Menu

Mode Gelap
Digelar Sebentar Lagi, Ketua PWM Jabar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung dan Sukseskan OlympicAD VII Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus Rekomendasi Jasa Pembuatan Hardbox di Bandung

Muhammadiyah or id WIB

Menentukan Pilihan Produksi Pangan Bagi Manusia juga Harus Berwawasan Lingkungan


 Menentukan Pilihan Produksi Pangan Bagi Manusia juga Harus Berwawasan Lingkungan Perbesar

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Masalah ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan perubahan iklim, menurut Prof. Susamto Somowiyarjo, Anggota Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah hal itu disebabkan karena dalam pengadaannya boros energi.

Dalam acara Tadarus Lingkungan MLH PP Muhammadiyah pada, Selasa (13/4), Prof. Susamto mencontohkan seperti adanya ‘pemaksaan’ produksi padi untuk IP400 atau dalam setahun melakukan panen 4 kali.

“Akibatnya kita harus memberi masukan yang luar biasa dalam hal energi, jadi pertanian sekarang ini menggunakan energi yang luar biasa,” tuturnya.

Program IP 400 dicapai dengan memberikan intervensi pupuk yang berjumlah banyak, dan pupuk yang digunakan juga kimia agar targetan program terealisasi. Guru Besar Patologi Tanaman UGM ini mengilustrasikan, bahwa 1 kg Nitrogen itu setara dengan 1,9 liter bensin.

Lebih jauh, Prof. Susamto menjelaskan bahwa di Indonesia persoalan pertanian dalam kaitannya dengan perubahan iklim dimulai sejak dalam pemilihan benih atau on farm sampai dengan penyimpanan hasil bertani atau out farm.

Di Bulan Ramadan, ia mengajak kepada umat muslim, dan masyarakat Indonesia secara luas untuk berhijrah menggunakan bahan-bahan makanan yang ramah lingkungan dan hemat energi. Sebab, masalah perubahan iklim ini milik bersama dan perbaikan bisa dimulai dari diri sendiri dalam menentukan pangan yang akan dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM 2014-2015, Surono dalam paparannya mengajak kepada seluruh umat manusia agar dermawan kepada alam. Berlaku dermawan kepada alam menurutnya manusia tidak akan merugi, sebab semua yang dimiliki oleh manusia berasal dari alam.

“Kita selalu diberi oleh alam dan alam tidak pernah meminta kembali. Oleh karena itu kita harus memberi suatu imbalan kepada alam yaitu dengan cara mengelola dengan kehati-hatian,” sambungnya.

 Senada dengan Prof. Susamto, Surono juga menyebut bahwa persoalan perubahan iklim ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Oleh karena itu ia mengajak kepada semua, tidak terkecuali untuk mengurangi perilaku-perilaku yang menyebabkan krisis iklim.

“Mari kita mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi risiko bencana,” tandasnya.

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hukum Melaksanakan Salat Ghaib Setelah Jenazah Sebulan Dikuburkan – Muhammadiyah

28 February 2024 - 15:59 WIB

Komitmen Muhammadiyah dan Bukopin Syariah Tingkatkan Produktivitas Ekonomi Umat – Muhammadiyah

28 February 2024 - 13:38 WIB

‘Aisyiyah Dorong Diversifikasi Pangan Lokal Guna Tegakkan Kedaulatan Pangan Nasional – Muhammadiyah

28 February 2024 - 12:35 WIB

Haedar Nashir Bimbing Ikrar Syahadat Calon Menantu Susi Pudjiastuti – Muhammadiyah

28 February 2024 - 10:30 WIB

Kiai Saad Ibrahim Apresiasi Perkembangan Pesat Pesantren Muhammadiyah – Muhammadiyah

27 February 2024 - 11:36 WIB

Perkembangan Kriteria Awal Bulan Kamariah di Muhammadiyah – Muhammadiyah

26 February 2024 - 16:01 WIB

Trending di Muhammadiyah or id