Home Muhammadiyah or id Agenda dan Strategi Arsitektur Gerakan Perempuan Berkemajuan

Agenda dan Strategi Arsitektur Gerakan Perempuan Berkemajuan

by Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – ‘Aisyiyah terus hadir dalam pergerakan perempuan di tengah perkembangan zaman yang komplek untuk tidak kenal lelah dan memajukan kehidupan diberbagai bidang dalam spirit dan pandangan Islam yang berkemajuan. Untuk itu, ‘Aisyiyah berusaha terus bergerak. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini menyebutkan tiga agenda penting arsitektur gerakan perempuan berkemajuan.

Pertama,  menyosialisasikan pandangan Islam berkemajuan dalam ranah keluarga, masyarakat, umat, kehidupan kebangsaan dan kemanusiaan global. 

Dikatakan  Noordjannah, bersamaan dengan itu perlu dilakukan pengembangan pemikiran dan wawasan keagamaan yakni keagamaan dengan pandangan Islam berkemajuan yang berbasis pada manhaj tarjih dengan pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Selain itu, penting dikembangkan pandangan Islam yang meneguhkan pemikiran tengahan (wasathiyah) yang kritis konstruktif di tengah pandangan keislaman yang cenderung konservatif, liberal, dan sekuler. Sehingga ‘Aisyiyah hadir memberikan pemikiran alternatif sebagai kekuatan ummatan wasathon yang menjadi saksi bagi kehidupan. 

Kedua, mengembangkan kehidupan beragama yang mencerahkan yakni kehidupan agama yang mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan atau masalah kemanusiaan. Sebagai contoh, kemiskinan, kebodohan, kekeringan ruhani, kekerasan, krisis moral, kerusakan ekologis, dan bentuk kejahatan global lain yang tidak sesuai dengan ajaran agama. 

“Selain itu, beragama yang mencerahkan juga menjunjung toleransi perdamaian, menghargai kemajemukan, inklusif, serta berkomitmen memuliakan martabat dan mengembangkan relasi kemanusiaan antara laki-laki dan perempuan yang berkeadilan tanpa diskriminasi,” tutur Noordjannah dalam Seminar Pra Muktamar, Kamis (14/4). 

Ketiga, gerakan perempuan Islam berkemajuan melaksanakan dakwah untuk kesejahteraan warga bangsa, menegakkan keadilan bagi semua dan memastikan para pemimpin negara melaksanakan amanah sesuai dengan konstitusi, merekatkan persatuan, menjalankan politik yang berkeadilan serta menjadikan agama pancasila serta budaya bangsa sebagai nilai sumber berbangsa dan bernegara. Kemudian juga, mendinamisasi kepemimpinan perempuan dengan menguatkan dan memperluas peran kepemimpinan perempuan di berbagai bidang baik lokal, nasional, maupun internasional. 

“Kepemimpinan perempuan dalam berwirausaha, bisnis, pengusaha, juga penting, pada saat ini G20 di mana Indonesia sebagai presidensi itu juga cukup banyak agenda-agenda untuk meningkatkan kepemimpinan perempuan dalam banyak aspek. ‘Aisyiyah bisa mengisi dan terlibat bersama organisasi-organisasi lain termasuk soal kesehatan. Kepemimpinan juga di biro pemerintahan, lembaga swasta, partai politik, legislatif, yudikatif, lembaga publik. Kemudian perempuan ulama, jadi ‘Aisyiyah itu juga terus menguatkan perempuan-perempuan ulama,” papar Noordjannah. 

Untuk mencapai ketiga agenda besar itu maka diperlukan pengembangan strategi gerakan perempuan berkemajuan dengan meluaskan keterlibatan aktif dalam memajukan kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan global. 

Noordjannah menyampaikan beberapa strategi; Pertama mengedepankan strategi dakwah lil muwajahah, proaktif konstruktif. Kedua, Melakukan perubahan yang dinamis dan progresif sejalan dengan misi pembaharuan kehidupan di dalam menghadapi tantangan zaman. Ketiga, merespon dan menyikapi masalah isu ketidakadilan gender yang memiliki perspektif Islam berkemajuan yang memiliki karakter wasathiyah disertai langkah-langkah praktis. Keempat, memiliki tanggung jawab untuk membawa perubahan ke arah kemajuan. Kelima, mengembangkan gerakan perempuan berkemajuan yang memiliki karakter dan kekuatan kemandirian sehingga dapat memposisikan dan memerankan fungsinya sebagai masyarakat madaniyah yang tidak tergantung pada kekuatan-kekuatan lain yang bisa mengintervensi dan menjadikan gerakan perempuan kehilangan basis identitas yang kultural dan otentik. Keenam, melakukan praksis amal usaha dan dakwah komunitas yang lebih dinamis dan meluas sebagai strategi dan agenda strategis dalam satu kesatuan gerakan perempuan yang kuat yang bersifat membebaskan, memberdayakan, memajukan umat dan bangsa.   

klik sumber berita ini

Related Articles

Leave a Comment