Home Muhammadiyah News Network Empat Bekal Jalani Ramadhan | PWMU.CO

Empat Bekal Jalani Ramadhan | PWMU.CO

by PWMU CO
Empat Bekal Jalani Ramadhan, liputan Zulfatus Salima kontributor PWMU.CO
Fatih Futhoni menyampaikan pengajian menyambut Bulan Suci Ramadhan (Zulfatus/PWMU.CO)

Empat Bekal Jalani Ramadhan, liputan Zulfatus Salima kontributor PWMU.CO

PWMU.CO – Empat bekal yang perlu disiapkan untuk menghadapi bulan Ramadhan disampaikan Fatih Futhoni MPd dalam pengajian menyambut Bulan Ramadhan di Masjid Maqbul, Brondong Paciran Lamongan, Ahad (27/3/22).

Fatih, sapaan akrabnya, dalam ceramahnya mengatakan dalam al-Quran Surat al-Baqarah ayat 183-185 dan 187 adalah ayat yang berkaitan dengan surat Ramadhaniyah. Sedangkan ayat 186 berisi tentang dekatnya Allah dan doa akan di maqbulkan dalam Bulan Ramadhan.

“Bekal yang pertama adalah hati harus berbahagia untuk menyambut Bulan Ramadhan,” ujarnya.

Fatih menceritakan zaman dahulu ulama salafi Bulan Ramadhan telah selesai, mereka menangis selama 6 bulan dan berdoa agar bertemu kembali.

Kemudian bekal kedua yaitu selesaikan perkara atau masalah-masalah dengan tetangga, teman, atau orang lain di sekitar. Sebaliknya, selama bulan Ramadhan sebaiknya tidak membuat masalah dengan manusia lain karena kelipatannya luar biasa di bulan suci tersebut.

Bulan Spesial

Fatih menyampaikan bulan Ramadhan merupakan bulan yang spesial dan istimewa. Hal tersebut karena didalam bulan Ramadhan ada Nuzulul Quran atau turunnya al-Quran sehingga Jibril adalah malaikat yang istimewa karena satu-satunya malaikat yang menyampaikan ayat-ayat al-Quran.

Begitu juga Nabi Muhammad juga spesial karena Nabi terakhir dan yang menerima ayat al-Quran. Serta bulan yang satu-satunya lebih baik dari pada seribu bulan.

“Selanjutnya untuk bekal yang ketiga yaitu berbuat baik kepada orangtua. Rasulullah berkata celakalah, celakalah sampai tiga kali. Hal tersebut karena apabila masih berkesempatan bersama orangtua akan tetapi tidak bisa masuk surga karena tidak bisa berbuat baik kepada keduanya.

Maka, katanya, akan sangat merugi orang-orang yang tidak bisa masuk surga padahal masih ada orangtuanya baik satu atau keduanya. Surga dari orangtua adalah surga melalui pintu tengah.

“Untuk berbuat baik pada kedua orangtua, yang bisa dilakukan ada tiga hal yang pertama berbuat baik pada orangtua. Kedua jangan pernah menyakiti hati keduanya dan yang ketiga ini adalah yang paling sulit dilakukan adalah sabar atas keduanya,” terangnya.

Perbaiki Shalat

Fatih menjelaskan bekal puasa yang terakhir adalah perbaiki shalat. Shalat di awal waktu dan disegerakan, tidak ada shalat yang bolong-bolong. Selain itu shalat sunnah juga dilaksanakan.

“Shalat sunnah itu ada banyak. Ada shalat sunnah rawatib, dhuha, setelah wudhu dan shalat sunnah lainnya. Karena apa? Karena ada neraka khusus bagi orang-orang yang tidak mau melaksanakan shalat yaitu neraka Shaqar,” katanya.  

Terakhir Fatih menyampaikan pesan Nabi Muhammad kepada para Jamaah agar setelah shalat subuh membaca doa tersebut. Doa tersebut berisi tiga hal yaitu tentang ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan terakhir amalan yang diterima. (*)

Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment