Menu

Mode Gelap
Menteri PPPA Apresiasi Hunian Darurat Yang Di Bikin Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Warga Cianjur: Terima Kasih, Muhammadiyah! 50 Ribu Kaleng Sarden Lazismu Siap Kirim ke Korban Gempa Cianjur MDMC Kirim Tim Asesmen ke Semeru Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat, Libatkan Warga Penyintas Gempa Cianjur

Muhammadiyah News Network WIB

Mendidik Generasi Muslim Tangguh yang Anti Suap


 Mendidik Generasi Muslim Tangguh yang Anti Suap Perbesar

#

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas ingatkan supaya membangun generasi muslim yang tangguh dan kuat. Sehingga mereka bisa berlaku adil dan kokoh memegang prinsip dalam mengarungi kehidupan. Kuat dari segi agama, ekonomi, politik, sosial, termasuk budaya.

Hal itu menurut Busyro sebagaimana pesan yang ada dalam QS. An Nisa’ ayat 9, “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.”

Ketangguhan generasi masa depan muslim tidak boleh hanya satu sisi dalam agama saja, tapi harus holistik. Diharapkan supaya dalam menghadapi gejolak zaman yang semakin sulit ditebak, dan penuh dengan ‘keculasan’ generasi muslim bisa dengan kokoh memegang prinsip dan kebenaran.

Mengutip beberapa survei tentang perilaku suap – menyuap di Indonesia, Busyro menyebut perilaku suap – menyuap sudah menjalar dan hampir menjadi keseharian. Sebab bukan hanya terjadi di masa menjelang Pemilu saja.

Disebutkan dalam survei itu, bahwa salah satu penyebab masyarakat menerima suap karena himpitan kebutuhan sehari-hari.

“Masyarakat menerima suap itu karena di antara satu dan lain hal adalah kebutuhan mereka yang mendesak. Padahal perilaku suap – menyuap adalah tindakan yang jelas-jelas dilarang dalam Islam,” ucap Busyro pada, Rabu (27/4) di acara Pengajian Ba’da Dzuhur Karyawan Kantor PP Muhammadiyah, di Yogyakarta.

Dalam Islam, kata Busyro, orang yang menyuap dan disuap keduanya masuk neraka. Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Berkaca dari survei di atas, maka dibutuhkan pengajaran sejak dini kepada generasi mendatang supaya mereka kuat dan tangguh dalam segala segi agar anti suap – menyuap.

Menurutnya, membangun generasi atau umat yang kuat dan tangguh harus dimulai sejak usia dini. Di antaranya melalui pengajaran dengan tutur kata yang benar seperti disebutkan dalam lanjutan QS. An Nisa’ ayat 9. Proses dialog antara orang tua dan anak, kata Busyro, tidak dilakukan dengan cara yang monoton.

“Kita bisa mengajari anak-anak dengan berpiknik, tapi piknik tidak harus ke mall. Kalau piknik ke mall malah bisa jadi mengajari kemewahan kepada anak,” tuturnya.

Piknik yang dimaksud oleh Busyro adalah kembali mendekatkan anak dengan realitas kehidupan di sekitarnya. Seperti memberikan perhatian kepada fakir-miskin, anak-anak yatim, kaum lemah, termasuk menjenguk orang sakit. Model piknik tersebut menurutnya akan membangun kepekaan anak terhadap kenyataan yang akan dihadapinya di kemudian hari.

sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tingkatkan Wawasan & Pengalaman Mahasiswa, Prodi Administrasi Publik UM Bandung Kunjungi Kementerian PANRB

10 December 2022 - 06:30 WIB

Mohammad Natsir dan Tiga Gurunya yang Inspiratif

10 December 2022 - 02:27 WIB

PCIM Pakistan adakan Gerakan Jumat Berkah bersama PPMI & PCINU

10 December 2022 - 00:16 WIB

Cetak Gol ke Gawang Persik, Ini Komentar Febri Hariyadi

9 December 2022 - 22:26 WIB

SD Muhammadiyah Ini Terima Apresiasi Pendidikan Anti Korupsi dari KPK

9 December 2022 - 18:37 WIB

UM Bandung Siap Gelar Wisuda, Tokoh Ini Akan Sampaikan Orasi Ilmiah

9 December 2022 - 18:24 WIB

Trending di Muhammadiyah News Network