Menu

Mode Gelap
Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur Kembangkan Program Orangtua Asuh, Muhammadiyah Gresik Tanggung Seluruh Biaya Sekolah Anak Yatim

Muhammadiyah or id WIB

Haedar Menyebut Dunia Nyaris Bisu Terhadap Serangan yang Dilakukan Israel


 Haedar Menyebut Dunia Nyaris Bisu Terhadap Serangan yang Dilakukan Israel Perbesar

#

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA– Bila dalam kasus agresi Rusia ke Ukraina serta merta negara-negara Eropa dan Amerika Serikat langsung bereaksi keras dan memberi sanksi, hal serupa tidak berlaku bagi Israel.

Demikian tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir merespon aksi biadab tentara Israel yang kembali melakukan agresi ke rakyat Palestina pada, Jumat 15 April 2022 menjelang subuh di Masjid Al Aqsa, Yerusalem.

Haedar melalui tulisan yang diterima muhammadiyah.or.id pada (16/4) dengan tegas mengatakan, bahwa negara yang selama ini mengusung HAM, termasuk lembaga, dan forum-forum agama yang mengusung perdamaian nyaris bisu terhadap serangan Israel.

“Lembaga-lembaga dan para aktivis hak asasi manusia di seluruh dunia pun nyaris bisu. Bila ada satu peristiwa dengan korban kecil di suatu negara selalu mudah menjadi isu dunia sebagai pelanggaran HAM, namun tidak berlaku bagi Israel”. Tegas haedar.

Kelompok-kelompok pengusung perdamaian dunia dan forum-forum agama-agama nyaris bisu bila menyangkut Israel, seolah semua serangan demi serangan fisik itu menjadi lumrah. Penyuara anti-radikalisme dan anti-terorisme pun tidak terdengar sikap garangnya bila menyangkut tindakan super-radikal dan super-teror Zionis Israel.

Menurut Haedar, Inilah ironi tragis dunia global saat ini. Padahal sejatinya serangan demi serangan Israel terhadap wilayah dan bangsa Palestina sama dengan menyerang brutal dan menghancurkan peradaban dunia.

“Karena yang diserang ialah manusia, kebebasan, hak, dan eksistensi hidup sebuah bangsa yang semestinya menikmati kemerdekaannya secara leluasa,” imbuhnya.

Haedar juga bertanya tentang konsistensi Negara-negara besar dunia dan lembaga HAM yang masih saja membiarkan Israel untuk menyerang, menyerbu, menginvasi, mengaresi, dan menindas bangsa lain.

Dia juga membandingkan dengan kejadian di Irak era Saddam Hussein menginvasi Kuwait, menurutnya waktu itu negara-negara sekutu Eropa sigap menghancurkan Irak hingga nasibnya nesta sampai saat ini.

Begitu pun bila ada invasi atau pelanggaran HAM berat di suatu negara, banyak suara menentang dan mengecam. “Namun Israel kekecualian. Inilah nestapa dan kelumpuhan peradaban dunia modern saat ini!”. Tandasnya.

Perlu diketahui, dalam serangan sebelum subuh yang dilakukan oleh Israel menyebabkan sedikitnya 152 Warga Palestina terluka. Hal itu dilakukan oleh pasukan keamanan Israel dengan menembakkan peluru karet, granat kejut, dan memukul demonstran dengan tongkat polisi ke warga Palestina di Masjid Al Aqsa.

klik sumber berita ini

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Muhadjir Effendy : Nasyiatul Aisyiyah Organisasi Strategis dengan Perempuanya yang Produktif

5 December 2022 - 20:15 WIB

Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah!

5 December 2022 - 18:24 WIB

50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur

5 December 2022 - 16:38 WIB

Lima Budaya Organisasi Islami dalam Muhammadiyah

5 December 2022 - 13:40 WIB

Mengapa Muhammadiyah Tidak Berhenti Membangun Amal Usaha? Ini Jawabannya

5 December 2022 - 12:50 WIB

Eco Bhinneka Berlatih Software Akuntasi Keuangan Berbasis Web

5 December 2022 - 11:06 WIB

Trending di Muhammadiyah or id