Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah News Network WIB

Jaket Biru Matan, Kenangan Ketua PCM Krembangan bersama Nadjib Hamid | PWMU.CO


 Jaket Biru Matan, Kenangan Ketua PCM Krembangan bersama Nadjib Hamid | PWMU.CO Perbesar

Jaket biru Matan
Ketua PCM Krembangan Sutikno berjaket biru Matan. (Muriyono/PWMU.CO)

PWMU.CO– Jaket biru bertuliskan Matan dikenakan Ketua PCM Krembangan Surabaya Sutikno SSos saat menghadiri kajian Baitul Arqam guru-karyawan di Auditorium SD Muhammadiyah 11 Dupak Bangunsari, Sabtu (9/4/2022).

#

Dia mengatakan, jaket biru itu ada kenangan tersendiri. ”Jaket ini pemberian Ustadz Nadjib Hamid. Hanya ada satu jaket ini se Kecamatan Krembangan. Jaket limited edition,” ceritanya yang langsung mendapat tepuk tangan peserta kajian.

Tanggal 9 April, hari ini, juga bertepatan dengan wafatnya Ustadz Nadjib Hamid, Wakil Ketua PWM Jawa Timur setahun yang lalu.

Dia melanjutkan ceritanya, jaket ini diberikan Ustadz Nadjib Hamid kira-kita 7-8 tahun yang lalu saat pertemuan reseller Majalah Matan. ”Beliau sosok tokoh Muhammadiyah yang menginspirasi bagi kita generasi muda. Berdakwah sampai ke daerah-daerah se Jawa Timur tanpa kenal lelah dan mengayomi serta menyejukkan,” tuturnya.

Perjuangan dakwahnya harus diteladani. Apalagi bagi seorang guru, katanya. Sekolah sebagai ladang dakwah yang baik maka maksimalkan amal kebaikan di sini sesuai bidangnya.

Menurut dia, teladan dari sosok Ustadz Nadjib Hamid untuk guru-guru di PCM Krembangan adalah pertama, kreatif.

”Dalam pembelajaran seorang guru harus menyampaikan materi secara maksimal dengan berbagai media yang sesuai supaya mudah dipahami oleh siswa,” katanya.

Kedua, unggul. Semua stakeholder sekolah Muhammadiyah 11 harus bersatu mengembangkan sekolah supaya unggul dari sekolah lainnya. Dengan ciri khas tersendiri, sehingga menjadi sekolah yang diidamkan oleh masyarakat.

Ketiga, amanah. Menjadi pendakwah di sekolah Muhammadiyah harus amanah. Yaitu mengajar dan melayani siswa maupun orang tua siswa dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.

”Karena kepercayaan masyarakat menentukan kemajuan dan berkembangnya sekolah,” ujarnya.

Terakhir keempat, tangguh. Sebagai sekolah swasta kita harus tangguh di tengah masa pandemi. Baik secara pelayanan dan finansial sehingga kegiatan yang sudah direncanakan bisa terlaksana, siswa dan wali siswa tidak dirugikan, meringankan beban wali siswa yang terdampak.

Baitul Arqam ini diadakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya.

Dihadiri peserta dari seluruh guru-karyawan SD-SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. Juga Ketua PCM Krembangan Sutikno SSos, Ketua Majelis Dikdasmen Dr Izza Anshori MT, Kepala SD MuhlaS Mursiah MPd, Kepala SMP Muven (SMP M11) Arif Himawan MPd, dan Sekjen Majelis Tabligh PWM Jawa Timur Afifun Nidhom MPd MH.

Penulis Muriyono Editor Sugeng Purwanto

sumber berita by [pwmu.co]

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tingkatkan Wawasan & Pengalaman Mahasiswa, Prodi Administrasi Publik UM Bandung Kunjungi Kementerian PANRB

10 December 2022 - 06:30 WIB

Mohammad Natsir dan Tiga Gurunya yang Inspiratif

10 December 2022 - 02:27 WIB

Cetak Gol ke Gawang Persik, Ini Komentar Febri Hariyadi

9 December 2022 - 22:26 WIB

UM Bandung Siap Gelar Wisuda, Tokoh Ini Akan Sampaikan Orasi Ilmiah

9 December 2022 - 18:24 WIB

Aisyiyah Terima Penghargaan BKKBN Atas Upaya Dan Peran Penurunan Stunting

9 December 2022 - 18:23 WIB

Asep Dayat dan Persib Bandung

9 December 2022 - 14:23 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network