Home Muhammadiyah News Network Keutamaan Mendoakan tanpa Sepengetahuan yang Didoakan – PWMU.CO

Keutamaan Mendoakan tanpa Sepengetahuan yang Didoakan – PWMU.CO

by PWMU CO
Keutamaan Mendoakan tanpa Sepengetahuan yang Didoakan (ilustrasi freepik.com)

Mendoakan tanpa Sepengetahuan yang Didoakan oleh Ustadz Muhammad Hidayatulloh, Pengasuh Kajian Tafsir al-Quran Yayasan Ma’had Islami (Yamais), Masjid al-Huda Berbek, Waru, Sidoarjo

PWMU.CO – Kajian Mendoakan tanpa Sepengetahuan yang Didoakan berdasarkan hadits riwayat Muslim:

عَن أَبي الدَّردَاءِ رضي الله عنه أَنَّهُ سمِعَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: ما مِن عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بظَهْرِ الغَيْبِ, إلَّا قالَ المَلَكُ: وَلَكَ بمِثْلٍ. رواه مسلم

Dari Abu Darda’ radliyaallahu anhu ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Tidaklah seorang Muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga.” (HR Muslim)

Doa Fasilitas Istimewa

Doa merupakan fasilitas istimewa soerang hamba dari Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Betapa sombongnya manusia yang tidak mau berdoa, karena seolah ia akan mampu menjalankan kehidupannya tanpa ada halangan dan danpat mencapai puncak prestasinya dengan kekuatannya sendiri.

Padahal Allah memberikan jaminan bakal dikabulkannya doa, dan orang yang sombong yang tidak butuh Allah akan dimasukkan neraka.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ  

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Ghafir: 60)

Doa merupakan ibadah sebagaimana ayat di atas, mereka yang enggan berdoa merupakan bentuk kesombongan.

Selain itu doa merupakan senjata bagi seorang Mukmin (silahul mukmin). Doa merupakan jalan menuju kesuksesan, menjadi aktivitas yang dapat menghindarkan dari bahaya dan juga dalam mendapat manfaat atau anugerah.  

Doa berarti dengan keimanannya kepada Allah, ada rasa optimis bersama Allah akan kehidupannya di dunia sampai di akhirat. Maka bagi seorang Mukmin akan selalu mengedepankan positive thinking kepada Allah. 

Jika mendapatkan anugerah ia sadari hal itu sebagai amanah baginya, yang harus disyukuri dengan jalan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya tanpa ada kebanggaan atau kesombongan diri. 

Bila belum mendapatkan sebagaiman harapannya, ia tetap ber-positive thinking kepada Allah itulah yang terbaik bagi dirinya menurut Allah, ia yakin akan ada yang anugerah yang lebih baik lagi karena Allah sudah pasti tidak akan menelantarkan hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.

Mendoakan Saudara dari Belakangnya

Hadits di atas memberikan dorongan kepada kaum Mukiminin untuk mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya secara khusus, juga tanpa diminta mendoakannya. 

Hal ini menjadi aktivitas yang sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini menunjukan hatinya memiliki kelapangan seluas samudera, karena tidak ada lagi rasa iri hati atau dendam juga kebencian.

Mendoakan saudara tanpa sepengetahuanya merupakan wujud kasih sayang antara sesama Mukmin. Ia akan merasa bahagia ketika mendengar dan melihat saudaranya mendapatkan kebahagiaan, sekalipun ia tidak mendapatkan apa-apa dari saudaranya. 

Bagi yang mendapatkan anugerah ia juga loman dan suka membantu meringankan beban saudaranya pula. Karena ia sadar bahwa anugerah yang didapat itu bisa jadi merupakan bagian dari doa-doa yang dipanjatkan saudaranya untuknya, termasuk doa yang tak terhijab adalah doa ibu untuknya. 

Ketika seseorang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya maka Malaikat turut mendukung dengan mendoakan pula. Doa Malaikat kepada Allah kepada hamba yang demikian adalah doa seperti yang didoakan itu akan juga kembali kepadanya, sehingga menjadikan pahala yang berlipat-lipat.

Baca sambungan di halaman: Doa dalam al-Quran

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment