Home Muhammadiyah News Network Pesan Rektor UMSurabaya untuk Wisudawan SPEAM | PWMU.CO

Pesan Rektor UMSurabaya untuk Wisudawan SPEAM | PWMU.CO

by PWMU CO
Dr dr Sukadiono MM (kedua dari kiri) saat memberikan motivasi bagi wisudawan SPEAM (Jerino/PWMU.CO)
Dr dr Sukadiono MM (kedua dari kiri) saat memberikan motivasi bagi wisudawan SPEAM (Jerino/PWMU.CO)

PWMU.CO – SPEAM (Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Ma’un Muhammadiyah) Kota Pasuruan menggelar prosesi wisuda. Acara tersebut diadakan pada hari Sabtu (16/4/22), bertempat di aula Rumah Makan Kebon Pring.

Dalam tausyiahnya, Dr dr Sukadiono MM memaparkan tentang definisi berjiwa entrepreneur dan keuntungannya. Baginya, jiwa entrepreneur adalah jiwa yang punya kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun.

“Jiwa entrepreneur adalah jiwa yang confident, percaya diri, kreatif, inovatif, dan punya karakter pantang menyerah,” jelasnya.

Untuk itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu mengapresiasi dan sepakat dengan jargon SPEAM sebagai sekolah entrepreneur.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, jiwa entrepreneur inilah yang akan mengantarkan seseorang menuju kesuksesan di masa mendatang.

“Dengan percaya diri, kreatifitas, inovasi, sikap tanggung jawab, dan pantang menyerah, saudara akan mampu menggapai cita-cita,” katanya.

Entrepreneur Berlandaskan Al-Quran

Pak Suko —sapaan akrab Dr dr Sukadiono, melanjutkan, seyogyanya jiwa entrepreneur tersebut haruslah berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Quran.

“Banyak ayat al-Quran yang membuat kita menjadi seseorang yang optimis dalam menghadapi masalah. Di antaranya adalah surah Fushilat ayat 30,” ujarnya.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami adalah Allah kemudian dia jadikan pedoman itu sebagai sandaran hidup dengan penuh istiqomah, maka Allah akan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya sebagai penguat batinnya.

Dengan begitu, lanjut Suko, sekuat dan sehebat apa pun cita-cita kita di masa depan, kita tidak pernah takut dan sedih untuk mencapainya. Selain itu, janji Allah dengan memberikan kabar gembira dengan surga jannatunna’im kelak di akhirat.

Suko kemudian melanjutkan terusan ayat tersebut Sesungguhnya, kamilah yang akan mengurusi urusanmu di dunia dan akhirat.

“Dan ini adalah ayat yang seharusnya kita pegang. Selama kita menjadikan Allah sandaran hidup kita, maka tidak ada yang sulit di dunia ini,” imbuhnya.

Ada lagi ayat lain yang harus menjadi pegangan bagi seorang entrepreneur, di antaranya, surat Ath-Thalaq ayat 2-3.

Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah jadikan padanya jalan keluar dan diberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Menurut Suko, ayat ini memberikan jaminan rezeki bagi seorang entrepreneur yang menjadikan Allah sebagai sandaran hidupnya.

“Jadi tidak perlu takut, selama bersandar kepada Allah, maka segala persoalan akan teratasi,” ujarnya mengingatkan.

Bermimpi dan Bercita-cita Tinggi

Selain itu, Suko juga berpesan kepada para wisudawan supaya mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi. Karena baginya, banyak ayat di dalam al-Quran yang mendorong seseorang untuk bersikap optimis.

“Saudara harus punya mimpi, karena ciri orang sukses itu dia punya mimpi,” pesannya.

“Mengapa seseorang harus mempunyai mimpi?” tanyanya. “Karena seseorang yang hidup dengan mempunyai mimpi dan cita-cita, dia akan bersungguh-sungguh mewujudkannya,” terang Rektor UMSurabaya tersebut.

Untuk itu, lanjut Suko, seseorang yang mempunyai jiwa entrepreneur tidak perlu takut untuk bercita-cita tinggi. Karena hal tersebut akan tercapai, tentu dengan menyandarkan diri kepada Allah.

“Siapa pun boleh bercita-cita jadi presiden, termasuk saudara. Karena saat ini tidak ada bedanya antara pendidikan umum dan pondok pesantren. Semuanya sama. Yang menentukan adalah pribadi masing-masing,” paparnya.

Suko memberi contoh beberapa pengusaha muslim yang sukses di bidangnya, meskipun berasal dari keluarga sederhana, bahkan tidak tamat dari perguruan tinggi.

“Satu contoh, Chairul Tanjung, seorang muslim dan pribumi, dinobatkan sebagai orang terkaya nomor lima versi majalah Forbes, padahal tidak tamat dari perguruan tinggi,” ungkap Suko.

Selain itu, Dahlan Iskan adalah lulusan Pesantren sampai tingkat Aliyah, tapi akhirnya menjadi wartawan terkemuka dan pengusaha sukses.

Suko berharap, alumni-alumni SPEAM, sepuluh atau dua puluh tahun lagi akan membahana dan mewarnai Indonesia dengan berbagai kesuksesan-kesuksesannya.

“Insya Allah, kalau saudara punya cita-cita dan bersandar hanya kepada Allah, akan berhasil. Allah akan tunjukkan jalan-jalan kesuksesan bagi orang-orang yang bekerja keras mewujudkan cita-cita dan impiannya,” pungkasnya. (*)

Penulis Dadang Prabowo Co-Editor Nely Izzatul Editor Mohammad Nurfatoni

sumber berita by [pwmu.co]

Related Articles

Leave a Comment