Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah News Network WIB

Mengenal Prinsip Kalender Islam Global, Apa Saja?


 Mengenal Prinsip Kalender Islam Global, Apa Saja? Perbesar

#

Yogyakarta, InfoMu.co – Kalender Islam Global adalah kalender Hijriah dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Artinya satu sistem kalender berlaku di seluruh kawasan muka bumi tanpa kecuali yang berasaskan keselarasan antara hari dan tanggal. Apabila tanggal 9 Zulhijah di suatu tempat jatuh pada hari Sabtu, misalnya, maka di bagian dunia lain mana pun tanggal 9 Zulhijah itu jatuh pada hari Sabtu.

Dalam Sosialisasi Ketarjihan pada Sabtu (16/04) di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Maesyaroh menyayangkan hingga saat ini, umat Islam menggunakan kalender lokal yang hanya berlaku pada kawasan atau komunitas tertentu, seperti kalender Malaysia, kalender Saudi, atau kalender taqwim standar Indonesia.

Dalam upaya menyatukan satu hari satu tanggal di seluruh dunia, Maesyaroh menjelaskan tentang beberapa prinsip yang melandasi Kalender Islam Global, di antaranya: pertama, penerimaan hisab. Kalender Islam Global tidak akan tersusun bila menggunakan rukyat. Bahkan kalender lokal sekalipun tidak mungkin dibuat berdasarkan rukyat fikliah. Sebaliknya, dengan hisab umat Islam dapat melakukan penataan sistem waktu.

Kedua, transfer imkan rukyat. Prinsip ini berangkat dari fakta bahwa imkan rukyat ini tidak bisa meliputi seluruh kawasan dunia. Karenanya, imkanu rukyat yang terjadi di tempat tersebut ditransfer ke kawasan yang belum mengalami imkan rukyat. Dengan kata lain daerah yang hilalnya masih di bawah ufuk diikutsertakan kepada kawasan yang sudah mengalami imkan rukyat, dan karena itu ikut memulai bulan baru.

Ketiga, kesatuan matlak. Prinsip ini merupakan konsekuensi dari prinsip transfer imkanu rukyat yang berarti bahwa seluruh muka bumi dipandang sebagai satu matlak. Karenanya, apabila di suatu tempat di mana pun di muka bumi telah terjadi imkanu rukyat, maka itu dipandang berlaku bagi seluruh kawasan muka bumi karena seluruh muka bumi adalah satu kesatuan matlak.

Keempat, penerimaan hari konvensional. Artinya, pergantian hari bukan saat matahari terbenam melainkan pada pukul 24.00 atau 00.00. Kelima, penerimaan garis tanggal internasional. Garis Tanggal Internasional merupakan garis demarkasi khayal di permukaan bumi yang membentang dari Kutub Utara ke Kutub Selatan dan membatasi perubahan satu hari kalender ke yang berikutnya. Garis ini melewati tengah Samudra Pasifik, mengikuti garis bujur 180 derajat, garis ini yang menjadi batas awal hari baru. (muhammadiyah.or.id)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tingkatkan Wawasan & Pengalaman Mahasiswa, Prodi Administrasi Publik UM Bandung Kunjungi Kementerian PANRB

10 December 2022 - 06:30 WIB

Mohammad Natsir dan Tiga Gurunya yang Inspiratif

10 December 2022 - 02:27 WIB

Cetak Gol ke Gawang Persik, Ini Komentar Febri Hariyadi

9 December 2022 - 22:26 WIB

UM Bandung Siap Gelar Wisuda, Tokoh Ini Akan Sampaikan Orasi Ilmiah

9 December 2022 - 18:24 WIB

Aisyiyah Terima Penghargaan BKKBN Atas Upaya Dan Peran Penurunan Stunting

9 December 2022 - 18:23 WIB

Asep Dayat dan Persib Bandung

9 December 2022 - 14:23 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network