Home Kabar Padukan Kreativitas dan Kesalihan Sosial, Ini yang Dilakukan Siswa Spemupat Kebomas

Padukan Kreativitas dan Kesalihan Sosial, Ini yang Dilakukan Siswa Spemupat Kebomas

by Redaktur 1

GIRImu.com — Kegiatan bulan Ramadan tahun ini merupakan kegiatan pertama pascapendemi. Dengan mengangkat tema “Muslim Berkarya”, SMP Muhammadiyah 4 (Spemupat) Kebomas, Gresik menggelar Pesantren Kilat Darul Arqom (PKDA) selama 3 hari, 20-23 April 2022.

Setelah vakum 2 tahun karena pandemi Covid-19, kegiatan Ramadan tahun ini begitu dinantikan oleh seluruh siswa Spemupat. Sekitar 100 siswa kelas 7 dan 8 mengikuti kegiatan PKDA ini. Banyak kegiatan yang dilakukan selama 3 hari berlangsung. Para siswa pun terlibat dalam pembuatan karya dengan penuh semangat.

Eny Wahyudin SSos, Kepala Spemupat Kebomas, mengatakan, agenda Ramadan kali ini membentuk karakter siswa untuk peduli sesama melalui acara pembagian takjil. Selain itu, meningkatkan keimanan melalui napak tilas penyebaran agama Islam, khususnya di daerah Gresik dengan berkunjung ke Museum Sunan Giri,

“Saya minta, kalin tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini,” pesan Wahyudin kepada anak didiknya.

Rangkaian acara pada kegiatan Ramadan ini, diawali dengan materi adab ziarah kubur yang di sampaikan oleh Ustadz Dimas Assyidiqi. Dalam materinya, pria berjenggot tebal ini menyampaikan, ziarah kubur diperbolehkan dengan tujuan untuk mengingat kematian dan mendoakan ahli kubur.

“Akan tetapi, ada juga larangan ketika ziarah kubur. Di anataranya, meratapi, misalnya menangis berlebihan atau berkeluh kesah terhadap kematian,” ujarnya.

Acara berlanjut dengaan kegiatan Muslim Berkarya. Pada sesi ini siswa diajak berkarya membuat kaligrafi berbahan kemasan snack yang sudah tidak terpakai. Seluruh siswa sangat antusias mengikutinya. Mereka penasaran cara membuat kaligrafi dari bahan bungkus makanan ringan ini.

“Ramadan tahun ini sedikit berbeda yang sebelumnya. Kegiatan sekarang ini siswa di ajak napak tilas sejarah Islam di Gresik dengan kunjungan ke makam Sunan Giri dan museumnya. Agar anak lebih paham tentang sejarah Islam,” ungkap Utadzah Farida, Waka Ismuba Spemupat.

Dalam rangkaian kegiatan napak tilas sejarah Islam, siswa juga wajibkan membuat vlog untuk melatih komunikasi publik. Dari program ini diharapkan memunculkan dan mengembangkan rasa percaya diri pada siswa.

“Seneng bisa ikut napak tilas sejarah Islam. Baru kali ini saya masuk ke situs budaya Makam Sunan Giri. Saya bisa belajar melalui peninggalannya yang tersimpan di Museum Sunan Giri,” ujar Aulia, siswa kelas 8. (nov)

Kontributor: Pristy Novida

Related Articles

Leave a Comment