Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah kirim Dokter Spesialis Orthopedi Bantu Gempa Cianjur Akhirnya Mbah Nurlina Pulang Muktamar Naik Pesawat Ini Lima Poin Keputusan Ini Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta 7 Terpilih Siti Noordjannah Teratas 13 Besar Haedar Nashir Teratas

Muhammadiyah News Network WIB

Zakat Fitrah, Bolehkah Diberikan pada Selain Fakir Miskin | PWMU.CO


 Zakat Fitrah, Bolehkah Diberikan pada Selain Fakir Miskin | PWMU.CO Perbesar

Zakat Fitrah, Bolehkah Diberikan pada Selain Fakir Miskin (ilustrasi freepik.com)

Zakat Fitrah, Bolehkah Diberikan pada Selain Fakir Miskin oleh Ustadzah Ain Nurwindasari.

#

PWMU.CO – Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim baik anak kecil, orang dewasa, bahkan hamba sahaya.

Pensyariatan zakat fitrah setidaknya terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar RA, ia berkata:

فَرَضَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِن تَمْرٍ، أوْ صَاعًا مِن شَعِيرٍ علَى العَبْدِ والحُرِّ، والذَّكَرِ والأُنْثَى، والصَّغِيرِ والكَبِيرِ مِنَ المُسْلِمِينَ، وأَمَرَ بهَا أنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إلى الصَّلَاةِ.

“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sesudah ramadhan sebanyak satu sha’ kurma atau gandum kepada hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki dan wanita, anak-anak dan orang dewasa. Ia menyuruh menunaikannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat Idul Fitri,” (HR Bukhari dan Muslim).

Juga hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: «فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ»

“Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perkataan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat (Idul Fitri), berarti ini merupakan zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat (Idul Fitri) berati hal itu merupakan sedekah biasa.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan Daru Quthni)

Dari kedua hadits di atas dapat dipahami bahwa, pertama, zakat fitrah dikeluarkan oleh seluruh umat Islam pada bulan Ramadhan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Kedua, sebenarnya yang paling berhak menerima zakat fitrah adalah fakir miskin, yakni orang yang dari segi kesejahteraan di bawah rata-rata pada umumnya sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka sendiri.

Baca sambungan di halaman 2: Bagaimana selain Fakir Miskin?

sumber berita by [pwmu.co]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemko Banda Aceh Lakukan Diseminasi Audit Kasus Stunting

26 November 2022 - 17:38 WIB

Ikut meriahkan HUT SMP 2 Nalumsari, stand teknologi smkmuhikudus tarik antusias pengunjung – Muriamu.ID

26 November 2022 - 16:55 WIB

Kisah Pak AR Ketika Jadi Imam Salat Tarawih di Tebuireng

26 November 2022 - 16:54 WIB

Fikti UMSU Tuan Rumah Devfast 2022 Diikuti 400 developer dan Mahasiswa IT

26 November 2022 - 15:37 WIB

Sore ini (26/11), MUI Sumatera Utara Bedah Buku “Membekali Ulama di Era Digital”

26 November 2022 - 13:36 WIB

Persib Hadapi Persikabo di Stadion Pakansari Tanpa Penonton

26 November 2022 - 12:53 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network