Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah News Network WIB

Religiusitas Islam Bukan Hanya di Ritual Ibadah Saja, Tapi di Semua Tindakan dan Pemikiran


 Religiusitas Islam Bukan Hanya di Ritual Ibadah Saja, Tapi di Semua Tindakan dan Pemikiran Perbesar

#

Lebanon, InfoMu.co –  Religiusitas bagi seorang muslim bukan hanya diekspresikan dalam aktivitas ritual keagamaan, tapi juga dalam pemikiran dan tindakan. Hal ini menurut Hajriyanto Y. Thohari yang dalam Islam tidak ada pemisahan antara tindakan, pemikiran, dan yang berada di batin.

“Tidak ada perbedaan antara yang lahiriah dan batiniah, karena itu Islam menolak lembaga kerohanian,” ucapnya pada (15/4) di acara Pengajian Ramadan 1443 H PP Nasyiatul Aisyiyah  yang disiarkan secara hybrid.

Lembaga kerohanian di sini merupakan suatu konsepsi yang mengatur ekspresi religiusitas yang dimanifestasikan hanya dalam rohani, karena menurut Islam religiusitas itu termasuk dalam tindakan jasmani. “Ulama (dalam Islam) itu beda betul dengan pemimpin-pemimpin di agama lain,” imbuhnya.

Menggali akar sejarahnya, Anggota PP Muhammadiyah ini menyebut bahwa, Ulama bukan merupakan lembaga kerohanian, akan tetapi akibat perkembangan sosiologis dan antropologis kemudian menjadi lembaga kerohanian. Ulama dalam Islam menurut Hajriyanto lebih kepada sebuah kepemimpinan keilmuan – intelektual.

“Karena itu konsep religiusitas – kesalehan itu luas, bukan kesalehan ritual saja, religiusitas gerakan”. Ucapnya.

Terkait itu, Muhammadiyah sudah sangat tepat menasbihkan diri sebagai gerakan agama. Dalam hal ini menurutnya Muhammadiyah merupakan gerakan agama yang otentik – orisinil. Kenyataan ini bisa dilacak melalui pernyataan-pernyataan pimpinan Muhammadiyah yang selalu dikonstruksi secara teologis.

Selain itu, hal ini juga bisa dilacak dalam dokumen-dokumen resmi organisasi seperti dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yang menyebutkan bahwa “Maka dengan Muhammadiyah ini, mudah-mudahan umat Islam dapatlah diantarkan ke pintu gerbang Surga “Jannatun Na’im” dengan keridlaan Allah Yang Rahman dan Rahim”.

Hajriyanto berharap religiusitas gerakan yang dimiliki oleh Muhammadiyah menetes ke Organisasi Otonomnya (Ortom) tidak terkecuali kepada Nasyiatul Aisyiyah.

Mengulas sejarah pemilihan nama Aisyah yang kemudian menjadi Aisyiyah yang disematkan kepada organisasi perempuan Muhammadiyah, Hajriyanto menyebut itu sebagai usaha Kiai Dahlan menghidupkan peran perempuan.

Kekinian tentang adanya gerakan Islam yang meminggirkan peran perempuan, Hajriyanto menyebut hal ini merupakan pengaruh dari budaya patriarki. Padahal Kiai Dahlan jauh sebelum ini telah mengirimkan murid-murid perempuannya ke sekolah-sekolah Belanda dan sekolah-sekolah agama. (muhammadiyah.or.di)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

SD Muh 1 Surakarta Terima Apresiasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) dari KPK – Muriamu.ID

10 December 2022 - 10:33 WIB

Mewaspadai Penyakit Musim Hujan – bandungmu.com

10 December 2022 - 10:31 WIB

Tingkatkan Wawasan & Pengalaman Mahasiswa, Prodi Administrasi Publik UM Bandung Kunjungi Kementerian PANRB

10 December 2022 - 06:30 WIB

Mohammad Natsir dan Tiga Gurunya yang Inspiratif

10 December 2022 - 02:27 WIB

Cetak Gol ke Gawang Persik, Ini Komentar Febri Hariyadi

9 December 2022 - 22:26 WIB

UM Bandung Siap Gelar Wisuda, Tokoh Ini Akan Sampaikan Orasi Ilmiah

9 December 2022 - 18:24 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network