Menu

Mode Gelap
Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur Kembangkan Program Orangtua Asuh, Muhammadiyah Gresik Tanggung Seluruh Biaya Sekolah Anak Yatim

Muhammadiyah News Network WIB

Keluarga sebagai Pusat Pengembangan Budaya | PWMU.CO


 Keluarga sebagai Pusat Pengembangan Budaya | PWMU.CO Perbesar

Awang Setiawan Wicaksono memaparkan materi kepada peserta kemah dakwah keluarga (Anis Shofatun/PWMU.CO)

Keluarga sebagai Pusat Pengembangan Budaya; liputan Anis Shofatun, kontributor PWMU.CO dari Gresik.

#

PWMU.CO – Peran keluarga sebagai pusat pengembangan budaya keluarga (family culture) disampaikan Awang Setiawan Wicaksono SPsi MPsi dalam program Kemah Dakwah Keluarga, Sabtu (23/4/2022) malam.

Kemah Dakwah Keluarga ini diselenggarakan oleh Masjid KH Ahmad Dahlan Gresik, Sabtu-Ahad (23-24/4/2022).

Pada awal pemaparan materi bertema Pengelolaan Keluarga dalam Perspektif Psikoligi, Awang menyampaikan pentingnya sikap saling terbuka dan komunikasi antar anggota keluarga.

 “Keluarga itu memiliki fungsi ekspresif. Maka bila ada sikap saling menyimpan permasalahan dan setiap keluarga menganggapnya sebagai me time. Ini artinya fungsi keluarga sudah hilang,” katanya.

Dosen Universitas Muhammadiyah (UMG) Gresik itu kemudian menjelaskan fungsi ekspresif yang dimaksud setiap anggota keluarga saling menunjukan siapa dirinya bukan untuk tujuan sombong tapi menunjukan fungsi dan perannya dalam keluarga.

Dia menjelaskan perbedaan peran dalam keluarga. Seorang ayah memiliki peran utama sebagai kepala keluarga, role model, pembentuk budaya dan pengambil kebijakan. Seorang ibu berperan sebagai ko-kepala keluarga, eksekutor, pengawas, evaluator, mediator, dan detektor.

“Permasalahan keluarga itu sering terjadi karena peran ini terbalik. Sang ayah kehilangan peran sebagai role model keluarga atau peran istri lebih dominan sebagai kepala keluarga daripada sang ayah,” katanya di ruang utama Masjid KH Ahmad Dahlan ini.

Sementara fungsi anak sebagai objek fokus dan wujud representasi keluarga. Selain itu seorang anak sebagai pelaksana kebijakan sesuai dengan tahapan perkembanganya. 

Baca sambungan di halaman 2: Ayah sebagai Model

sumber berita by [pwmu.co]

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pencegahan Stunting dan Penguatan SDM Kesehatan UMKU dan IBI Jepara – Muriamu.ID

6 December 2022 - 06:03 WIB

Gerak Energi Positif Persaudaraan – bandungmu.com

6 December 2022 - 06:00 WIB

Launching Buku Sejarah Nasyiatul Aisyiyah pada Muktamar XIV di Bandung

6 December 2022 - 05:59 WIB

Pembukaan Gelar Karya P5 dan Classmeeting SMK Muhammadiyah Kudus 2022 – Muriamu.ID

6 December 2022 - 02:02 WIB

Relawan Muhammadiyah Lumajang Lakukan Asesmen dan Bantu Warga Terdampak Gunung Semeru

6 December 2022 - 01:59 WIB

Penyintas Gempa Cianjur Berterima Kasih Atas Respon Dan Layanan Muhammadiyah

6 December 2022 - 01:58 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network