Menu

Mode Gelap
Digelar Sebentar Lagi, Ketua PWM Jabar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung dan Sukseskan OlympicAD VII Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus Rekomendasi Jasa Pembuatan Hardbox di Bandung

Muhammadiyah News Network WIB

Lika-Liku Penyebaran Islam di Eropa, dari Diskriminasi hingga Tekanan Politisi


 Lika-Liku Penyebaran Islam di Eropa, dari Diskriminasi hingga Tekanan Politisi Perbesar

Bandung, InfoMu.co –  Islam menjadi jembatan ilmu pengetahuan di benua Eropa untuk meraih ilmu pengetahuan di Timur Tengah.

Pun hal tersebut menjadi alasan bangsa Eropa menjajah dan menyebarkan paham imperialisme di negara-negara Islam seperti Lebanon, Irak, dan sebagainya.

Pembahasan mengenai itu mengemuka pada acara “Dialog Ramadahan: Islam dan Muhammadiyah di 5 Benua” yang diselenggarakan LPPAIK UM Bandung, Sabtu (16/04/2022).

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Prancis, Muhammad Fahri Kholid mengatakan, pada 1915 kekuatan Islam di Eropa mengalami penurunan drastis akibat kekalahan Kesultanan Ottoman.

”Kekalahan tersebut terjadi karena adanya perlawanan dari bangsa Arab yang dibantu oleh negara Inggris diselingi iming-iming mendapatkan tanah Palestina,” ucap Fahri, yang juga bendahara PCIM Prancis itu.

Setelah berakhirnya peradaban dunia dan Persarikatan Bangsa-Bangsa (PBB), umat Islam yang berasal dari negara jajahan melakukan imigrasi salah satunya ke benua Eropa.

”Banyaknya imigran di Eropa membuat Islam mulai berkembang yang ditandai dengan adanya pendirian toko halal dan sekolah-sekolah yang mengkaji ilmu-ilmu Islam,” lanjutnya.

Berkembangnya Islam di Eropa tidak terlepas dari perlakuan diskriminasi dari orang Eropa kepada imigran muslim.

”Misalnya, wanita muslim yang memakai jilbab mengalami diskriminasi dalam mencari pekerjaan,” tanggap pria yang berkuliah di Université Lumière Lyon 2 tersebut.

Perkembangan Islam di Prancis dan Inggris

Islam di negara yang memiliki menara Eiffel ini mengalami perkembangan yang pesat, yang ditandai adanya masjid dan institut pendidikan yang mempelajari Islam.

”Pemerintah Prancis sangat membantu kemajuan pendidikan Islam, tetapi mereka juga membatasi apa yang akan dipelajari pada kurikulumnya tersendiri,” tegasnya.

Selain itu, ternyata perkembangan Islam di Prancis memunculkan pro dan kontra khususnya pada bidang politik.

Banyaknya orang Islam di Prancis akan mempengaruhi proses pemilihan dan penentuan presiden yang berpengaruh pada kebijakan bagi umat muslim.

”Dan jika presiden yang pro Islam terpilih, maka kebijakan pemerintah akan semakin mengalami perubahan dan berpihak kepada umat Islam,” ungkapnya.

Sedangkan di Inggris, anak-anak yang ingin mempelajari Islam mengalami tekanan dari beberapa politisi yang kontra dengan umat muslim.

Kendati seperti itu tidak menghalangi umat Islam untuk mengembangkan agamanya di negara Ratu Elizabet II berada itu.

”Banyak cara untuk mempelajari Islam untuk anak-anak muslim yang lahir di Eropa dengan kondisi lingkungan bebas seperti itu,” tinjau Fahri. (Firman Katon/SM)

sumber berita dari infomu.co

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Digelar Sebentar Lagi, Ketua PWM Jabar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung dan Sukseskan OlympicAD VII

29 February 2024 - 02:44 WIB

Tiga Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Resmi Dilantik

29 February 2024 - 01:24 WIB

Pemilu Berjalan Sukses, PWPM Jateng Imbau Seluruh Pihak untuk Membawa Narasi Damai

28 February 2024 - 22:42 WIB

Ketua PWM Ajak Warga Muhammadiyah se-Jawa Barat Untuk Sukseskan OlympicAD VII di Bandung

28 February 2024 - 21:23 WIB

Cara Jualan Live TikTok Agar Banyak Pembeli

28 February 2024 - 18:40 WIB

Resmi Dilantik, Rektor UM Bandung Minta Para Warek Terus Lakukan Peningkatan Kualitas dan Transformasi Kampus

28 February 2024 - 14:38 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network