Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah or id WIB

Tidak Punya Harta ? Jangan Khawatir Menurut Islam Kalian Tetap Bisa Bersedekah


 Tidak Punya Harta ? Jangan Khawatir Menurut Islam Kalian Tetap Bisa Bersedekah Perbesar

#

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA—Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dalam Kajian Online LazisMu, Jumat (15/4) menyebut semua orang bisa bersedekah, sebab sedekah atau berbagi (giving) bukan hanya dengan harta.

Mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad, bahwa senyum kepada saudara juga merupakan sedekah. Menurut Mu’ti, tersenyum itu menyebarkan energi positif bagi dirinya dan bagi orang lain.

“Jadi kalau orang itu tersenyum, maka orang yang melihatnya juga akan tersenyum. Kalau ada orang tidak tersenyum melihat orang lain tersenyum itu ada yang error,” ungkapnya.

Selain itu, menyingkirkan duri dari jalan juga merupakan shadaqah. Mengutip berbagai sumber, Mu’ti menegaskan bahwa berbagai itu bisa berbagai macam. Berbagi atau giving menurutnya juga bisa dilakukan dengan berbagi perhatian kepada orang lain.

“Bahkan juga berbagi suka dan duka itu bagian dari sedekah,” tutur Mu’ti.
Ia mencontohkan tentang seorang sahabat yang setia mendengarkan curahan hati sahabatnya yang sedang dirundung masalah.

“Intinya sedekah itu adalah pemberian bentuknya bisa materi, non materi yang tujuannya membahagiakan orang lain dan semangatnya untuk mencintai orang lain,” sambungnya.

Mu’ti mengingatkan bahwa, berbagai itu tidak harus menunggu tua maupun menunggu kaya yang ukurannya nominal harta. Sebab, menurutnya kaya itu bukan tergantung pada aset tapi pada mindset.

“Banyak orang yang asetnya melimpah namun merasa berkekurangan terus menerus, karena dia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dia miliki. Dan karena dia tidak merasa cukup, maka jangankan dia berbagai kepada orang lain, kadang-kadang dia mengambil hak orang lain,” imbuhnya.

Dalam pengalamannya, Mu’ti menceritakan banyak orang yang tidak banyak jumlah nominal asetnya tapi karena perasaan cukup yang dimiliki, dia dengan senang hati berbagi kepada orang lain.

“Dia berbagi karena rasa cintanya, dia berbagi karena keinginan untuk membahagiakan orang lainnya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ucap Mu’ti, penjelasan tentang infaq itu adalah berbagi sesuatu yang yang dirasa berlebih, dan merasa berlebih patokannya bukan nominal.

Akan tetapi bagi orang yang memiliki harta tidak boleh menempatkan diri atau selalu merasa dirinya berkekurangan, sampai enggan mengeluarkan hartanya.

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Muhammadiyah yang Ramah Perempuan dan Anak

10 December 2022 - 12:40 WIB

Komitmen Seorang Muslim Dapat Dilihat dari Kebiasaan Datang ke Masjid sampai Adil dalam Politik

10 December 2022 - 12:15 WIB

Sukses Muktamar 48 sebagai Energi Baru bagi Semua

10 December 2022 - 10:15 WIB

PCIM Pakistan adakan Gerakan Jumat Berkah bersama PPMI & PCINU

10 December 2022 - 00:16 WIB

SD Muhammadiyah Ini Terima Apresiasi Pendidikan Anti Korupsi dari KPK

9 December 2022 - 18:37 WIB

Sebelum Melanjutkan Pendidikan Tinggi di Luar Negeri, Peserta MSPP Dibekali AIK melalui Baitul Arqam

9 December 2022 - 15:28 WIB

Trending di Muhammadiyah or id