Menu

Mode Gelap
Digelar Sebentar Lagi, Ketua PWM Jabar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung dan Sukseskan OlympicAD VII Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus Rekomendasi Jasa Pembuatan Hardbox di Bandung

Muhammadiyah or id WIB

Tidak Punya Harta ? Jangan Khawatir Menurut Islam Kalian Tetap Bisa Bersedekah


 Tidak Punya Harta ? Jangan Khawatir Menurut Islam Kalian Tetap Bisa Bersedekah Perbesar

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA—Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dalam Kajian Online LazisMu, Jumat (15/4) menyebut semua orang bisa bersedekah, sebab sedekah atau berbagi (giving) bukan hanya dengan harta.

Mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad, bahwa senyum kepada saudara juga merupakan sedekah. Menurut Mu’ti, tersenyum itu menyebarkan energi positif bagi dirinya dan bagi orang lain.

“Jadi kalau orang itu tersenyum, maka orang yang melihatnya juga akan tersenyum. Kalau ada orang tidak tersenyum melihat orang lain tersenyum itu ada yang error,” ungkapnya.

Selain itu, menyingkirkan duri dari jalan juga merupakan shadaqah. Mengutip berbagai sumber, Mu’ti menegaskan bahwa berbagai itu bisa berbagai macam. Berbagi atau giving menurutnya juga bisa dilakukan dengan berbagi perhatian kepada orang lain.

“Bahkan juga berbagi suka dan duka itu bagian dari sedekah,” tutur Mu’ti.
Ia mencontohkan tentang seorang sahabat yang setia mendengarkan curahan hati sahabatnya yang sedang dirundung masalah.

“Intinya sedekah itu adalah pemberian bentuknya bisa materi, non materi yang tujuannya membahagiakan orang lain dan semangatnya untuk mencintai orang lain,” sambungnya.

Mu’ti mengingatkan bahwa, berbagai itu tidak harus menunggu tua maupun menunggu kaya yang ukurannya nominal harta. Sebab, menurutnya kaya itu bukan tergantung pada aset tapi pada mindset.

“Banyak orang yang asetnya melimpah namun merasa berkekurangan terus menerus, karena dia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dia miliki. Dan karena dia tidak merasa cukup, maka jangankan dia berbagai kepada orang lain, kadang-kadang dia mengambil hak orang lain,” imbuhnya.

Dalam pengalamannya, Mu’ti menceritakan banyak orang yang tidak banyak jumlah nominal asetnya tapi karena perasaan cukup yang dimiliki, dia dengan senang hati berbagi kepada orang lain.

“Dia berbagi karena rasa cintanya, dia berbagi karena keinginan untuk membahagiakan orang lainnya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ucap Mu’ti, penjelasan tentang infaq itu adalah berbagi sesuatu yang yang dirasa berlebih, dan merasa berlebih patokannya bukan nominal.

Akan tetapi bagi orang yang memiliki harta tidak boleh menempatkan diri atau selalu merasa dirinya berkekurangan, sampai enggan mengeluarkan hartanya.

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hukum Melaksanakan Salat Ghaib Setelah Jenazah Sebulan Dikuburkan – Muhammadiyah

28 February 2024 - 15:59 WIB

Komitmen Muhammadiyah dan Bukopin Syariah Tingkatkan Produktivitas Ekonomi Umat – Muhammadiyah

28 February 2024 - 13:38 WIB

‘Aisyiyah Dorong Diversifikasi Pangan Lokal Guna Tegakkan Kedaulatan Pangan Nasional – Muhammadiyah

28 February 2024 - 12:35 WIB

Haedar Nashir Bimbing Ikrar Syahadat Calon Menantu Susi Pudjiastuti – Muhammadiyah

28 February 2024 - 10:30 WIB

Kiai Saad Ibrahim Apresiasi Perkembangan Pesat Pesantren Muhammadiyah – Muhammadiyah

27 February 2024 - 11:36 WIB

Perkembangan Kriteria Awal Bulan Kamariah di Muhammadiyah – Muhammadiyah

26 February 2024 - 16:01 WIB

Trending di Muhammadiyah or id