Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah News Network WIB

Pameran Kaligrafi Ecoprint, Tiga Perempuan Kreatif Menghijaukan Ramadhan


 Pameran Kaligrafi Ecoprint, Tiga Perempuan Kreatif Menghijaukan Ramadhan Perbesar

#

 

Bantul, InfoMu.co – Pada saat pandemi beberapa pemeran kaligrafi tingkat internasional dan nasional diselenggarakan secara virtual dan ada gairah dari para seniman kaligrafi khususnya di Indonesia untuk terlibat di dalam berbagai pameran tersebut. Ada banyak hal yang menarik dalam beragam pameran kebudayaan Islam ini karena sejak  berabad-abad lalu sudah kaum muslim mengembangkan seni kaligrafi dan ornamen Islam.

Suami istri mengabadikan dalam karyanya buku atlas kebudayaan yaitu Ismail Raji Al Faruqi dan dan Louislamya Raji Al Faruqi. Maestro Kaligrafi alm Amri Yahya, pengurus Muhammadiyah, masih menginspirasi hingga hari ini khususnya bagi Rifatul Anwiyah yang akrab dipanggil Rifah.  Rifatul tidak sendirian, dia berkolaborasi dengan Runi Imanushofi dan Rossa Kusuma Azhar (the Ocha) membikin pameran bertajuk green Ramadan dan pemeran seni Kaligrafi Ecoprint. Ketiganya merupakan alumni IPM dari daerah yang berbeda-beda dan uniknya ketiganya tidak sengaja juga sama-sama alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Acara yang digelar sejak 10 April sampai 24 April ini merupakan putaran pertama pameran sebelum berpindah ke Masjid Jogokariyan tanggal 25 April pekan depan sampai bulan syawal dengan karya-karya sahabat Ummida Jogokariyan. Ada kurang lebih 50 karya ditampilkan dalam pameran kali ini dengan beragam khat dan kombinasi warna. Kalau pembaca penasan silakan meluncur saja ke lokasi.

“Kalau pameran kaligrafi kanvas tentu saja itu sudah lazim dan kadang terkesan itu berbiaya mahal cara memproduksinya. Kalau kertas, ini tentu saja memicu generasi muda berani berkarya dan itu yang saya lakukan sejak dua tahun terakhir ini”, tutur Rifatul Anwiyah.

Anwiyah yang awalnya menggunakan beragam media ramah lingkungan mengaku merasa senang bisa dipertemukan dengan Runi yang merupakan pengrajin batik ecoprint sejaka beberapa tahun lalu khususnya menggunakan bahan kain sebelum kolaborasi dengan kaligrafi ini.

Belum lama juga ada pelatihan ibu-ibu Aisyiyah di Magelang menggunakan media daun untuk ekoprint sebagai kreatifitas ramah lingkungan. Sda beragam daun yang bisa direspon jadi motif di kertas atau kain kanvas yang kemudian siap disematkan kaligrafi di atasnya.  Pilihan ekoprint sangatlah cocok untuk menjadi media kampanye Ramadan hijau dan kreatifitas anak muda.

Kerja kolaborasi makin keren karena keterlibatan The Ocha atau mbak Rosa yang menyediakan ruang apresiasi karya di Hiland Café yang lokasinya ada di Jl Kartini Kota Bantul, DI Yogyakarta. Ajang gelar karya ini bisa menemani berbuka puasa keluarga dan teman-teman tentunya.

Runi menceritakan setahun lalu lihat postingan Rifatul Anwiyah di facebook lalu secara spontan mengajak kolaborasi dan Rifah pun mengiyakan secara antusias. “ya saya lihat kaligrafinya bagus-bagus, kepikiran kalau diaplikasikan di ekoprint sepertinya bagus’, aku Runi mengenang awal mula kolaborasi.

Rifah awalnya banyak memakai bahan plastik bekas, pasir, kayu bekar, kain bekas, dan lainnya untuk didayakreasikan ke dalam frame dua dimensi. Kertas ekoprint telah mengakselerasi karya kaligrafi sehingga dalam waktus etahun lebih dari 60 karya dihasilkan dan sebagian sudah dibeli penikmat seni dan dilelang untuk beberapa kegiatan termasuk untuk dana solidaritas Palestina di Masjid Jogokaryan.

Selama ini karya ekoprint kaligarfi Rifatul Anwiyah diminati oleh lingkar pertemanan dan beberapa lembaga pendidikan. “yang penting kan berkarya, kalau ada yang minat membeli itu bonusnya”, aku ibu rumah tangga dari 3 anak yang tinggal di Jogokariyan ini. Rifah sejak setahun lalu juga mengajarkan kaligrafi ke anak-anak dan juga ibu-ibu di Masjid jogokariyan serta membuka rumah untuk siapa saja yang mau belajar secara gratis.

“Ya tentu ya, tujuan utama kami untuk mengenalkan kaligrafi pada generasi baru yang mungkin semakin kurang mendapatkan informasi atau pengalaman melihat kaligrafi dari dekat dan lainnya itu kita menunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu indah, damai dan ramah lingkungan, makanya Ramadan kita mustinya hijau dan berkarya dengan minim sampah”, tambah Rifah. (yk/sm)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Mohammad Natsir dan Tiga Gurunya yang Inspiratif

10 December 2022 - 02:27 WIB

Cetak Gol ke Gawang Persik, Ini Komentar Febri Hariyadi

9 December 2022 - 22:26 WIB

UM Bandung Siap Gelar Wisuda, Tokoh Ini Akan Sampaikan Orasi Ilmiah

9 December 2022 - 18:24 WIB

Aisyiyah Terima Penghargaan BKKBN Atas Upaya Dan Peran Penurunan Stunting

9 December 2022 - 18:23 WIB

Asep Dayat dan Persib Bandung

9 December 2022 - 14:23 WIB

Lazis Muhammadiyah Kab. Cirebon Galang Donasi Bantu Korban Gempa Cianjur

9 December 2022 - 14:22 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network