Menu

Mode Gelap
PKM Center UM Bandung Gelar Dikusi Kiat Sukses Pendanaan PPK Ormawa Ruang Tanpa Nama, Buku yang Membawamu pada Kondisi Suwung Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dorong Umat Islam Terlibat Aktif Membangun Peradaban Atasi Minimnya Informasi dari Lapangan, Relawan Kebencanaan Muhammadiyah Dibekali Keterampilan Jurnalistik Meriahnya MOTEKART Prodi PIAUD UM Bandung Suguhkan Berbagai Tampilan Mahasiswa Dengan Kostum Unik

Muhammadiyah News Network WIB

Virus Zika Bermutasi, Ahli Peringatkan Potensi Bahaya Varian Baru


 Virus Zika Bermutasi, Ahli Peringatkan Potensi Bahaya Varian Baru Perbesar

Jakarta, InfoMu.co – Kemunculan  virus Zika pada 2015 hingga 2016 telah menyebabkan ribuan bayi mengalami kerusakan otak. Menurut beberapa ahli, virus Zika bisa bermutasi dengan mudah dan menghasilkan varian baru yang tak kalah membahayakan.

Kerusakan otak pada bayi terjadi ketika ibu hamil terinfeksi oleh virus Zika. Infeksi tersebut lalu mengganggu proses perkembangan janin sehingga bayi yang dilahirkan memiliki gangguan pada otak mereka.

Virus Zika disebarkan melalui gigitan nyamuk dan banyak ditemukan di Amerika dan Asia. Kasus infeksi virus Zika pertama kali terdeteksi di Afrika pada 1947 dan beberapa tahun lalu menyebabkan wabah besar di Brasil.

Sejak wabah di Brasil, kasus infeksi virus Zika memang mengalami penurunan yang drastis. Akan tetapi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini masih menyimpan potensi masalah yang signifikan dalam jangka panjang.

Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari La jolla Institute for Immunology menemukan bahwa nyamuk telah menularkan virus Zika ke tikus. Varian Zika yang diidentifikasi oleh tim peneliti tersebut telah berevolusi hingga mencapai tahap di mana imunitas yang terbentuk dari riwayat infeksi sebelumnya tak lagi efektif dalam melindungi tikus.

“Bila varian ini menyebar luas, kita mungkin akan menghadapi masalah yang sama di kehidupan nyata,” jelas ketua tim peneliti Prof Sujan Shresta, seperti dilansir The Sun, Kamis (14/4/2022).

Berdasarkan temuan dalam studi yang dimuat pada jurnal Cell Reports ini, tim peneliti mengimbau agar dunia tetap memantau perkembangan virus Zika dengan hati-hati. Kewaspadaan juga perlu dimiliki oleh negara-negara yang sudah memiliki kekebalan dari riwayat wabah sebelumnya.

Virus Zika umumnya disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini biasanya menggigit pada siang dan malam.

Namun selain lewat gigitan nyamuk, virus Zika juga bisa ditransmisikan secara seksual. Hal ini diketahui setelah sebuah studi menemukan bahwa virus Zika bisa bertahan pada mani laki-laki yang terinfeksi selama berbulan-bulan. (rep)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PKM Center UM Bandung Gelar Dikusi Kiat Sukses Pendanaan PPK Ormawa

20 February 2024 - 17:45 WIB

Majelis Kesehatan dan LLHPB Kab Magelang Gelar Tri Wulan Bersama – Muriamu.ID

20 February 2024 - 16:32 WIB

Ruang Tanpa Nama, Buku yang Membawamu pada Kondisi Suwung

20 February 2024 - 13:44 WIB

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dorong Umat Islam Terlibat Aktif Membangun Peradaban

20 February 2024 - 01:42 WIB

Atasi Minimnya Informasi dari Lapangan, Relawan Kebencanaan Muhammadiyah Dibekali Keterampilan Jurnalistik

19 February 2024 - 21:41 WIB

Meriahnya MOTEKART Prodi PIAUD UM Bandung Suguhkan Berbagai Tampilan Mahasiswa Dengan Kostum Unik

19 February 2024 - 17:40 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network