Menu

Mode Gelap
Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur Kembangkan Program Orangtua Asuh, Muhammadiyah Gresik Tanggung Seluruh Biaya Sekolah Anak Yatim

Muhammadiyah News Network WIB

Orang Tua Harus Pandu Anak Saat Pakai Internet


 Orang Tua Harus Pandu Anak Saat Pakai Internet Perbesar

#

Jakarta, InfoMu.co – – Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengatakan, internet bagai pedang bermata dua yang bisa berdampak positif dan negatif, sehingga anak harus dipandu agar bisa mendapat manfaat positif. “Saya ingin mengajak kita semua untuk memastikan bahwa maupun perangkat digital bisa digunakan untuk tujuan yang positif itu dan menjauhkan anak-anak kita dari penggunaan yang negatif,” kata Dedy dalam webinar, Kamis (14/4/2022).

Masyarakat bertanggungjawab memastikan penggunaan internet bisa digunakan secara positif dan kreatif oleh seluruh pengguna internet di Indonesia, jika tidak maka penggunaan internet itu akan lebih banyak mengarah pada konten-konten negatif. Dedy mengatakan, program pengembangan literasi digital, talenta digital dan kepemimpinan digital penting untuk dijalankan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat umum. Pemanfaatan internet secara positif akan berujung kepada hasil yang produktif dan kreatif dan pada akhirnya memberikan efek positif untuk perekonomian Indonesia.

“Efek dari intensifikasi kebijakan kita dalam bidang talenta digital akan menghasilkan efek ekonomi yang luar biasa,” katanya.

Berdasarkan data, kontribusi kecakapan digital di Indonesia pada 2019 mencapai Rp900 triliun terhadap PDB Indonesia. Ia mengatakan, ada dua skenario besar pada tahun 2030. Skenario pertama adalah jika pemerintah dan pemangku kepentingan tidak melakukan intensifikasi kebijakan untuk talenta digital, skenario kedua adalah jika ada intensifikasi terkait kecakapan digital.

“Ketika tidak ada intensifikasi kebijakan lintas sektoral, pemerintah, swasta dan masyarakat, maka kontribusi kecakapan digital terhadap PDB kita hanya sekitar Rp1.900 triliun atau 7 persen dari PDB Indonesia tahun 2030,” katanya.

Sebaliknya, jika semua pihak bekerjasama melakukan berbagai inisiatif positif, bisa jadi yang terwujud adalah skenario kedua di mana pada 2030 kontribusi kecakapan digital terhadap PDB kita mencapai 17 persen atau sekitar Rp4.400 triliun. Ia mengatakan, data ini menegaskan bahwa kolaborasi adalah keharusan, antara pemerintah, industri dan masyarakatuntuk melakukan intensifikasi dalam hal kecakapan digital demi memastikan setiap anak Indonesia bisa menggunakan gawai dan internet untuk tujuan positif, produktif dan kreatif. (ant)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pembukaan Gelar Karya P5 dan Classmeeting SMK Muhammadiyah Kudus 2022 – Muriamu.ID

6 December 2022 - 02:02 WIB

Relawan Muhammadiyah Lumajang Lakukan Asesmen dan Bantu Warga Terdampak Gunung Semeru

6 December 2022 - 01:59 WIB

Penyintas Gempa Cianjur Berterima Kasih Atas Respon Dan Layanan Muhammadiyah

6 December 2022 - 01:58 WIB

Kemeriahan Fashion Show Gelar Karya P5 SMK Muhammadiyah Kudus – Muriamu.ID

5 December 2022 - 22:01 WIB

Lazismu Jawa Timur Kirim 50 Ribu Kaleng Sarden untuk Korban Gempa Cianjur

5 December 2022 - 21:58 WIB

Pidato Perdana Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Terpilih dalam Penutupan Muktamar

5 December 2022 - 21:56 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network