Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah kirim Dokter Spesialis Orthopedi Bantu Gempa Cianjur Akhirnya Mbah Nurlina Pulang Muktamar Naik Pesawat Ini Lima Poin Keputusan Ini Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta 7 Terpilih Siti Noordjannah Teratas 13 Besar Haedar Nashir Teratas

Muhammadiyah News Network WIB

Ternyata Ada Lima Polisi Terlibat Kerangkeng Bupati Langkat


 Ternyata Ada Lima Polisi Terlibat Kerangkeng Bupati Langkat Perbesar

#

Medan, InfoMu.co – Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak mengklaim pihaknya sudah memproses lima polisi yang diduga terlibat dalam kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin.
“Khusus untuk anggota Polri, kita sudah proses yang lima orang,” kata Panca di Mapolda Sumut, Medan, Jumat (8/4).

Lima polisi itu adalah AKP HS, Aiptu RS, Bripka NS, Briptu YS, dan Bripda ES. Posisi mereka masing-masing adalah ajudan Terbit, seorang kerabat Terbit, dan tamu yang pernah datang ke sana.

“Tiga ajudan, satu dia datang ke lokasi rumah itu, satu lagi berkaitan dengan keluarganya. Sudah kita proses dan kita terus menggali dengan bekerja sama dengan Komnas HAM dan LPSK,” ujarnya.

Menurut Panca, kelima polisi itu akan diproses sesuai dengan kode etik profesi Polri. Namun, Panca tidak menjelaskan lebih jauh sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada kelima personel itu.

“Yang lima ini karena keberadaannya di lokasi tersebut termasuk juga tindakannya melakukan untuk mencuci mobil karena dia ajudan. Termasuk memelihara tokek seperti itu. Itu tidak pantas untuk dilakukan anggota Polri,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja menegaskan lima personel kepolisian tidak terlibat dalam kasus kerangkeng manusia di rumah terbit.

“Saya sampaikan kembali tidak ada. Karena kami sudah melakukan tiga kali pemeriksaan terhadap lima anggota kami yang diduga ikut terlibat dengan kasus tersebut,” kata Tatan di Mapolda Sumut, Sabtu (26/3).

Keterlibatan anggota Polisi dalam kasus ini sempat diungkap Pegiat Kajian dan Penelitian KontraS Sumut Rahmat Muhammad. Menurutnya, polisi aktif tersebut berperan sebagai penjemput calon penghuni kerangkeng manusia.

“Kami menemukan beberapa anggota Polri aktif yang terlibat dalam proses penjemputan anak-anak kerangkeng, anak yang dulunya di luar kerangkeng, dijemput masuk ke dalam kerangkeng dan itu ada anggota polri yang terlibat,” ujarnya.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan pihaknya sempat memeriksa lima anggota polisi tersebut.

“Mereka yakni AKP HS adalah suami dari adik Terbit Rencana. Sementara itu, Aiptu RS dan Bripka NS berperan sebagai ajudan. Lalu, Briptu YS bertugas menjemput penghuni kerangkeng yang kabur. Kemudian, Bripda ES turut ikut menganiaya tahanan,” katanya. (cnni)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemko Banda Aceh Lakukan Diseminasi Audit Kasus Stunting

26 November 2022 - 17:38 WIB

Ikut meriahkan HUT SMP 2 Nalumsari, stand teknologi smkmuhikudus tarik antusias pengunjung – Muriamu.ID

26 November 2022 - 16:55 WIB

Kisah Pak AR Ketika Jadi Imam Salat Tarawih di Tebuireng

26 November 2022 - 16:54 WIB

Fikti UMSU Tuan Rumah Devfast 2022 Diikuti 400 developer dan Mahasiswa IT

26 November 2022 - 15:37 WIB

Sore ini (26/11), MUI Sumatera Utara Bedah Buku “Membekali Ulama di Era Digital”

26 November 2022 - 13:36 WIB

Persib Hadapi Persikabo di Stadion Pakansari Tanpa Penonton

26 November 2022 - 12:53 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network