Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah News Network WIB

Nilai-Nilai Islam Perwujudan Tauhid | PWMU.CO


 Nilai-Nilai Islam Perwujudan Tauhid | PWMU.CO Perbesar

Dr M Saad Ibrahim MA menjelaskan Nilai-Nilai Islam Perwujudan Tauhid (Istimewa/PWMU.CO)

Nilai-Nilai Islam Perwujudan Tauhid, liputan Ain Nurwindasari, kontributor PWMU.CO Gresik.

#

PWMU.CO – Dr M Saad Ibrahim menjelaskan tentang nilai-nilai Islam yang dikaitkan dengan tauhid pada Pengajian Ramadhan 1443 Mugeb Schools yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan, di SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik, Jumat (8/4/2022).

Saad menjelaskan, di antara yang termasuk nilai Islam adalah tidak boleh merendahkan orang lain.

“Kita merendahkan orang itu artinya kita menempatkan orang di bawah kita. Kita sombong juga meletakkan diri kita lebih tinggi dari orang yang bersangkutan. Apakah kita tidak boleh sombong? Boleh, dalam konteks perang kita boleh sombong,” terangnya.

Saad kemudian memberi contoh ketika Nabi Sulaiman menolak hadiah dari Ratu Balqis dan menyampaikan kepada para utusannya yang disebutkan dalam an-Naml ayat 38. 

“Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba’) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina.”

“Itu kan kesombongan. Itu perang,” jelasnya.

Saad mengingatkan, seorang pimpinan harus paham situasi, apakah sedang dalam keadaan perang atau tidak. Situasi perang adalah situasi khusus sehingga bersikap sombong adalah tepat. Namun dalam situasi normal bersikap sombong tidak dibenarkan. 

“Lha itu kalau nggak tahu kalau itu situasi khusus disikapi dengan hukum normal. Jangan situasi khusus disikapi dengan hukum normal, juga situasi normal jangan disikapi khusus. Jadi supaya tepat,” jelasnya.

Nilai Empati

Selanjutnya Saad menjelaskan salah satu nilai Islam adalah empati yang didapatkan dari puasa.

“Karena kita tidak boleh merendahkan orang, dan kita dalam konteks kesejahteraan dalam konteks kehidupan itu berbeda-beda, maka puasa mengajarkan kita untuk tidak sekedar simpati kepada orang, tapi lalu ditingkatkan pada empati,” terangnya.

Menurutnya sikap simpati adalah sikap yang baik namun seseorang masih mengambil jarak dengan orang lain. Akan tetapi sikap empati lebih mendorong seseorang masuk ke dalam jiwa orang lain yang kehidupannya lebih rendah.

“Dengan puasa itu kita merasakan. Karena salah satu hikmah puasa itu adalah merasakan penderitaan orang-orang fakir dan miskin,” jelasnya.

Menurutnya, puasa dapat membangun jiwa umat Islam untuk memusuhi kesyirikan yang berimplikasi pada kezaliman.

“Maka posisi yang paling rendah relasi kita dengan manusia itu posisi simpati. Tapi simpati itu sering kali tidak mendorong kita berbuat lebih baik lagi, kecuali empati,” tandasnya. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

sumber berita by [pwmu.co]

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

SD Muh 1 Surakarta Terima Apresiasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) dari KPK – Muriamu.ID

10 December 2022 - 10:33 WIB

Mewaspadai Penyakit Musim Hujan – bandungmu.com

10 December 2022 - 10:31 WIB

Tingkatkan Wawasan & Pengalaman Mahasiswa, Prodi Administrasi Publik UM Bandung Kunjungi Kementerian PANRB

10 December 2022 - 06:30 WIB

Mohammad Natsir dan Tiga Gurunya yang Inspiratif

10 December 2022 - 02:27 WIB

Cetak Gol ke Gawang Persik, Ini Komentar Febri Hariyadi

9 December 2022 - 22:26 WIB

UM Bandung Siap Gelar Wisuda, Tokoh Ini Akan Sampaikan Orasi Ilmiah

9 December 2022 - 18:24 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network