Menu

Mode Gelap
Digelar Sebentar Lagi, Ketua PWM Jabar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung dan Sukseskan OlympicAD VII Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus Rekomendasi Jasa Pembuatan Hardbox di Bandung

Muhammadiyah or id WIB

Israel Menyerang Peradaban Dunia – Muhammadiyah


 Israel Menyerang Peradaban Dunia – Muhammadiyah Perbesar

Oleh: Prof Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah

Israel kembali melakukan tindakan agresinya. Kali ini negara zionis itu menyerang  kaum muslim yang tengah beribadah di Masjid Al-Aqsa untuk yang ke sekian kalinya. Serangan polisi Israel kali ini melukai lebih 152 jamaah muslim, kian  menambah daftar panjang kekejaman dan invasi Israel  terhadap bangsa Palestina.

Betapa berat penderitaan rakyat Palestina sejak tahun 1948 selain kehilangan tanah airnya yang sah juga terus menerus diserang, ditembaki, diteror, dan diagresi secara fisik sepanjang hidupnya. Perempuan dan anak-anak Palestina pun selalu menjadi korban kekejaman Israel.

Kekejaman demi kekejaman yang dilakukan Israel sejatinya bukan hanya menyangkut serangan brutal terhadap bangsa Palestina, sejatinya juga  merupakan serangan nista terhadap peradaban dunia. Dunia modern yang seharusnya menjunjung tinggi  kebebasan dan hak hidup manusia atau suatu bangsa, sungguh tidak dihiraukan oleh Israel. Serangan demi serangan, dari kekejaman  yang satu ke kekejaman lainnya yang dilakukan Israel  seolah boleh dan biasa di mata dunia.

Israel sendiri selalu memiliki alasan dalam melakukan serangan apapun  dan kapan pun terhadap rakyat Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun negara-negara adidaya  nyaris bungkam jika menyangkut serangan Israel. Tidak ada kecaman keras, apalagi sanksi. Bila dalam kasus agresi Russia ke Ukraina sertamerta negara-negara Eropa dan Amerika Serikat langsung bereaksi keras dan memberi sanksi, hal serupa  tidak berlaku bagi Israel. Israel  itu seakan boleh melakukan serangan fisik dan militer dalam bentuk apapun di wilayah Palestina. Rakyat dan wilayah Palestina dianggap bebas untuk diinvasi Israel sekehendaknya.

Lembaga-lembaga dan para aktivis hak asasi manusia di seluruh dunia pun nyaris bisu. Bila ada satu peristiwa dengan korban kecil  di suatu negara selalu mudah menjadi isu dunia sebagai  pelanggaran HAM, namun tiadak  berlaku bagi Israel.

Kelompok-kelompok pengusung perdamaian dunia dan forum-forum agama-agama nyaris bisu bila menyangkut Israel, seolah semua serangan demi serangan  fisik itu menjadi lumrah.  Penyuara anti-radikalisme dan anti-terorieme pun tidak terdengar sikap garangnya bila menyangkut tindakan super-radikal dan super-teror Zionis Israel.

Inilah ironi tragis dunia global saat ini. Padahal sejatinya serangan demi serangan Israel terhadap wilayah dan bangsa Palestina sama dengan menyerang brutal dan menghancurkan peradaban dunia. Karena yang diserang ialah manusia, kebebasan, hak, dan eksistensi hidup sebuah bangsa yang semestinya menikmati kemerdekaannya secara leluasa.

Kenapa di era dunia modern saat ini yang semestinya menjunjungtinggi peradaban manusia dengan segala hak asasinya masih terus membiarkan Israel untuk  bebas  menyerang, menyerbu, menginvasi, mengaresi, dan menindas bangsa lain tanpa sanksi dan usaha serius PBB dan negara-negara di dunia untuk menghentikannya secara nyata.

Ketika Irak era Saddam Hussein menginvasi Kuwait, negara-negara sekutu Eropa sigap menghancurkan Irak hingga nasibnya nesta sampai saat ini. Begitu pun bila ada invasi atau pelanggaran HAM berat  di suatu negara, banyak suara menentang dan mengecam.  Namun  Israel kekecualian. Inilah nestapa dan kelumpuhan peradaban dunia modern saat ini!

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hukum Melaksanakan Salat Ghaib Setelah Jenazah Sebulan Dikuburkan – Muhammadiyah

28 February 2024 - 15:59 WIB

Komitmen Muhammadiyah dan Bukopin Syariah Tingkatkan Produktivitas Ekonomi Umat – Muhammadiyah

28 February 2024 - 13:38 WIB

‘Aisyiyah Dorong Diversifikasi Pangan Lokal Guna Tegakkan Kedaulatan Pangan Nasional – Muhammadiyah

28 February 2024 - 12:35 WIB

Haedar Nashir Bimbing Ikrar Syahadat Calon Menantu Susi Pudjiastuti – Muhammadiyah

28 February 2024 - 10:30 WIB

Kiai Saad Ibrahim Apresiasi Perkembangan Pesat Pesantren Muhammadiyah – Muhammadiyah

27 February 2024 - 11:36 WIB

Perkembangan Kriteria Awal Bulan Kamariah di Muhammadiyah – Muhammadiyah

26 February 2024 - 16:01 WIB

Trending di Muhammadiyah or id