Menu

Mode Gelap
Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur Kembangkan Program Orangtua Asuh, Muhammadiyah Gresik Tanggung Seluruh Biaya Sekolah Anak Yatim

Muhammadiyah News Network WIB

Apa yang Dimaksud dengan Fikih Air?


 Apa yang Dimaksud dengan Fikih Air? Perbesar

#

Yogyakarta, InfoMu.co – Ciri khas yang paling menonjol dari Fikih klasik adalah ia dibangun atas dalil-dalil yang mendetail (tafsiliyah) dan terfokus pada perbuatan-perbuatan praktis (furu’iyyah). Sehingga wajar bila kitab-kitab yang mereka telurkan begitu panjang memuat perdebatan yang melelahkan seputar aspek-aspek linguistik dan diskusi berbelit-belit terkait halal-haram atau sunah-makruh.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ruslan Fariadi mengatakan tema fikih dalam Muhammadiyah tidak lagi diidentikkan sebagai sekumpulan hukum praktis yang bersifat furu’iyyah, melainkan totalitas pemahaman terhadap ajaran Islam yang tersusun dari norma berjenjang. Jenjang norma tersebut meliputi nilai-nilai dasar (al-qiyam al-asasiyyah), prinsip-prinsip umum (al-ushul al-kulliyah), dan ketentuan hukum praktis (al-ahkam al-far’iyyah).

“Selama ini kita memahami fikih itu bukan sekadar hukum taklifi yang hanya halal, haram, mubah, makruh, tetapi seperangkat nilai, norma, hukum Islam yang terdiri dari norma berjenjang: nilai dasar, prinsip umum, dan hukum praktis,” tutur Ruslan dalam Tarjih Menjawab pada Selasa (12/04).

Ruslan menerangkan, Fikih Air yang dihasilan dari Musyawarah Nasional Tarjih tahun 2014 ini memberikan pemahaman menyeluruh yang komprehensif tentang air, dan bukan sekadar pemaknaan klasik dari fikih yang pemahamannya dibatasi hanya bidang hukum saja.

Dengan demikian, Fikih Air dimaknai sebagai sekumpulan nilai dasar, prinsip universal dan rumusan norma implementatif yang bersumber dari agama Islam mengenai air, mencakup kegiatan konsumsi, distribusi, konservasi dan komersialisasi air.

Fikih Air juga meliputi bagaimana pandangan hidup Islam (islamic worldview) tentang air, pemanfaatannya, pengelolaannya, konservasi dan kelestariannya, dan bagaimana mencukupi ketersediaan air bersih secara adil bagi seluruh masyarakat.

“Dengan demikian Fikih Air ini kita maknai sebagai pandangan Islam baik menyangkut aspek teologis atau akidah, hukumnya, bahkan etika yang terkait dengan pengelolaan air, itulah Fikih Air,” ujar dosen Universitas Ahmad Dahlan ini.

Fikih Air merupakan jawaban cerdas dan merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam rangka mencegah dan menanggulangi terjadinya krisis air yang bersifat akut dan berskala global. (muhammadiyah.or.id)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pembukaan Gelar Karya P5 dan Classmeeting SMK Muhammadiyah Kudus 2022 – Muriamu.ID

6 December 2022 - 02:02 WIB

Relawan Muhammadiyah Lumajang Lakukan Asesmen dan Bantu Warga Terdampak Gunung Semeru

6 December 2022 - 01:59 WIB

Penyintas Gempa Cianjur Berterima Kasih Atas Respon Dan Layanan Muhammadiyah

6 December 2022 - 01:58 WIB

Kemeriahan Fashion Show Gelar Karya P5 SMK Muhammadiyah Kudus – Muriamu.ID

5 December 2022 - 22:01 WIB

Lazismu Jawa Timur Kirim 50 Ribu Kaleng Sarden untuk Korban Gempa Cianjur

5 December 2022 - 21:58 WIB

Pidato Perdana Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Terpilih dalam Penutupan Muktamar

5 December 2022 - 21:56 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network