Menu

Mode Gelap
Menyoal Rencana BNPT Kontrol Rumah Ibadah Tiga Pesan Penting Ketua PP Muhammadiyah Untuk Ribuan Mahasiswa Baru UM Bandung Universitas Muhammadiyah Bandung Kukuhkan 1.700 Mahasiswa Baru Generasi Muda Harus Mencontoh KH Ahmad Dahlan dan Jadi Solusi Atas Masalah Tips Kuliah dan Ngampus Menyenangkan Bagi Mahasiswa Baru

Muhammadiyah News Network WIB

Di Masa Transisi Menuju Endemi, Masyarakat Tidak Boleh Lengah dan Tetap Taat Prokes


 Di Masa Transisi Menuju Endemi, Masyarakat Tidak Boleh Lengah dan Tetap Taat Prokes Perbesar

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Ketika herd immunity sudah terbentuk di atas 70 persen dari keseluruhan masyarakat Indonesia, diharapkan status pandemi covid-19 berakhir dan berganti menuju endemi. Namun demikian, menghadapi masa transisi semua tidak boleh lengah dan tetap taat protokol kesehatan covid-19.

Demikian disampaikan oleh dr. Agus Taufiqurrahman Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang kesehatan pada, (23/4) di acara Tausyiah Online yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI. Yogyakarta.

Dalam paparannya, dr. Agus menyampaikan tentang perbedaan antara epidemik/wabah, pandemi dan endemi. Epidemik/wabah dalam penjelasnnya merupakan kasus yang berada di regional tertentu dengan penularan yang luar biasa, bahkan kematiannya berbeda dengan kasus penyakit lain.

“Tapi itu kalau menular ke banyak negara, separuh negara di dunia terkena maka kita menyebutnya dengan pandemi. Kalau penyakit itu bisa teratasi tapi ada dan menetap di daerah itu sudah tidak begitu membahayakan bisa terkontrol, maka di situlah kita ke arah endemi,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak yang berhak menetapkan suatu negara dalam mengahdapi covid-19 berstatus sebagai endemi atau pandemi adalah World health Organization (WHO). Dalam menetapkan status tersebut WHO memiliki ukuran sebagi berikut; Yakni pertumbuhannya di bawah satu, keterisian rumah sakit di bawah 5 persen jika terjadi penambahan kasus, angka terkonfirmasi atau positif rate nya di bawah 5 persen, fatality rate nya atau angka kematiannya harus di bawah 3 persen.

“Kalau itu terpenuhi nanti kemudian kita bisa akan menuju endemi,” imbuhnya. Dalam mengahadapi masa transisi tersebut, dr. Agus mengajak kepada seluruh umat Islam untuk senantiasa menghadapinya dengan prinsip iman dan ilmu. Di masa transisi, sambungnya, dibutuhkan perhatian yang serius, penerapan protokol kesehatan tidak boleh kendor agar tidak ada gelombang susulan terpapar covid-19.

“Jangan lengah dan jangan kendor, agar tidak ada gelombang berikutnya. Ini kita idul fitri dan Ramadan bisa beribadah ini kan nikmat sekali, masjid sudah bisa diisi. Tetapi jangan lengah, kita tetap dengan protokol ketat sehinnga sekalipun nanti kita idul fitri terus masih ada silaturahim itu jangan sampai ada peningkatan kasus,” tutur dr. Agus.

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Menyoal Rencana BNPT Kontrol Rumah Ibadah

21 September 2023 - 19:29 WIB

Agus Taufiqurrahman Ungkap Tiga Langkah Sederhana Internasionalisasi Muhammadiyah

21 September 2023 - 14:07 WIB

Tiga Pesan Penting Ketua PP Muhammadiyah Untuk Ribuan Mahasiswa Baru UM Bandung

21 September 2023 - 11:28 WIB

Muhammadiyah Siap Ambil Bagian dalam Gelaran Bulan Solidaritas Palestina 2023

21 September 2023 - 06:06 WIB

UM Bandung Gelar PESONAMU, 1.700 Mahasiswa Baru Dikukuhkan

21 September 2023 - 02:05 WIB

Pesan Persatuan dari Abdul Mu’ti kepada 25.000 KOKAM Menjelang Pemilu 2024

20 September 2023 - 21:59 WIB

Trending di Muhammadiyah or id