Home Muhammadiyah News Network Jelang Idulfitri, Para Menteri, Pejabat dan Instansi Berbondong-Bondong Zakat di Lazismu

Jelang Idulfitri, Para Menteri, Pejabat dan Instansi Berbondong-Bondong Zakat di Lazismu

by Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Salah satu ibadah di dalam bulan suci Ramadan adalah menunaikan kewajiban zakat. Zakat dilakukan selambat-lambatnya sebelum digelarnya Salat Idulfitri.

Mengingat kini bulan Ramadan telah memasuki pekan terakhir, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menjadi pilihan banyak pihak sebagai tempat paling tepat dalam menyalurkan zakat.

Terbaru, istri dari Menko PMK RI Muhadjir Effendy, Suryan Q atau yang akrab dipanggil Wida menyalurkan zakat di Kantor Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (26/4).

“Kami biasa berzakat di Lazismu dan berharap bisa selalu menyalurkan zakat di sini. Dan ini tahun kesekian kami,” ungkap Wida.

Alasan Wida memilih Lazismu, antara lain karena transparansi dan ragam program pentasarufan zakat yang beragam dan tersebar ke seluruh Indonesia.

“Insyaallah berkah dan bermanfaat bagi kita semua karena Lazismu adalah lembaga zakat di Muhammadiyah yang semua amal perjuangannya demi umat. Semoga Lazismu semakin hadir di kota dan pelosok, juga semakin inovatif mengembangkan produk-produk baru sehingga banyak generasi muda yang semakin sadar bahwa zakat itu wajib untuk kemajuan umat Islam di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Lazismu, Rini pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa selain Wida, banyak juga tokoh publik dan instansi yang menyalurkan zakat ke Lazismu. Instansi itu antara lain Perumnas, Bank Mega Syariah, Bank Permata Syariah, dan lain sebagainya.

Program pentasarufan zakat yang dimiliki oleh Lazismu memang beragam. Sedikit di antaranya adalah beasiswa masyarakat Indonesia, beasiswa untuk mahasiswa Palestina di Indonesia, biaya perbaikan sekolah, hingga program produktif seperti pembiayaan UMKM bagi warga yang mengajukan.

Bahkan Lazismu juga menerima permintaan dari muzzaki agar dana zakat itu disalurkan ke siapa dalam bentuk apa, misalnya untuk kegiatan pendidikan seseorang ataupun biaya pengobatan seseorang. Untuk tahun ini, Lazismu sendiri memperkirakan penghimpunan dana zakat yang diperoleh lebih besar daripada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp20 M. Sementara ini, dana yang terkumpul baru sekira Rp7 M.

Rini memperkirakan sepekan terakhir Ramadan adalah puncak penyaluran zakat. “Insyaallah dana zakat, infak, sedekah dan wakaf yang dititipkan ke kita bermanfaat pada umat karena kita menyalurkan pada beberapa program,” pungkas Rini. (afn)

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Related Articles

Leave a Comment