Menu

Mode Gelap
Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur Kembangkan Program Orangtua Asuh, Muhammadiyah Gresik Tanggung Seluruh Biaya Sekolah Anak Yatim

Muhammadiyah News Network WIB

Kaderisasi Muhammadiyah Mestinya Juga Sentil Masalah Ini | PWMU.CO


 Kaderisasi Muhammadiyah Mestinya Juga Sentil Masalah Ini | PWMU.CO Perbesar

Kaderisasi
M Khoirul Abduh mengisi BAD PCPM Kedungadem. (Samsul/PWMU.CO)

PWMU.CO– Kaderisasi dan kepemimpinan menjadi bahasan sesi kedua Baitul Arqam Dasar (BAD) Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kedungadem Bojonegoro di Aula Gedung Dakwah, Sabtu (9/4/2022).

#

Sesi ini diisi pembicara M. Khoirul Abduh mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur. Dia berasal dari Jombang.

”Saya adalah aktivis Muhammadiyah, istri saya kelahiran Lamongan juga aktivis Muhammadiyah dan mungkin pada masa itu hanya saya yang mendapat istri sama-sama Muhammadiyah. Dan saya  juga mengajarkan anak-anak saya untuk menjadi kader-kader Muhammadiyah. Anak saya merupakan aktivis di IPM dan IMM,” kata Abduh memperkenalkan diri kepada peserta.

Dia kagum, di PCPM Kedungadem Bojonegoro ini melihat banyak pemuda yang memikirkan kaderisasi Muhammadiyah lewat Baitul Arqam ini.

Menurut dia, menjadi kader itu harus terbuka ketika dikritik oleh siapapun. ”Tidak boleh ngamuk-ngamuk ketika dikritik dan itulah kader Muhammadiyah sesungguhnya,” kata Abduh yang sekarang menjabat Wakil Ketua PDM Jombang.

Dia mengungkapkan problem dakwah Muhammadiyah adalah pemimpin yang tidak mendorong anaknya menjadi aktivis di Muhammadiyah. Anak adalah aset kader penerus dakwah kita

”Kalian para kader Muhammadiyah, yang menjadi agen perubahan jangan berdakwah dengan yang sunnah saja. Jangan memanjangkan jenggot saja dan jangan berkopiah saja,” tandasnya.

Tugas kalian, sambung Abduh, adalah berat. Bakwahlah di semua bidang jangan dakwah membahas yang sunnah saja. Karena Muhammadiyah yang berkemajuan ialah yang mengikuti perkembangan zaman.

”Alhamdulillah PCPM Kedungadem masih memikirkan Muhammadiyah sehingga masih peduli dengan Muhammadiyah,” ujarnya.

Dia menceritakan, tantangan dakwah yang dihadapi seperti banyaknya LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) yang mulai membeludak di masyarakat.

”Seorang perempuan yang suka sesama diakibatkan karena si wanita tersebut sering tersakiti lalu bertemu dengan perempuan senasib akhirnya mereka merasa nyaman. Dari faktor inilah mereka suka sama jenis,” cerita dia.

Ditegaskan, tantangan dakwah sosial seperti itu juga harus menjadi perhatian kader Muhammadiyah. Bukan hanya soal jenggot, kopiah, dan identitas lain.  

Dia bersyukur kaderisasi Pemuda Muhammadiyah terus berjalan di pelosok daerah seperti di Kedungadem ini.

”Alhamdulillah ada generasi penerus kita dengan pengkaderan Pemuda Muhammadiyah cikal bakal generasi yang akan meneruskan Muhammadiyah dan Muhammadiyah ini butuh pemuda yang militan dan berintegritas,” tandasnya. (*)

Penulis Samsul Arifin  Editor Sugeng Purwanto

sumber berita by [pwmu.co]

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pembukaan Gelar Karya P5 dan Classmeeting SMK Muhammadiyah Kudus 2022 – Muriamu.ID

6 December 2022 - 02:02 WIB

Relawan Muhammadiyah Lumajang Lakukan Asesmen dan Bantu Warga Terdampak Gunung Semeru

6 December 2022 - 01:59 WIB

Penyintas Gempa Cianjur Berterima Kasih Atas Respon Dan Layanan Muhammadiyah

6 December 2022 - 01:58 WIB

Kemeriahan Fashion Show Gelar Karya P5 SMK Muhammadiyah Kudus – Muriamu.ID

5 December 2022 - 22:01 WIB

Lazismu Jawa Timur Kirim 50 Ribu Kaleng Sarden untuk Korban Gempa Cianjur

5 December 2022 - 21:58 WIB

Pidato Perdana Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Terpilih dalam Penutupan Muktamar

5 December 2022 - 21:56 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network