Menu

Mode Gelap
Rekomendasi Jasa Pembuatan Hardbox di Bandung Talkshow PAI UM Bandung Beri Tips Seputar Pembentukan Karakter Siswa dan Guru Ketua PP Muhammadiyah Ajak Warga Persyarikatan Kembali Bersatu dan Solid Setelah Pemilu 2024 PWM Jawa Barat Komitmen Bangun Muhammadiyah Lebih Bermarwah, Berkemajuan, dan Berorientasi Masa Depan Muhammadiyah Jawa Barat Serukan Politik Tanpa SARA dan Hoaks

Muhammadiyah or id WIB

Di Tengah Kesulitan Pandemi, Indonesia Malah Menjadi Negara Paling Dermawan di Dunia


 Di Tengah Kesulitan Pandemi, Indonesia Malah Menjadi Negara Paling Dermawan di Dunia Perbesar

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir tiga tahun di Indonesia mengakibatkan beban berat dalam masalah sosial dan ekonomi. Namun ternyata ada fakta menarik di balik itu, yakni kemampuan Indonesia keluar sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan survei Charity Aid Fondation (CAF) tahun 2021.

Indeks CAF sendiri diukur dari tiga indikator, yakni kesediaan membantu orang yang tidak dikenal, donasi ke lembaga amal, dan kesediaan menjadi relawan dalam suatu organisasi.

“Dari indeks kedermawanan atau world giving index, Indonesia adalah negara yang masyarakatnya paling derwaman sedunia. Jumlahnya 69%. Lebih tinggi dari tahun 2018 yang berjumlah 59%,” ungkap Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

Dalam program Kolak di kanal youtube Tvmu, Senin (11/4) Mu’ti menyebut fenomena ini secara kasat mata sulit dimengerti. Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di tahun ini saja masih berjumlah 26,50 juta jiwa dengan jumlah pengangguran sebanyak 9,1 juta jiwa.

Namun, Mu’ti mengaku tidak terlalu terkejut setelah membaca lima faktor penyebab prestasi bangsa Indonesia ini berdasarkan penjelasan CAF. Penyebab kedermawanan pertama adalah faktor agama, terutama agama mayoritas di Indonesia yaitu agama Islam yang memiliki ajaran terkait zakat, infak dan sedekah. Meskipun dalam hal ini, pada bidang zakat saja misalnya, dari potensi umat sebanyak 233 Triliun rupiah, yang terealisasi baru 8 Triliun saja. Faktor kedua menurut CAF adalah budaya.

Mu’ti sepakat dengan ini karena menurutnya orang Indonesia memiliki budaya tolong menolong atau yang populer disebut sebgai gotong royong. Ketiga, adalah faktor alokasi dana dari pemerintah untuk membantu mereka yang kesulitan.

“Keempat, adalah faktor transformasi digital terhadap tingkat kedermawanan di Indonesia, di mana selama Covid-19 donasi digital mencapai 75% yang sebagian besar dilakukan secara crowd funding,” ungkap Mu’ti.

Sedangkan faktor kelima adalah pengaruh influencer muda dan publik figur. “Mereka yang memiliki kepribadian baik, keteladanan dan follower yang sangat banyak. Mereka ini punya pengaruh besar mendorong kedermawanan,” ucap Mu’ti.

“Sehingga banyak masalah, kemiskinan masih tinggi, pengangguran masih tinggi, tapi pada saat itu pula kedermawanan juga masih sangat tinggi,” pungkasnya. (afn)

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kiai Saad Ibrahim Apresiasi Perkembangan Pesat Pesantren Muhammadiyah – Muhammadiyah

27 February 2024 - 11:36 WIB

Perkembangan Kriteria Awal Bulan Kamariah di Muhammadiyah – Muhammadiyah

26 February 2024 - 16:01 WIB

Pendirian Muhammadiyah Sebagai Organisasi Adalah Lompatan Pengetahuan dalam Islam – Muhammadiyah

26 February 2024 - 12:37 WIB

Kepemimpinan Sinergis IMM Membumikan Gerakan Inklusif Berkemajuan – Muhammadiyah

26 February 2024 - 10:04 WIB

Musyawarah Nasional Tarjih ke-32 di Pekalongan Resmi Ditutup – Muhammadiyah

25 February 2024 - 13:01 WIB

Tok! Peserta Munas Tarjih ke-32 Sahkan Pemberlakuan Kalender Islam Global, Kapan Digunakan? – Muhammadiyah

25 February 2024 - 10:53 WIB

Trending di Muhammadiyah or id