Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah or id WIB

Prof Emil Salim Jelaskan Tiga Krisis Dunia yang juga Dialami Indonesia


 Prof Emil Salim Jelaskan Tiga Krisis Dunia yang juga Dialami Indonesia Perbesar

#

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA—Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia ke-1, Prof. Emil Salim dalam Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah – ‘Aisyiyah ke-48 pada (9/4) menyebut bahwa dunia saat ini mengalami tiga krisis.

Pertama, krisis yang dihadapi dunia adalah covid-19. Di mana sejak awal 2020 covid-19 menyebar dari Wuhan ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Sumber virus ini adalah dari kelelawar.

Kuat dugaan, imbuh Prof. Emil, kelelawar ini mengalami gangguan dalam ekosistemnya sehingga menyebarkan virus covid-19.

Kedua, krisis yang dihadapi oleh dunia adalah perubahan iklim. Menurutnya sejak revolusi industri hingga sekarang iklim dunia mengalami kenaikan suhu bumi akibat pencemaran industri. Dunia sepakat melalui Persetujuan Paris, bahwa 2050 kadar pencemaran di bumi ini akan nol atau net zero sum.

“Akan tetapi Intergovernmental Panel on Climate Change pada Februari 2022 menyimpulkan bahwa cita-cita ini tidak dicapai. Bahkan kemungkinan besar, net zero sum harus dipercepat bukan 2050 tetapi 2040,” imbuhnya.

Prof. Emil menjelaskan bahwa, artinya pada 2040 semua Negara harus berusaha agar pencemaran yang dikeluarkan oleh industri dan manusia dunia untuk diserap sehingga pencemarannya menjadi nol. Dalam konteks Indonesia, menurutnya belum sampai di situ untuk mengurangi krisis lingkungan.

Ketiga, krisis yang dihadapi oleh dunia adalah dehumanisasi ilmu. Sejak revolusi industri pergeseran dari sumber energi alami seperti hewan sebagai tenaga untuk membantu kerja-kerja manusia. Akan tetapi kemudian berubah menggunakan serba mekanik, machinal dan robotic tanpa rasa kehidupan budaya, sosial, dan agama.

“Sehingga kendali unsur humanisme, unsur kemanusiaan budaya, sosial, dan agama letaknya kepinggir,” imbuhnya.

Dari ketiga krisis tersebut, Indonesia sebagai Negara beriklim tropis mengalami tantangan perubahan iklim, yang tentu saja hal ini juga menjadi permasalah dunia secara luas.

Prof. Emil menyebut akibat perubahan iklim ini Indonesia mengalami kelangkaan air minum khususnya di pulau-pulau, pertanian, pangan, kesehatan dan masih banyak yang lainnya.

Prof. Emil menambahkan, untuk mengatasi permasalah tersebut diperlukan pendekatan lokal atau kedaerahan dalam menanggapi perubahan iklim. Mengingat persebaran keterampilan – keahlian belum merata, maka perlu ditingkatkan pengembangan sumber daya manusia di daerah. Agar mampu secara mandiri menanggapi tantangan ini.

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Muhammadiyah yang Ramah Perempuan dan Anak

10 December 2022 - 12:40 WIB

Komitmen Seorang Muslim Dapat Dilihat dari Kebiasaan Datang ke Masjid sampai Adil dalam Politik

10 December 2022 - 12:15 WIB

Sukses Muktamar 48 sebagai Energi Baru bagi Semua

10 December 2022 - 10:15 WIB

PCIM Pakistan adakan Gerakan Jumat Berkah bersama PPMI & PCINU

10 December 2022 - 00:16 WIB

SD Muhammadiyah Ini Terima Apresiasi Pendidikan Anti Korupsi dari KPK

9 December 2022 - 18:37 WIB

Sebelum Melanjutkan Pendidikan Tinggi di Luar Negeri, Peserta MSPP Dibekali AIK melalui Baitul Arqam

9 December 2022 - 15:28 WIB

Trending di Muhammadiyah or id