Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah News Network WIB

Ibu Sirikit Syah dan ICMI | PWMU.CO


 Ibu Sirikit Syah dan ICMI | PWMU.CO Perbesar

Ibu Sirikit Syah
Ismail Nachu

Ibu Sirikit Syah dan ICMI oleh Ismail Nachu, Ketua ICMI Jawa Timur Periode 2010-2020

#

PWMU.CO– Awal saya kenal Ibu Sirikit Syah lewat perkenalan imajiner. Yaitu saat foto perempuan ringkih ini dimuat di koran sedang berdiri seorang diri melakukan demo pada pimpinan kampus di Surabaya. Sejak itu saya sangat terkesan dengan idealisme Sirikit Syah.

Saya lupa waktu persisnya. Yang pasti sebelum April 2010 saat saya didapuk menjadi ketua ICMI Jatim.

Karena itu saat menyusun pengurus ICMI Jatim periode 2010-2015, saya datang ke rumahnya untuk melamar Ibu Sirikit menjadi pengurus ICMI. Karena sebelumnya tidak kenal, saya melihat respon ganjil atas penawaran saya. Seperti tersurat pada pernyataannya. ”Saya ini bukan cendekiawan Pak Ismail. Apalagi muslim yang aktif di dunia gerakan Islam. Saya ini lebih tepatnya orang abangan.”

Menjawab keraguan Ibu Sirikit atas ajakan ini, lalu saya utarakan latar belakang kenapa ICMI berdiri serta visi dan misinya. Juga apa arti cendekiawan dalam ICMI.

Dalam hal ini saya mengutip definisi cendekiawan ala Pak Habibie. Di luar dugaan ternyata Ibu Sirikit pengagum Pak Habibie. Yaitu seorang yang berilmu bidang apa saja dan dengan ilmunya dia mengabdi untuk kemajuan peradaban manusia dan bangsa. Hal ini merupakan pengamalan ajaran Islam.

Alhamdulillah, setelah diskusi panjang, Ibu Sirikit sedia menjadi pengurus ICMI dengan satu permintaan tetap diberi kebebasan untuk berpendapat. Well and deal.

Saya lalu tahu, bahwa selama ini untuk menunjang mobilitas dia menjadi dosen atau pembicara seminar, Ibu Sirikit selalu menyisihkan dari honornya untuk biaya naik taksi, karena belum punya mobil.

Lalu bagaimana dengan ICMI yang tidak ada honornya? Untuk itulah saya selalu menjemput bilamana ada acara ICMI. Misalnya rapat rutin di Sekretariat ICMI di Ruko Jemursari Surabaya.

Tetapi sampai kapan ini? Saya menduga, Ibu Sirikit juga berpikir solusinya.

Rupanya program unggulan ICMI Jatim saat itu, yaitu menumbuhkan saudagar muslim sedikit banyak menjadi virus menjangkiti Ibu Sirikit: bagaimana monetasi keahliannya menjadi uang.

Di sinilah lalu kita joint mendirikan The Sirikit School of Writing (SSW) sebagai wadah cari duit sekaligus membangun budaya literasi pada masyarakat. Dengan  jabatan Direktur SSW, maka dia berani beli mobil sedan Datsun dengan mencicil dari gaji SSW.

Boleh dibilang sejak ada mobil dan ditemani Pak Chairul Anam, seorang suami top se-dunia, Ibu Sirikit semakin aktif dan menjelajah wilayah. Karena kantor SSW satu bangunan dengan sekretariat ICMI, maka dia menjadi salah satu Wakil Ketua yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan ICMI.

Antara lain menjadi Ketua Program Pemberian Penghargaan Mushala atau Masjid di mall yang representatif. Namanya tertera di pigura penghargaan di beberapa masjid mall di kota Surabaya hingga saat ini.

Karena itulah, bila di awal aktif di ICMI Ibu Sirikit selalu mengatakan sebagai muallaf, selanjutnya pernyataan itu tak saya dengar lagi. Karena rupanya Ibu Sirikit dan ICMI tak ada jarak lagi.

Karena itu, saat saya bangun tidur di Hotel Azka depan Masjidil Haram untuk makan sahur lalu shalat Subuh ke masjid, tapi pagi ini menu sahur seketika hambar oleh duka dan air mata kala membaca WAG ICMI Jatim. Bahwa Ibu Sirikit wafat.

Inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Selamat jalan Ibu Sirikit

Ya Rabb, aku bersaksi bahwa Ibu Sirikit orang baik, karena itu Ya Rabb, masukkah dia dalam surgaMu. Allahumma aamiin.

Editor Sugeng Purwanto

sumber berita by [pwmu.co]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tingkatkan Wawasan & Pengalaman Mahasiswa, Prodi Administrasi Publik UM Bandung Kunjungi Kementerian PANRB

10 December 2022 - 06:30 WIB

Mohammad Natsir dan Tiga Gurunya yang Inspiratif

10 December 2022 - 02:27 WIB

Cetak Gol ke Gawang Persik, Ini Komentar Febri Hariyadi

9 December 2022 - 22:26 WIB

UM Bandung Siap Gelar Wisuda, Tokoh Ini Akan Sampaikan Orasi Ilmiah

9 December 2022 - 18:24 WIB

Aisyiyah Terima Penghargaan BKKBN Atas Upaya Dan Peran Penurunan Stunting

9 December 2022 - 18:23 WIB

Asep Dayat dan Persib Bandung

9 December 2022 - 14:23 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network