Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah kirim Dokter Spesialis Orthopedi Bantu Gempa Cianjur Akhirnya Mbah Nurlina Pulang Muktamar Naik Pesawat Ini Lima Poin Keputusan Ini Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta 7 Terpilih Siti Noordjannah Teratas 13 Besar Haedar Nashir Teratas

Muhammadiyah or id WIB

Menentukan Pilihan Produksi Pangan Bagi Manusia juga Harus Berwawasan Lingkungan


 Menentukan Pilihan Produksi Pangan Bagi Manusia juga Harus Berwawasan Lingkungan Perbesar

#

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Masalah ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan perubahan iklim, menurut Prof. Susamto Somowiyarjo, Anggota Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah hal itu disebabkan karena dalam pengadaannya boros energi.

Dalam acara Tadarus Lingkungan MLH PP Muhammadiyah pada, Selasa (13/4), Prof. Susamto mencontohkan seperti adanya ‘pemaksaan’ produksi padi untuk IP400 atau dalam setahun melakukan panen 4 kali.

“Akibatnya kita harus memberi masukan yang luar biasa dalam hal energi, jadi pertanian sekarang ini menggunakan energi yang luar biasa,” tuturnya.

Program IP 400 dicapai dengan memberikan intervensi pupuk yang berjumlah banyak, dan pupuk yang digunakan juga kimia agar targetan program terealisasi. Guru Besar Patologi Tanaman UGM ini mengilustrasikan, bahwa 1 kg Nitrogen itu setara dengan 1,9 liter bensin.

Lebih jauh, Prof. Susamto menjelaskan bahwa di Indonesia persoalan pertanian dalam kaitannya dengan perubahan iklim dimulai sejak dalam pemilihan benih atau on farm sampai dengan penyimpanan hasil bertani atau out farm.

Di Bulan Ramadan, ia mengajak kepada umat muslim, dan masyarakat Indonesia secara luas untuk berhijrah menggunakan bahan-bahan makanan yang ramah lingkungan dan hemat energi. Sebab, masalah perubahan iklim ini milik bersama dan perbaikan bisa dimulai dari diri sendiri dalam menentukan pangan yang akan dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM 2014-2015, Surono dalam paparannya mengajak kepada seluruh umat manusia agar dermawan kepada alam. Berlaku dermawan kepada alam menurutnya manusia tidak akan merugi, sebab semua yang dimiliki oleh manusia berasal dari alam.

“Kita selalu diberi oleh alam dan alam tidak pernah meminta kembali. Oleh karena itu kita harus memberi suatu imbalan kepada alam yaitu dengan cara mengelola dengan kehati-hatian,” sambungnya.

 Senada dengan Prof. Susamto, Surono juga menyebut bahwa persoalan perubahan iklim ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Oleh karena itu ia mengajak kepada semua, tidak terkecuali untuk mengurangi perilaku-perilaku yang menyebabkan krisis iklim.

“Mari kita mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi risiko bencana,” tandasnya.

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dubes RI untuk Lebanon Mendorong Santri Mu’allimaat Menjadi Agen Kosmopolitan

26 November 2022 - 19:16 WIB

Bolehkah Dana Zakat Dialihkan untuk Korban Bencana?

26 November 2022 - 15:27 WIB

Madrasah yang sempat Menggunakan Dapur Rumah Kiai Dahlan sebagai Ruang Kelas, Kini Usianya Sudah 104 Tahun

26 November 2022 - 11:35 WIB

Sempurnakan Museum Muhammadiyah, MPI Saring Masukan dari Keluarga Tokoh-Tokoh Persyarikatan Generasi Awal

26 November 2022 - 11:32 WIB

Operasi SAR, Muhammadiyah Kerahkan Personil, Ambulan, Hingga Dirikan Dapur Umum Khusus

25 November 2022 - 21:29 WIB

Muktamar Jama Qashar dan Khidmatnya Pembahasan Materi Muktamar 48 Muhammadiyah

25 November 2022 - 20:49 WIB

Trending di Muhammadiyah or id