Menu

Mode Gelap
PKM Center UM Bandung Gelar Dikusi Kiat Sukses Pendanaan PPK Ormawa Ruang Tanpa Nama, Buku yang Membawamu pada Kondisi Suwung Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dorong Umat Islam Terlibat Aktif Membangun Peradaban Atasi Minimnya Informasi dari Lapangan, Relawan Kebencanaan Muhammadiyah Dibekali Keterampilan Jurnalistik Meriahnya MOTEKART Prodi PIAUD UM Bandung Suguhkan Berbagai Tampilan Mahasiswa Dengan Kostum Unik

Muhammadiyah News Network WIB

Kapan Zakat Dibayarkan dan Didistribusikan?


 Kapan Zakat Dibayarkan dan Didistribusikan? Perbesar

Yogyakarta, InfoMu.co – Secara umum orang yang berhak menerima zakat adalah delapan asnaf sebagaimana dijelaskan dalam surah al-Taubah ayat 60. Hal tersebut diperkuat lagi dengan kaidah itlaqu al-juz’i wa iradatu al-kulli (menyubut sebagian dan yang dikehendaki semuanya) zakat fitri juga dapat diberikan kepada delapan asnaf selain masaakin.

Sementara itu untuk pembayaran atau penarikan zakat fitri mulai dikeluarkan (dibayarkan) pada bulan Ramadan dan selambat-lambatnya sebelum salat Idul Fitri tanggal satu Syawwāl. Fungsi zakat fitri adalah untuk menyantuni orang miskin, maka Pembayaran zakat fitri boleh dimajukan sebelum terbenamnya matahari akhir Ramadan.

“Pemberian waktu yang lebih panjang dalam pembayaran zakat fitri sebelum waktu akhir Ramadan akan lebih memudahkan dalam pengumpulan zakat fitri dan pendistribusiannya,” ujar anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Asep Sholahuddin dalam acara Sosialisasi Ketarjihan yang diselenggarakan pada Sabtu (16/04).

Selama ini, ujar Asep, zakat fitri dipandang sah apabila telah ditunaikan/dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri dilakukan. Namun tidak mustahil terjadi, setelah zakat fitri disalurkan di daerah penarikan, ternyata masih terdapat kelebihan dan terdapat kesulitan untuk menyalurkan kelebihan zakat fitri tersebut di daerah lain sebelum shalat Idul Fitri. Oleh karena itu zakat fitri baru dapat disalurkan setelah shalat Idul Fitri dilaksanakan.

Dalam melaksanakan syari’at agama, Allah tidak menghendaki hamba-hamba-Nya terjebak dalam suatu kesulitan yang di luar batas kemampuannya. Selain itu, dalam kaidah usul fikih dinyatakan setiap kesulitan, pada dasarnya, menuntut kemudahan (al-masyaqqah tajlib al-taysir).

Atas dasar dalil dan kaidah tersebut, terang Asep, jika pembagian zakat fitri dilaksanakan setelah shalat Idul Fitri disebabkan kesulitan yang tidak mampu ditanggulangi oleh panitia, maka zakat fitri yang diserahkan kepada panitia sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri tetap sah.

“Dihimbau agar para wajib zakat fitri untuk bisa menyegerakan mengeluarkan zakat fitri atau tidak terlalu dekat dengan hari raya Idul Fitri, sehingga memberi waktu yang cukup kepada panitia untuk menyampaikan harta zakat fitri tersebut sebelum shalat Idul Fitri,” tegas alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut ini. (muhammadiyah.or.id)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PKM Center UM Bandung Gelar Dikusi Kiat Sukses Pendanaan PPK Ormawa

20 February 2024 - 17:45 WIB

Majelis Kesehatan dan LLHPB Kab Magelang Gelar Tri Wulan Bersama – Muriamu.ID

20 February 2024 - 16:32 WIB

Ruang Tanpa Nama, Buku yang Membawamu pada Kondisi Suwung

20 February 2024 - 13:44 WIB

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dorong Umat Islam Terlibat Aktif Membangun Peradaban

20 February 2024 - 01:42 WIB

Atasi Minimnya Informasi dari Lapangan, Relawan Kebencanaan Muhammadiyah Dibekali Keterampilan Jurnalistik

19 February 2024 - 21:41 WIB

Meriahnya MOTEKART Prodi PIAUD UM Bandung Suguhkan Berbagai Tampilan Mahasiswa Dengan Kostum Unik

19 February 2024 - 17:40 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network