Menu

Mode Gelap
Digelar Sebentar Lagi, Ketua PWM Jabar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung dan Sukseskan OlympicAD VII Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus Rekomendasi Jasa Pembuatan Hardbox di Bandung

Muhammadiyah News Network WIB

Jokowi Gelar Ratas Bahas Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024


 Jokowi Gelar Ratas Bahas Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 Perbesar

 

Jakarta, InfoMu.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar Rapat Terbatas (Ratas) Persiapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 10 April 2022 lalu.

Adapun hasil dari rapat terbatas tersebut, Jokowi meminta jajarannya untuk menyampaikan jadwal pelaksanaan Pemilu 2024 kepada masyarakat.

Selain itu, Jokowi juga dijadwalkan akan melantik 7 anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan 5 anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Selasa, 12 April 2022.

Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Azyumardi Azra menyoroti langkah yang diambil Jokowi dalam Ratas tersebut.

Menurutnya, ada hal yang terkesan mendesak dari Jokowi. Pasalnya, isu demo 11 April 2022 sudah menggema sejak jauh-jauh hari.

“Saya kira ada hal mendesak dari Presiden, karena memang isu tentang demo 11 April (kemarin) sudah tersebar dimana-mana, saya kira itu dianggap darurat oleh Jokowi”, ucap Azyumardi dilansir Pikiran-Rakyat dari kanal YouTube Hersubeno Point pada Selasa, 12 April 2022.

Kendati demikian, Azyumardi mengapresiasi bahwa langkah tersebut lebih maju daripada pernyataan Jokowi yang sebelumnya, yakni berupa himbauan kepada para menteri untuk berhenti berwacana mengenai penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden.

Akan tetapi, pernyataan tersebut dirasa Azyumardi belum cukup untuk menuntaskan skeptisisme di tengah masyarakat yang kini belum sepenuhnya percaya dengan pernyataan Jokowi selama ini.

“Kalau Jokowi secara tegas dan eksplisit menyatakan bahwa dia mematuhi konstitusi dan menyatakan akan mengakhiri jabatan pada 20 Oktober 2024 ketika Presiden dan Wakil Presiden baru dilantik, saya kira tidak akan ada lagi diskusi-diskusi tentang 3 periode,” ujar Azyumardi.

Azyumardi berpendapat, pernyataan Jokowi dinilai belum tegas, bahkan sejauh ini dirasa belum menutup peluang penundaan Pemilu.

“Celah tersebut masih ada misalnya terjadi bencana alam skala besar, lalu dana Pemilu tidak ada, walaupun kemarin Presiden bilang kalau dananya sudah direncanakan, tapi siapa yang bisa memastikan bahwa dana tersebut sepenuhnya ada, mencukupi untuk kebutuhan Pemilu,” katanya.

Ia juga menyinggung soal penanganan harga-harga barang dalam beberapa bulan ini terakhir yang dinilainya belum teratasi.

Misalnya minyak goreng curah yang diumumkan dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu, tapi pada praktiknya dijual Rp18 ribu hingga Rp20 ribu.

Adapun permasalahan bahan bakar minyak (BBM) seperti solar sampai saat ini dinilai belum teratasi, Azyumardi mengkhawatirkan bila pemerintah tidak diingatkan dan tidak mengerahkan seluruh tenaganya, maka akan terjadi kekacauan seperti di Sri Lanka.

Azyumardi juga memiliki pandangan pribadi mengenai Jokowi, ia menilai hal yang disampaikan Jokowi dipahami dengan kaidah Fiqh Mafhum al-Mukhalafah, yang berarti dipahami secara terbalik.

“Apa yang dinyatakan dan dijanjikan oleh Presiden Jokowi, baik saat kampanye hingga saat menjabat dalam 2 periode ini, realisasinya berbeda. Apa yang dinyatakan dengan apa yang dilakukan berbeda,” ucapnya.

Azyumardi mengambil contoh, ketika korupsi sedang merajalela seperti saat ini, hal yang dilakukan Jokowi menurutnya justru melemahkan KPK.

“Jadi kita harus punya ancang-ancang untuk menyikapinya, jangan 100 persen percaya. Walaupun kita harus tetap berprasangka baik, tapi tetap harus ada reserve-nya, karena dengan alasan tertentu bisa saja apa yang dinyatakan tidak terwujud, termasuk pertimbangan dari orang-orang di sekeliling Presiden yang masih mungkin kasak-kusuk” kata Azyumardi.

“Jadi kita tinggal tunggu saja dalam beberapa hari atau beberapa pekan ke depan ini, apakah masih akan melakukan manuver atau tidak”, ucapnya.

Di sisi lain, Azyumardi penitngnya berpandangan proposial, namun tetap harus diiringi dengan prasangka baik kepada semua orang, termasuk Presiden. Apalagi dengan gegabah memvonis sesuatu tanpa bukti. (PR)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Digelar Sebentar Lagi, Ketua PWM Jabar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung dan Sukseskan OlympicAD VII

29 February 2024 - 02:44 WIB

Tiga Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Resmi Dilantik

29 February 2024 - 01:24 WIB

Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai

28 February 2024 - 22:42 WIB

Ketua PWM Ajak Warga Muhammadiyah se-Jawa Barat Untuk Sukseskan OlympicAD VII di Bandung

28 February 2024 - 21:23 WIB

Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli

28 February 2024 - 18:40 WIB

Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus

28 February 2024 - 14:38 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network