabir saat membaca puisi (Wulan/PWMU.CO)

Penjiwaan dan Pemahaman

Dalam mengikuti lomba baca puisi, siswa kelas VIII C Muhammad Jaabir mengaku sedikit gugup saat membaca puisi di depan juri.

“Meskipun sudah pernah mengikuti lomba baca puisi saat duduk di bangku SD, perasaan ini muncul juga. Tapi, ketika sudah membaca puisi, perasaan ini langsung hilang,” katanya.

Jaabir, sapaan akrabnya, mengatakan dalam membaca puisi ini ada 2 hal yang dipersiapan dengan baik. Mulai dari penyesuaian penjiwaan dan pemahaman teks puisi. Dalam waktu 3 hari, dia mencari referensi  dan memahami makna puisi.

“Cara ini akan membantu dalam penghayatan isi puisi saat dibacakan,” tuturnya, cowok yang bercita-cita menjadi duta besar ini.

Ketika ditunjuk wali kelas, sambungnya, dia tidak menolak. Dia langsung mengiyakan dan langsung membaca teks puisi yang akan dibaca.

Nada dan Intonasi

Hal senada juga disampaikan Aretha Zizi Verina Iransyah. Siswa kelas VII ICP 1 ini mengaku waktu mengikuti lomba puisi sempat nervous karena tidak pernah berpuisi.

“Ini adalah lomba membaca puisi pertama kalinya yang saya ikuti,” kata cewek yang memiliki hobi membaca berita ini, tersenyum.

Untuk menyiapkan lomba ini, lanjutnya, dia focus pada nada dan intonasi. Dalam menjiwai isi puisi, dia melakukan tahapan membaca berulang-ulang. “Membaca sampai paham agar bisa menghayati isi puisi tersebut,” tuturnya. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni.

sumber berita by [pwmu.co]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pesan Haedar Nashir Menjelang Pesta Demokrasi 2024

26 November 2022 - 19:39 WIB

Pemko Banda Aceh Lakukan Diseminasi Audit Kasus Stunting

26 November 2022 - 17:38 WIB

Ikut meriahkan HUT SMP 2 Nalumsari, stand teknologi smkmuhikudus tarik antusias pengunjung – Muriamu.ID

26 November 2022 - 16:55 WIB

Kisah Pak AR Ketika Jadi Imam Salat Tarawih di Tebuireng

26 November 2022 - 16:54 WIB

Fikti UMSU Tuan Rumah Devfast 2022 Diikuti 400 developer dan Mahasiswa IT

26 November 2022 - 15:37 WIB

Sore ini (26/11), MUI Sumatera Utara Bedah Buku “Membekali Ulama di Era Digital”

26 November 2022 - 13:36 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network