Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah News Network WIB

Haedar Nashir Sentil Kebijakan Pemerintah Membangun Kota Bermegah-megah


 Haedar Nashir Sentil Kebijakan Pemerintah Membangun Kota Bermegah-megah Perbesar

#

 

Jakarta, InfoMu.co – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyentil pembangunan kota-kota megah sebagai ambisi berlebihan dari pengambil kebijakan.

Menurut Haedar, ambisi ini hanya akan menghasilkan kerusakan alam dan lingkungan. Lebih jauh, bahkan ambisi pembangunan pemerintah dapat menjadi ancaman bagi Bumi.

“Tapi rumah ini tidak bisa kita rawat bersama karena ambisi-ambisi berlebihan dari para pengambil keputusan ingin membangun legacy,” ujar Haedar dalam diskusi daring Pra-Muktamar Muhammadiyah, Sabtu (9/4).

“Ingin membangun mercusuar, kota hebat, pembangunan yang raksasa, dan segala macam bentuk legacy, kekuasaan yang sesungguhnya sadar atau tidak sadar karena tidak sama dalam mencermati kondisi alam,” sambungnya.

Haedar membandingkan kondisi ini dengan buku The Uninhabitable Earth karya David Wallace yang bercerita tentang masa depan ketika bumi tidak lagi bisa dihuni oleh manusia. Dalam buku itu, disebutkan manusia masa kini sebagai manusia yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), namun justru sangat pragmatis.

“Manusia di era ini dengan segala alam pikirannya yang post-modern, modern, berparadigma iptek, tapi sangat instrumental dan pragmatis tadi,” tutur Haedar.

Lebih jauh, menurut Haedar, dampak dari pembangunan yang masif adalah munculnya perubahan iklim yang menjadi ancaman. Haedar menilai, perubahan iklim ini bahkan dapat menjadi ancaman yang melebihi bom dan produk dari hasil manusia langsung.

“Kita bisa menyaksikan langsung berbagai bencana alam yang tidak lagi alamiah, badai, kelaparan, laut yang sekarat, udara yang tidak dapat dihirup. Wabah akibat pemanasan global, bahkan ambruknya ekonomi,” papar Haedar.

“Terjadinya konflik akibat iklim semuanya terkait dengan perubahan iklim global hasil dari atau produk negatif dari kebijakan-kebijakan manusia di berbagai negara,” lanjutnya.

Pada dampak yang lebih ekstrem, Haedar mengutip David Wheels, bahwa kehidupan di Bumi kini berada di ambang kepunahan.

“Menyerupai kiamat. Kita ingat pada the day after, manusia tidak dapat memilih planet karena inilah tempat satu-satunya alam semesta yang dapat disebut sebagai homes, rumah kita,” pungkas Haedar.[prs/realitarakyat)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tingkatkan Wawasan & Pengalaman Mahasiswa, Prodi Administrasi Publik UM Bandung Kunjungi Kementerian PANRB

10 December 2022 - 06:30 WIB

Mohammad Natsir dan Tiga Gurunya yang Inspiratif

10 December 2022 - 02:27 WIB

Cetak Gol ke Gawang Persik, Ini Komentar Febri Hariyadi

9 December 2022 - 22:26 WIB

UM Bandung Siap Gelar Wisuda, Tokoh Ini Akan Sampaikan Orasi Ilmiah

9 December 2022 - 18:24 WIB

Aisyiyah Terima Penghargaan BKKBN Atas Upaya Dan Peran Penurunan Stunting

9 December 2022 - 18:23 WIB

Asep Dayat dan Persib Bandung

9 December 2022 - 14:23 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network